Saya mau berbagi cerita dan pengalaman ke pembaca blog ini waktu saya menginap disalah satu Hostel yang berada di Bangkok, Thailand. Hostelnya cukup murah tapi fasilitasnya sangat nyaman. Saya menginap selama 5 hari dengan total harga Rp.300.000. Yah, jadi permalam cuma Rp. 60.000. Cukup murah kan... :-)
Jadi, Hotel ini punya Hostel juga. Gedungnya memiliki 8 Lantai, lantai 1 sebagai lobby dan restaurant, lantai 2 sampai lantai 7 kamar hotel buat tamu menginap. Sedangkan lantai 8 untuk kamar hostelnya, tapi kamar mandinya di Lantai 7.
Karena letak hotel ini tidak terlalu dekat dengan jalan besar dan masuk kedalam gang, jadi mereka menyediakan fasilitas tuk - tuk untuk mengantarkan tamunya ke jalan besar secara gratis. Tapi saya tidak pernah naik tuk-tuknya karena lebih suka berjalan kaki menelusuri gang dan pasar yang berada disana. Hotelnya lumayan dekat dengan BTS Phaya Thai dan Ratchathewi.
Hotel ini terletak di Pratunam dan dekat sekali dengan kantor duta besar Indonesia, sehingga untuk mencari makanan halal tidak sulit dan lumayan banyak.
Saya memilih kamar yang mix, disini cuma ada 2 pilihan yaitu female dorm dan mix. Satu ruangan berisi 6 kamar tidur yang berbentuk seperti box. Fasilitas kamar yang saya dapat yaitu kasur, bantal, selimut, handuk, gantungan gaju, brankas, laci dibawah tempat tidur, meja kecil, colokan atau stop kontak untuk mengecas barang elektronik, kartu untuk mengakses masuk ke kamar dan memiliki satu AC yang letaknya ditengah.
Teman - Teman satu kamar saya tidak ada yang terlalu aneh tingkah lakunya. Dan saya pun sangat jarang ketemu mereka, itupun kalo saya sudah berbaring diatas kasur waktu malam hari baru mereka satu persatu ada didalam kamar. Saya baru bangun pagi mereka sudah tidak ada, pokoknya kalo siang kamar kami kosong tidak ada orang.
Saya mau berbagi cerita kepada kamu juga bahwa dua orang yang menginap didalam satu ruangan saya itu disabilitas. Mereka berkomunikasi dengan saya dengan bahasa isyarat, waktu itu dia berbahasa isyarat bahwa pintu jangan ditutup rapat karena dia mau keluar kamar. Kalo pintu tertutup rapat harus menggunakan kartu untuk membukanya dari luar. Dan saya membalasnya dengan senyum dan memakai bahasa tubuh seolah-olah berkata oke.
Sayang sekali saya tidak terlalu banyak berkomunikasi dengan mereka. Padahal, saya ingin sekali berkomunikasi lebih dalam dengan mereka. Banyak hal - hal yang ingin saya tanyakan kepada mereka berdua, kenapa sangat berani sekali untuk keluar dari zona nyaman dan traveling ke Thailand ?!. Padahal untuk orang normal seperti saya aja masih banyak kekhawatiran dan ketakutan dalam benak untuk traveling ke kota atau tempat yang baru dikunjungi. Tapi kenapa mereka berani yah ?! Padahal mereka berdua cewek dan masih muda.
Kalo lihat dari fisiknya mereka bukan dari negara ASIA, dan kalo saya mau berkomunikasi untuk menyapa mereka pun bingung harus seperti apa. Karena saya tidak bisa berbahasa isyarat dan cuma bisa memberikan senyuman saja kepada mereka kalo lagi berpapasan.
Oiya, hostel tempat saya menginap namanya CUBIC Bed Hostel atau CUBIC Pratunam (Hotel) terletak didaerah Pratunam, Bangkok - Thailand. Dan saya pesannya melalui Traveloka yang dapat diskon menginap disini.
*Btw, postingan ini nggak berbayar yah menteman, karena saya puas menginap disini*
Dan ini vlog saya review hostelnya...
