CAPCHAI

Pages

  • About Me
  • FRIEND'S
  • Contact
Sudah hampir satu tahun lebih saya tidak pernah  meng-update postingan Interview Ala2 di blog ini.  Terakhir saya menulis pada bulan November tahun 2016, dan rencana saya minimal satu bulan sekali saya posting tapi kenyataannya makin lama makin ngaret tak berujung untuk menulis. #apalah -____-"

Ditahun 2018 ini saya mencoba untuk memulai kembali apa yang telah saya lakukan sebelumnya. Tapi nggak janji juga deh bakalan posting sebulan sekali, karena itu membuat saya berat. *Iya, berat... Berat melawan kemalasan dalam diri sendiri untuk menulis. :-(*

Narasumber saya kali ini memiliki suara yang sangat merdu dan suka sekali bercuap - cuap di udara. Pertama kali saya mendengarkan suaranya di Voice Note group WA, saya tidak percaya itu suaranya. Maklum, saya dengan dia belum pernah ketemu sama sekali dan tidak saling mengenal terlalu dekat. Yah, karena kami satu group di WA jadi komunikasi kebanyakan hanya melalui teks.   

Eh tapi, benaran lho itu suara aslinya dia. Suaranya itu benar-benar bening kayak pengisi suara telenopela ditipi-tipi. :-p

Tanpa panjang lebar yuk simak invterview ala2 saya dengan dia...


- Hallo Narasumber saya, silahkan perkenalkan diri dulu ? 

Hallo bang Chai Lukman.

Salam kenal, aku Muhammad Zulkarnain Purba. Temen - temen biasa manggil aku Lenzoe Purba, nama tersebut adalah nama siaran aku di radio sejak tahun 2011. Dan akhirnya hingga saat ini aku selalu menggunakan nama tersebut saat memperkenalkan diri. 

Saat ini aku masih aktif bersiaran di 104,3 Sheila.fm radio yang dulunya dikenal sebagai radio anak muda, kini telah berubah menjadi radio dakwah islam yang merupakan bagian dari Radio Silaturahim Network Jakarta. 

Selain itu aku juga bekerja di PT. Bintang Cakrawala Network (BCN TV). BCN TV merupakan sebuah televisi lokal berbasis kabel yang ada di Kota Batam. Aku mulai bekerja sejak 2012 dan kini bertugas sebagai creative director. 

25 tahun yang lalu aku lahir di Kota Tebing Tinggi - Sumatera Utara, pada tanggal 27 desember 1992. Dan menempuh penididikan hingga Sekolah Menengah Atas di SMA N 1 Tebing Tinggi. Aku merupakan alumni dari Global Insitute of Commerce and Industry (GICI Business School) Batam yang lulus pada tahun 2014 dengan jurusan management informatika. 

Sejak tahun 2010 aku menempuh jenjang perkuliahan dan sembari bekerja di Kota Batam. Dan hingga kini aku sudah berdomisili di Kota Industri ini. 

- Bagaimana bisa menjadi penyiar radio? 

Aku percaya bahwa setiap orang punya mimpi, dan setiap dari kita berhak untuk mewujudkannya. Dari kecil aku selalu senang sekali mendengarkan radio, dan mamaku memiliki hobi yang sama. Sedangkan ayahku senang bercerita. 

Dengan kata lain aku adalah hasil kolaborasi dari kedua hobi orang tua ku. Jika dirunut dari silsilah keluarga tidak ada satupun yang bekerja dan berkarir di dunia broadcasting, namun aku memberanikan diri untuk mengejar impian ku untuk menjadi seorang broadcaster. 

Sejak SMA aku mulai menikmati menjadi bintang tamu di sebuah acara radio, dan saat itu aku semakin terpacu untuk menjadi seorang penyiar radio. Impian tersebut aku bawa hingga pindah ke Batam, meski butuh proses yang cukup lama memang untuk meraihnya. 

Karena aku percaya segala sesuatunya membutuhkan proses. Saat awal merantau ke Batam, aku bekerja di sebuah perusahaan Safety Marine Equipment yaitu PT Safety At Sea Indonesia, sebagai administrasi. Setahun lebih aku bekerja di perusahaan perkapalan ini, selama bekerja aku selalu mendengarkan radio. 

Saat jam istirahat, aku mencoba menghibur teman - teman kerja dengan berpura - pura menjadi penyiar radio. Dan rekan kerja ku seolah menjadi peneleponnya, wuah seru sekali jika melihat masa itu. Namun tak disangka, justru teman - teman kerja ku merasa aku memiliki potensi lebih dibidang penyiaran.

Dan benar saja hal itulah yang menjadi passion ku. Hingga akhirnya teman - temanku mendukung untuk mengejar mimpiku tersebut. Sampai tiba saatnya aku menyelesaikan masa kontrak kerjaku di perusahaan tersebut dan memilih untuk mewujudkan citaku. 

Dan aku mencoba untuk melamar sebagai penyiar radio di Sheila.Fm. Yah, radio ini adalah radio favoritku dulu. Radio ini memiliki tagline “Ngetunee banget..!!”, nah dari tagline nya kita udah tahu kalau radio ini adalah radio anak muda yang gaul banget. 

Saat itu Sheila.fm sedang tidak membuka lowongan pekerjaan. Namun aku percaya saja, dengan diiringi ucapan bismillah aku mengajukan lamaran langsung ke studio sheila.fm. Dan syukur alhamdulilah, Ikhtiarku selama ini terjawab. Masih ingat sekali dibenakku, jumat pagi aku mengirim lamaran. Jumat siang aku ditelpon untuk interview dan test vocal.

Dan sabtu (esok harinya) aku langsung bersiaran. Allah sangat mempermudah jalanku untuk menjadi penyiar radio saat itu. Dan hingga saat ini, itu menjadi pengalaman yang berarti. 

- Apa sih enaknya jadi penyiar radio ? 

Enaknya…? Wuahh banyak banget bang Lukman. Bagiku radio adalah wadah curhatnya aku untuk mengungkapkan rasa, bercerita kepada semua orang dan begitu pula sebaliknya. Dari radio aku memulai semuanya hingga hari ini, aku bekerja di sebuah televisi lokal dengan tetap menjadi penyiar radio. 

Menjadi penyiar radio bisa dikenal banyak orang, dan bisa memiliki banyak teman. Dan aku sangat senang sekali berteman. Selain itu, kita bisa bertemu dengan orang orang hebat dan orang penting. Dari kalangan pejabat hingga artis. Dan menjadi penyiar radio adalah batu loncatan untuk mengawali karir yang lainnya, seperti menjadi MC pada acara di Batam, dan bisa berkarir di dunia pertelevisian. 

- Siapa rule model atau idola-nya bang Lenzo dipenyiar radio ?

Hampir sebagian besar artis tanah air berasal dari seorang penyiar radio. Tidak ada idola khusus sebenarnya, namun aku suka banget danang, darto, surya dan tije. Mereka sangat ekspresif dan menginspirasi. Namun, walau bagaimanapun menjadi seorang penyiar radio harus melekat pada karakter diri yang tidak bisa dimiliki oleh orang lain. Kita boleh saja melihat penyiar lainnya, tapi tidak untuk menirunya. 

- Pernah merasa bosen nggak sih jadi penyiar radio ? 

Kalo menurutku, setiap orang pasti pernah merasa jenuh pada aktifitas yang dilakoni setiap hari. Tentu aku juga pernah, namun bukan tentang jenuhnya tapi tentang bagaimana kita mengatasi kejenuhan itu. Banyak kok hal yang baru bisa kita temui atau bisa kita lakukan di hari yang berbeda. Dan alhamdulilah aku tipe orang yang tidak mudah bosen, ada saja caraku untuk menikmati waktu. 

- Belajar dari mana cuap2 kayak gitu ?

Sebenarnya nih yah bang lukman, banyak banget yang nanya seperti ini. Tapi sejujurnya aku jawab, aku belajar sejak kecil. Percaya atau tidak, jika aku mendengar radio yang aku dengar adalah saat si penyiar berbicara. Dan akhirnya secara otodidak aku belajar sendiri. Dan untuk memaksimalkan potensi tersebut, di Batam aku juga mengikuti kelas, sertifikasi dan kompetisi Public Speaking bahkan hingga ke Jakarta dan Surabaya. 

- Pernah stuck nggak kalo lagi siaran mau ngomongin apa tiba2 blank gitu ? 

Blank Moment itu, pasti dialami oleh setiap penyiar, hehe... Termasuk aku, itulah pentingnya kita membaca dan wajib punya wawasan luas. Pinter ngomong dan suara bagus aja nggak cukup. Kita wajib update dengan informasi dan juga memiliki perbendaharaan kata yang cukup baik. 

Kalo menurutku, hukum alam itu sangat berlaku ketika kita ingin didengarkan maka mulailah untuk mendengarkan. Ketika tulisan kita ingin dibaca maka mulailah untuk membaca. Dan seperti itulah selanjutnya, dunia ini tidak terlepas dari hukum sebab akibat. 

- Apakah sebelum siaran harus searching dulu untuk mendalami topik yang akan diomongin ? 

Materi siaran disiapkan oleh program director yang bertugas menentukan tema dan materi siar. Bukan hanya itu, program director juga berkoordinasi dengan marketing radio untuk memutarkan iklan yang harus diputar. Kita juga bisa searching materi dari sudut pandang lainnya, agar kaya akan referensi dan tidak stuck saat siaran berlangsung. 

- Arti para pendengar buat bang Lenzo ? 

Sangat berarti, saya tidak memposisikan diri saya sebagai artis. Meskipun sebenarnya penyiar juga merupakan seorang penggiat seni dan juga entertainer. I do not need fans but I need friends, hehehe... Nggak kebayang kalo aku siaran nggak ada yang dengerin. Oleh karena itu, radio dan pendengar adalah hal yang tidak bisa dipisahkan. 

- Kasih tips dan trik dong buat para dedek2 yang mungkin mau menjadi penyiar radio seperti bang Lenzo ? 

Nah, untuk temen - temen semua yang ingin menekuni dunia broadcasting. Pastikan terlebih dahulu passion kamu. Jangan ada keterpaksaan dalam melakoninya. Karena berkecimpung di dunia broadcasting dan entertainment kita menjadi milik semua orang, kita bekerja tanpa jam kerja. Namun kamu akan sangat bisa menikmati hidup ketika kamu sudah memilih hidup kamu dengan passion kamu. 

Jika kamu ingin menjadi penyiar radio, kamu harus menjadi pendengar radio terlebih dahulu. Menjadi diri sendiri, memililki karakter yang baik, berfikir solutif tidak mudah mengeluh dan positif. Eitsss, jangan lupa latihan. Selalu belajar dan jangan pernah merasa pintar. 

Terima kasih kepada semua pembaca, khususnya bang Lukman. Semoga kisah saya ini bisa menginspirasi dan bermanfaat untuk sahabat semua.





***

Terima kasih yah bang Lenzo sudah mau menjadi narasumber saya dan sekian dulu interview ala2 saya. Sampai jumpa dipostingan selanjutnya... #bye
Share
Tweet
Pin
Share
26 comments
Postingan interview ala-ala saya edisi yang ke tujuh ini akan membahas pertukaran pelajar keluar negeri. Dan waktu saya masih muda (Sekolah/Kuliah) dulu nggak pernah ikutan pertukaran pelajar. Saya dulu nggak suka berkompetisi atau ikut-ikutan lomba apa gitu, yang penting nilai nggak ada yang jelek sudah cukup bagi saya. #tuing #rapiinponi

Bintang tamu saya sudah beberapa kali terpilih untuk mengikuti pertukaran pelajar keluar negeri. Doi juga punya beberapa usaha makanan di Batam. Bukan hanya itu doi juga dapat beasiswa full kuliah disalah satu universitas swasta di Batam. Wouw...

Penasaran dengan bintang tamu saya ?

Yuk, disimak interview saya dengan doi... :-)

- Halloooo bintang tamu diblog saya, apa kabar ? Silahkan perkenalkan diri dulu...

Baik dan sedikit galau sama cuaca korea yang labil, haha. Nama saya Debby Anita, bintang cancer, cita-cita : kurus.

- Sudah berapa kali ikutan pertukaran pelajar dan ke negara mana aja ?

Sudah 3 Kali, yang pertama Amerika Serikat tahun 2010 jaman SMA. Kedua Malaysia tahun 2015 ( Universitas Teknikal Melaka ), ketiga Korea Selatan 2016 ( Chatolic Daegu University ).

- Ceritain dong pengalamannya waktu ikutan seleksi testnya dan sampai lulus ?

Kalau yang Amerika, aku ngelewatin 3 kali test, yang pertama bikin essay dalam bahasa inggris, yang kedua diwawancara via telpon, yang ketiga diwawancara langsung di hotel gitu berhadapan dengan orang-orang embassy Amerika.

Kalau yang ke Malaysia, ngejalanin test dari kampus aja, terus kumpulin TOEIC dan nilai-nilai dari semester satu, IPK nggak boleh di bawah 3.

Yang ke Korea juga, sama kaya yang ke Malaysia. Padahal aku ke Korea sudah semester akhir dan tinggal skripsi, tapi ya masih pengen belajar sambil jalan-jalan, haha.


- Pernah nggak lulus test juga, deb ? Waktu itu ikut test pertukaran pelajar kemana.

Waktu itu ikut test yang ke Swiss, tapi testnya di online gitu, sempet ngelewatin beberapa round tapi gagal. Terus ikut test dari kanpora yang PPAN (pertukaran pelajar antar negara), waktu itu aku milih ke Korea juga dan nggak lulus, rangkaian tesnya banyak banget sampai tertulis dan unjuk bakat. mungkin aku belum beruntung di sana karna yang dipilih cuma 1 orang untuk berangkat tiap negara (ada banyak pilihan negara di PPAN seperti canada, malaysia, jepang, dll)

- Bagaimana sistem pembelajaran disana ?

Kalau Amerika, waktu itu karna masih SMA dan juga programnya cuma sebulan, jadi lebih ke study banding dan study vacation aja, dan kami datang pas summer yang mana anak-anak Amerika pada liburan dan cuma anak-anak yang nilainya kurang aja yang dapat kelas tambahan selama summer. Jadi kalau soal Amerika aku lebih paham perbedaan budayanya aja dibanding sistem belajarnya.

Terus waktu di Malaysia, semua kelas pakai bahasa inggris, termasuk slide dan ujiannya. Kalau bisa dibilang, aku suka banget sistem pembelajaran di Malaysia, professornya ngasih pelajaran detail banget dan sampai paham, bak ibu yang bikinin nasi goreng sekaligus nyuapin, dan kita tinggal nelen, hehe. Jam perkuliahannya sama seperti di Indonesia, bedanya anak-anak di Malaysia lebih giat dan gigih dalam berkompetisi dan ngerjain tugas. mereka jarang bolos dan titip absen.

Dan sekarang di Korea, kebanyakan orang Korea nggak bisa bahasa inggris, and that was the big obstacle that i have in here. Aku sebelum kesini mendadak banget, enggak pernah belajar bahasa Korea, dan ternyata orang Korea nggak bisa bahasa inggris. Semua pembelajarannya pakai bahasa Korea, bahkan kelas inggris yang kami ambil pun profesornya tetap harus menjelaskan dalam dua bahasa, Inggris dan Korea, dan itu sangat-sangat membingungkan. Tapi dari sisi kerajinan, orang Korea ini gigih-gigih banget, walaupun di bahasa inggris mereka nol, tapi di pelajaran lain mereka berjuang keras untuk belajar terus.


- Bagaimana mereka (siswa/i, guru/pembimbing, masyarakat lokal) menanggapi perbedaan ras, budaya dan negara ?

Amerika : so far so good, mereka lebih humble, ketemu di jalan nyapa padahal nggak kenal. Terus mereka bener-bener take care of us, temen-temen Amerika juga asik banget, bahkan engga terlalu mempermasalahkan hijab aku dan tetap easy going untuk ngajak ngomong dan berteman.

Malaysia : Untuk professor mostly mereka beneran baik banget dan care, untuk teman Malaysia mostly mereka individual dan nggak terlalu care sama orang asing apalagi dari Indonesia, yah gitu dah. Indonesia tidak terlalu indah di mata orang-orang Malaysia.

Korea : mereka bener-bener tertutup, bahkan aku nggak habis pikir sebodoh apa sih mereka sampai engga tahu hijab itu apa, islam itu apa, kenapa kami pakai hijab dan di mana Indonesia itu berada. Such as why they don't know everything? Jadi kami enggak terlalu dihiraukan sama anak-anak Korea sini, tapi dari sebagian temen Korea yang berani ngomong ke kita bilang kalau orang Korea itu takut, malu dan segan ngomong sama orang asing, apalagi mereka nggak bisa bahasa inggris. Ini cerita based in Daegu, kalau di Seoul mungkin beda lagi karena mereka sudah lebih moderen bahkan bisa bahasa Indonesia sedikit.


- Mata kuliahnya atau pelajarannya susah nggak sih ? 

Di Malaysia malah aku lebih paham daripada di Indonesia, kemarin pas di sana aku ambil matakuliah sesuai jurusan yang aku ambil dan dapet banyak ilmu banget di sana.

Kalau di Korea, engga soalnya cuma ambil bahasa inggris bisnis, jadi ya gitu-gitu doang hihi.


- Pengalaman apa yang kamu dapat setelah belajar dinegeri orang dan barangkali bisa diterapkan disini (Indonesia) ?

Orang luar negeri itu kompetitif banget, bikin aku jadi makin terpacu untuk lebih doing effort for my future. Orang luar negri jarang yang males belajar, mereka ngerti banget kalau mereka harus hidup dengan baik dan sekolah adalah salah satu cara penting untuk mencapainya, jadi ada baiknya mindset kita orang Indonesia harus seperti itu juga. 

Ilmu itu luas, tanpa batas semakin jauh kita pergi maka semakin paham betapa kecilnya kita didunia ini. Aku lebih belajar bisa memanage diri dan menjaga diri, serta bekerja keras untuk memberikan prestasi yang terbaik. 

Indonesia harus lebih baik dan lebih kreatif dengan anak-anak Indonesia yang memiliki bakat terpendam.


- Ada cita-cita pengen belajar dikampus atau dinegara mana ?

Aku pengen ke Jerman, Inggris dan Newyork.

- Tips biar bisa survive dinegara orang ?

Jangan baperan, harus berani nanya, jangan egois, jangan manja, jangan kekanakan, harus kuat lahir batin karna hidup di negeri orang itu keras, jangan pemalas dan cepet capek, think that everything is a journey, pantang menyerah. 

- Kasih tips dan tricknya buat adek-adek kelas yang ingin juga ikutan pertukaran pelajar ? 

Ada kemauan ada jalan, ada niat yang gigih ada jalan. Percaya Tuhan punya banyak hadiah istimewa untuk hambanya yang tidak pernah lelah meminta. Persiapkan bahasa, minimal bahasa inggris, jangan takut dana nggak ada karna sekali Tuhan bilang iya, pasti akan ada jalan dari mana saja. Semangat!








***

Terima kasih debby sudah mau berbagi cerita pengalamannya belajar dinegeri orang. Salam yah buat dedek-dedek gemes korea disana. Heheheheeheeeeee.... :-D

Yang mau kenalan lebih dekat dengan bintang tamu saya, silahkan mampir ke blognya debby di http://www.debbyanita.com.

Yang mau baca postingan interview ala-ala saya edisi 1 - 6 silahkan disini.
Share
Tweet
Pin
Share
7 comments
Haloo chai-readers...

Maaf, edisi bulan Agustus untuk postingan "Interview Ala2" diblog ini tidak sempat saya posting. Padahal bahannya sudah ada tapi saya yang malas untuk menulis. #Maap

*Maap, saya belum bisa konsisten untuk rajin menulis*

Sesuai dengan janji saya dipostingan "Interview Ala2" sebelumnya, topik yang akan saya angkat adalah mendaki gunung. Bintang tamu saya kali ini seorang mahmud (mamah muda) yang sudah mendaki dua puluh empat gunung. #warbiyasak

Saya belum pernah sama sekali mendaki gunung, jadi postingan ini menambah wawasan saya juga tentang gunung. *siapa tahu tertarik juga mendaki gunung*

Yuk, disimak wawancara saya...

- Halo teh lina apa kabar? Silahkan perkenalkan diri dulu ke pembaca blog saya.

Halo Chai Luk, terima kasih sudah memberikan kesempatan saya tampil di blog kecenya. Perkenalkan saya Lina W. Sasmita seorang emak-emak blogger yang hobby mendaki gunung meskipun tinggal di pulau Batam yang tidak ada gunung. Kampung halaman dari Garut Jawa Barat yang dikelilingi oleh gunung-gunung. Alhamdulillah hingga sekarang sudah berkeluarga dengan satu putri yang kami panggil Chila.

- Sudah berapa gunung yang didaki ?

Waduh poin yang ini agak kurang enak nyebutinnya. Baiknya lihat di halaman depan blog saya saja deh, ada list semua gunung yang pernah saya daki :-D

*Silahkan chai-readers berselancar ke blognya teh lina www.linasasmita.com*

- Sejak kapan mulai mendaki gunung ?

Mulai mendaki sejak kelas 4 SD sewaktu mengikuti jambore pramuka di kampung halaman saya di Garut. Nama gunungnya Gunung Papandayan. Pertama kali menginjakkan kaki di gunung tersebut, jantung saya degdegan. Adrenalin terasa terpompa deras ke seluruh anggota tubuh. Sejak saat itu saya jatuh cinta kepada gunung. Segala sesuatu tentang gunung mulai saya sukai. Mulai dari menghafal nama-nama gunung di Indonesia dan negara lain melalui buku atlas hingga kerap terduduk bengong memandang puncak-puncak gunung sambil menghayal kapan bisa berada di puncaknya :-D

- Apa sih asiknya mendaki gunung itu Teh ?

Asyiknya mendaki gunung bagi saya adalah... jiwa kita bisa menyatu dengan alam. Terdengar utopis memang. Namun pengalaman batin seperti itulah yang sesungguhnya saya rasakan.

Sewaktu remaja, mendaki gunung menjadi jalan untuk menyalurkan energi yang dimiliki secara positif. Mengisi waktu luang dengan mengenal, memahami dan memaknai alam semesta. Dan sedikit demi sedikit mampu menumbuhkan kecintaan terhadap negeri sendiri.

Menginjak usia duapuluhan mendaki gunung telah menjadi sebuah hobby yang tidak bisa ditinggalkan lagi. Liburan selalu terasa tidak berharga jika tidak diisi dengan bertualang atau mendaki gunung. Minimal harus ada keluar masuk hutan atau setidaknya kemping di pantai dan pulau-pulau di sekitar Batam. Dari situ saya mulai belajar lebih banyak lagi tentang ilmu-ilmu yang berhubungan dengan petualangan seperti belajar survival dan climbing.

Ilmu-ilmu dan pengetahuan yang saya peroleh tersebut meskipun baru sebatas dasar dan masih cetek namun ternyata sangat bermanfaat manakala dihadapkan dengan situasi darurat di alam. Seperti ketika saya tergantung di sebuah tebing di Gunung Sinabung dalam keadaan antara hidup dan mati yang kemudian mengambil keputusan tepat berdasarkan teknik-teknik dasar climbing yang pernah saya pelajari.

Contoh lainnya adalah ketika mendaki Gunung Rinjani tahun 2002 dimana tim pendaki terjebak badai petir dan hujan es di kawasan puncak, beberapa orang diantara kami hampir tidak dapat meneruskan perjalanan turun gunung karena terkena hipotermia. Lagi-lagi dengan sedikit pengetahuan yang pernah didapat, saya dan teman-teman akhirnya selamat dari bahaya. Alhamdulillah.

- Ceritakan dong teh tentang pengalamannya mendaki gunung ?

Sebagian sudah saya ceritakan jawaban di atas.

Pengalaman mendaki gunung kebanyakan di Pulau Jawa dan Sumatera. Selain itu pernah juga gunung di Lombok dan Sumbawa. Di Luar Indonesia baru 2 gunung yang di Malaysia saja.

Biasanya saya mendaki gunung dengan beberapa orang dalam grup kecil saja. Kadang dua orang bahkan pernah juga sendirian.

Seringnya saya mendaki bertepatan dengan musim hujan. Jadi kerap kehujanan sepanjang jalur. Oleh sebab itu hujan senantiasa menumbuhkan kerinduan yang unik kepada gunung.

Mendaki gunung membentuk saya menjadi pribadi yang kuat baik secara fisik maupun psikis. Melatih kesabaran, dan tekun menggapai apa yang kita inginkan.

- Gunung mana yang ingin banget didaki ?

Gunung Cartenz Piramyd di Papua. Karena gunung ini merupakan gunung tertinggi di Indonesia dan menjadi salah satu tujuan pendaki-pendaki dunia yang mengejar prestise di Seven Summit in Seven Continent.

- Oiya, chila sudah mendaki ke gunung mana aja teh ?

Chila baru diajak ke Bromo, Semeru, dan Prau saja.

*Ya ampun, om chai aja belum pernah loh sama sekali mendaki gunung chil...*

- Pernah nggak teh mendaki gunung tapi tidak sampai ke puncak?

Pernah. Gunung yang pertama kali dan malah yang paling sering didaki. Gunung Papandayan. Kalau ke Papandayan biasanya cuma kemping di Pondok Saladah saja tidak pernah ke puncaknya.

- Bagaimana perasaannya setelah mencapai puncak ?

Perasaan setelah mencapai puncak tentu lega dan bahagia. Karena berdiri di sana merupakan sebuah pencapaian. Namun, puncak itu seperti candu. Ketika kita berdiri di atasnya, hal yang terbersit dalam fikiran adalah puncak mana lagi yang akan digapai berikutnya.

- Gunung mana nih teh yang cocok untuk pendaki pemula ?

Gunung yang cocok untuk pemula sepertinya Gunung Bromo. Keindahannya dapat, suasana gunungnya dapat dan tidak memerlukan energi yang besar untuk berjalan kaki. Tentu saja Bromo mudah karena kendaraan yang bisa mencapai beberapa spot. Selanjutnya ada Gunung Papandayan. Jalur pendakiannya mudah dan dapat ditempuh kurang dari 2 jam. Untuk di sekitar Jabotabek ada Gunung Gede. Karena jalurnya tidak sulit meskipun agak menanjak. (Namanya saja daki gunung ya menanjak dong :-D)

- Kasih tips teh buat para pendaki pemula ?

Tipsnya, sebelum mendaki pastikan latihan dan olahraga terlebih dahulu. Terutama latihan kekuatan kaki dan nafas. Setelah itu persiapkan hal-hal basic yang harus kamu bawa terutama perlengkapan pribadi. Seperti ransel/keril, sepatu gunung, baju hangat/jaket gunung, rain coat, sleeping bag, minum dan makanan. Sebelum mendaki ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu karakteristik gunung tersebut apakah hutannya rapat, atau terbuka. Pelajari ilmu-ilmu dasar tentang survival. Ikuti jalur yang sudah ada, turun dan naik harus tetap menggunakan jalur yang telah dibuat. 






***

Terima kasih teh lina sudah mau menjadi bintang tamu diblog ini. Dan postingan selanjutnya saya akan membahas... #masihrahasia 

Sampai jumpa dipostingan saya selanjutnya. :-)

*Silahkan yang mau baca "Interview Ala2" dengan bintang tamu saya yang lainnya disini (KLIK)*

 

Share
Tweet
Pin
Share
7 comments
Halllooooo Chai-Readers....

Salam Olahraga buat kalian semua. :-) #ngemilinbarbel

Maap, postingan interview ala-ala saya kali ini sangat mepet waktunya. Baru bisa mempostingkannya diakhir bulan Juli 2016. Maklum, karena narasumber saya untuk edisi bulan Juli ini lagi sangat sibuk atau padat kegiatannya. Jadi, pertanyaan yang sudah saya kirim ke email doi diawal bulan Juli dan baru dibalas emailnya pas mau akhir bulan ini. #warbiyasaksibuknyadoi
 
*Iya, doi sibuk... Sibuk menamatkan kisah drama kehidupannya untuk memastikan tidak ada hati yang tertinggal atau tercecer. #backsound: Armada Band - Mau dibawa kemana #ngakak #maap #cumabecanda*   

Saya dengan narasumber yang satu ini berteman cukup akrab, tapi belum lama juga kami berkenalannya. Awal saya ketemu dengan dia itu... Waktu saya ikutan acara gathering salah satu komunitas yang suka jalan-jalan keluar negeri dan mulai akrab semenjak ikutan beberapa Group diWhatApp (WA) yang membernya 4L (Lo Lagi... Lo Lagi) kebanyakan orang yang sama  cuma beda nama groupnya aja. Dan isi chatingan dibeberapa Group WA 4L sangat random yang kami bahas disana setiap hari... :-P
 
Oiya, kami juga sering menjelajahi pulau disekitaran Kota Batam atau kumpul bareng dengan member group WA 4L. 

Turi Beach, Batam

Pulau Mubut, Batam
Dan ternyata narasumber saya ini sudah mejelajahi dua puluh tiga negara... Saya suka resek kalo dia lagi ngetrip ke luar negeri, minta dipotoin tulisan lah, minta buatin pidio yang mention @chai_loekman untuk update di IG lah dan yang terpenting pulang harus bawa tempelan kulkas buat saya dari negara yang sudah dia kunjungi. Dan dia mau-mau aja dengan semua permintaan saya yang alay itu. Huahahahahahaaaa.....
 
Oleh-oleh tempelan kulkas yang sudah mejeng dikulkas punya emak saya dirumah dari dia yaitu dari Negara Sri Lanka, Vietnam dan New Zealand. 

Poto tulisan dari Jepang (latar Gunung Fuji)
Wah, banyak banget deh kebaikan dia ke saya yang belum bisa saya balas satu persatu... Biarlah Tuhan yang membalas semua kebaikanmu. Amin... #termumu
 
Dan narasumber saya untuk edisi bulan Juli 2016 adalah... Bang Mumu. Itu nama panggilan kesayangan kita-kita ke dia didalam beberapa Group WA 4L.
 
Yuk disimak interview saya dengan Bang Mumu yang sudah menjelajahi dua puluh tiga negara...
 
- Halo bang mumu, silahkan memperkenalkan diri dulu ?

Halo bang Chailuk, senang banget bisa diwawancarai sama bang chailuk, nama saya Muhlis Pane, kegiatan sekarang masih sibuk mengabdi pada negara dan berusaha cari waktu untuk terus jalan-jalan, hehehehe.

- Sudah menjelajahi negara dan kota luar negeri kemana aja ?  
 
Alhamdulillah sampai sekarang udah lumayan banyak sih jalan-jalan nya, pertama kali ke Singapura, terus ke Malaysia (Kuala Lumpur, Johor bahru, Penang, Langkawi, Cameron Highland di Pahang), terus ke Thailand (Bangkok dan Phuket), terus lagi Hongkong, Macau, China (Shenzen, Chengdu, Xian dan Beijing), terus ke Kamboja (Phnom Penh dan Siem Reap).
 
Vietnam (Ho Chi Min City dan Hanoi), terus ke India (Kolkata, Darjeeling, New Delhi, Agra, Jaipur), Jepang (Tokyo, Kyoto, Osaka, Sapporo), Korea (Busan, Seoul, Jeju), Belanda (Amsterdam, Gouda), Jerman (Munchen), Austria (Vienna), Italia (Venice, Milan, Tirano), Swiss (Chur, Zurich, Interlaken), Spanyol (Barcelona), Perancis (Paris), Belgia (Brussel), Turki (Istanbul), Arab Saudi (Jeddah, Madinah, Mekkah), Myanmar (Yangon, Bagan), Selandia baru (Auckland, Christchurch, Queenstown, Rotorua). 
 
*Wiihhhhhh.... Banyak bener negara yang sudah dikunjunginya* 
 
- Negara mana yang ingin dikunjungi dan belum kesampaian sampe sekarang ? 
 
Kalo dibilang pengennya kemana sih masih pengen banyak lagi ya, hahahaha. Tapi mungkin pengen banget ke London dan beberapa negara di benua Afrika seperti Maroko, mudah-mudahan tahun ini bisa tercapai ya Amin.  
 
*Amin... Tolong diaminin juga yah Chai-Readers. Biar saya dapat oleh-oleh tempelan kulkas dari negara-negera tersebut*
 
- Dari beberapa negara yang sudah dikunjungi, negara mana yang sangat berkesan dan ingin balik lagi kesana ? 
 
Negara yang paling berkesan itu adalah India, karena apa? India itu memiliki kehidupan yang luar biasa unik banget, berada di India bagaikan berada didunia lain, hahahaha. Maksudnya banyak sekali hal-hal baru yang belum pernah sama sekali saya rasakan di negara manapun yang pernah saya kunjungi.
 
Misalnya ketika anda naik bajaj atau taksi di India adalah pengalaman luar biasa dengan pengemudinya yang super ngebut dengan klakson disepanjang perjalanan anda. Semacet-macet dan seruwet-ruwetnya lalu lintas di Jakarta, masih kalah sama di India. Tempat wisata di india juga sangat lengkap, mulai tempat paling panas sampai tempat paling dingin ada di India. 
 
- Apa sih arti sebuah perjalanan menurut bang mumu?   
 
Setiap perjalanan saya mempunyai motto yaitu "Perjalanan Bukan diukur dengan seberapa jauh dan seberapa banyak tempat yang telah kita kunjungi, tapi perjalanan lebih kepada seberapa jauh dan banyak pelajaran dan pengalaman yang kita dapatkan. Jadi setiap perjalanan saya selalu berusaha mencari pelajaran dan pengalaman yang saya jumpai disetiap perjalanan yang telah saya lalui.  
 
- Ceritain dong kejadian yang unik saat traveling keluar negeri ? 
 
Waktu itu saya ingat banget nyampe kota Zurrich di Swiss itu udah sore banget malahan hampir malam. Rencananya saya akan menginap disalah satu hostel di kota ini yang telah saya booking dulu lewat internet. Biasanya setelah booking hostel saya langsung akan nyari jalan lewat peta offline biar nanti gak bakalan nyasar pas mau ke hostelnya. 
 
Entah hari itu saya sial atau apa, saya lupa mengatur peta di hape saya untuk peta offline menuju hostel (saya tidak memakai kartu internet pada saat itu dikarenakan satu dan lain hal). Jadilah saya berputar-putar kurang lebih 2 jam sambil menanyakan alamat hostel yang akan saya tuju. Ada beberapa orang yang benar-benar bisa membantu untuk mencari alamat, tapi ada pula yang benar-benar cuek tidak peduli. 
 
Saya sempat putus asa dan sambil duduk didekat stasiun kereta iseng-iseng saya hidupkan mode wifi, dan akhirnya saya dapatkan sinyal wifi, anehnya pada saat sebelumnya saya sudah coba berkali-kali tetap tidak mendapatkan sinyal wifi, begitu saya dapat sinyal wifi saya langsung set alamat hostel dan masalah saya selesai. 
 
Cerita lain masih dengan masalah alamat hostel, kali ini waktu saya mengunjungi ibu kota negara tirai bamboo yaitu Beijing, untuk kasus kali ini tentu saja saya tidak mau kejadian di kota Zurich kemarin terulang lagi, saya sudah mengeset peta di hape saya untuk alamat hostel saya, dan anda tau apa yang terjadi, ternyata kota Beijing itu sangat padat dan tempat-tempatnya sangat membingungkan, padahal jarak stasiun tempat saya sampai dengan hostel itu sangatlah dekat, tetapi dikarekan kota ini sangat membingungkan jadilah saya nyasar sampai ke kantor polisi, hehehehe. 
 
Untungnya pak polisi disana sangat baik, dengan bahasa inggris seadanya dia menelepon pegawai hostel tempat saya menginap dan mengarahkan saya menuju hostelnya dan lagi-lagi masalah saya terselaikan. Masih banyak cerita-cerita seru lainnya yang kalo diceritain bisa panjang banget. 
 
Cerita lain waktu mengunjungi New Zealand, seperti yang kita ketahui kalo New Zealand adalah negara pengekspor sapi terbesar didunia, jadi jangan heran bila anda berkunjung ke sana akan melihat sangat banyak peternakan sapi lengkap dengan sapi-sapinya di sepanjang jalan. 
 
Kejadian lucunya adalah pada saat saya berhenti di pinggir jalan dan hendak foto dengan sapi dari jarak dekat, sontak sapi-sapi tadi yang awalnya makan, langsung berhenti makan dan mulai mendekati kami sambil terus memandangi kami. kejadian itu tentu saja membuat kami heran dan sedikit takut, sapi-sapi yang awalnya sedang makan dengan lahap tiba-tiba saja berhenti ketika saya datangi, hahahaha 
 
- Pelajaran apa yang bisa diambil setelah melakukan perjalanan ke luar negeri dan mungkin bisa diterapkan dinegara kita ? 
 
Pelajaran yang bisa diambil dan diterapkan dari setiap perjalanan adalah sikap disiplin dalam mengantri, jujur, selalu berbuat dan berfikiran positif. Dalam setiap perjalanan yang telah saya lakukan saya selalu berusaha berbuat baik kepada setiap orang yang saya temui, dan Alhamdulillah saya mendapat perlakuan yang baik pula dari setiap orang yang saya temui.   
 
- Kendala apa biasanya yang sering terjadi saat melakukan perjalanan ke luar negeri ?  
 
Kendala yang lumayan berat menurut saya adalah makanan. Dikarenakan saya muslim dan saya berusaha sebisa mungkin makan makanan yang halal, jadinya saya agak kesusahan dalam memilih makanan di negara yang bukan mayoritas penduduk muslim. Cara mengatasinya adalah dengan riset terlebih dahulu sebelum saya memulai perjalanan. 
 
Biasanya saya mencari dan membuat daftar tempat makanan halal di kota yang akan saya kunjungi. Seperti di Jepang kemarin, pada saat saya kesana adalah musim dingin dan saya dengan susah payah tetap mencari makanan halal di cuaca yang cukup ekstrim. Akan terasa berbeda akhirnya bila kita berhasil mendapatkan apa yang kita cari dari awal dengan penuh perjuangan, rasanya akan terasa lebih nikmat tentunya, hehehehe. 
 
- Bang mumu ini tipe traveling yang seperti apa ? Maksudnya suka wisata sejarah kah ?! wisata bahari kah ?! wisata kuliner kah ?! Atau yang lainnya...  
 
Hmmm, Mungkin saya lebih suka wisata budaya (eh gak ada dalam pilihannya ya, hehehe), saya suka melihat aktifitas masyarakat local itu sendiri. Saya sangat senang apabila bisa berinterkasi dengan masyarakat lokal dalam hal mereka sedang menjalankan aktifitasnya, misalnya saya suka kepasar, ke acara-acara keagamaan, festival-festival budaya lokal dan lain sebagainya yang berhubungan dengan budaya suatu negara. 
 
Makanya diatas saya menyebutkan kenapa negara India adalah yang paling saya sukai, karena disana terdapat begitu banyak aktifitas masyarakat dan budaya lokal yang bisa saya lihat dan temukan.   
 
- Tips dan trik untuk mendapatkan tiket murah, peginapan murah, atau apalah yang murah meriah ? 
 
Tips nya ya banyakin aja ikut grup-grup jalan-jalan yang biasanya memberikan informasi tentang akomodasi murah, salah satu contoh grupnya adalah Backpacker Dunia (maaf promosi).   
 
- Pesan buat traveling pemula yang ingin melalang buana ke luar negeri seperti Bang Mumu... ?   
 
Pesannya adalah harus berani, berani memulai sebuah perjalanan, kita tidak akan pernah mendapatkan sebuah perjalanan bila kita tidak pernah memulainya. Tambah pergaulan dengan orang-orang yang punya minat yang sama dalam traveling, sekalian bisa jadi partner dalam jalan-jalan selanjutnya, hehehehe.
 
*Sebenarnya pertanyaan terakhir dibawah ini adalah pertanyaan iseng saja yang saya tanyain ke Bang Mumu. Hehehehehe...*   
 
- Kapan Kawin ??? #jleb *pertanyaan sejuta umat*
 
InsyaAllah kalo sudah ketemu jodohnya aja ya, hehehehe  
 
*sodorin si kakak yang unyumunyu itu. #peace #salamdamai*

Poto dokumentasi perjalanan Bang Mumu...

Turkey, dikota Istanbul

India, dikota Agra

Swiss, dikota Interlaken

Jepang, dikota Sapporo

New Zealand, dikota Timaru
***

Bulan depan pengen celotehin gunung akh... #backsound: Naik - Naik Ke Puncak Gunung

Sampai jumpa lagi dipostingan saya selanjutnya. :-) #wasalam #pamit

*Mau baca postingan interview ala-ala saya yang lain ? Silahkan klik disini.*
Share
Tweet
Pin
Share
15 comments
Asssalamu'alaikum Chai-Readers... #MenyapaEdisiRamadhan #benerinpeci

Narasumber saya yang ke empat untuk edisi bulan Juni ini temannya banyak banget. Kalo saya ketemu dalam acara gathering atau kumpul bareng dengan doi pasti bawa teman dari negeri antah barantah. Kemaren bawa teman dari negeri api, eh besok sudah dari negeri angin. Saya pun bingung, ini orang kok menjalin pertemanannya sangat luas dan go international. :-)

*Kalo diajang pemilihan ratu sejagat doi mah bisa dinobatkan sebagai ratu pertemanan*

Sebelum saya memperkenalkan narasumber-nya lebih dalam. Adakah pembaca blog saya pernah mendengar yang namanya Couchsurfing ?!. Oke, kalo yang belum tahu sama sekali saya akan jelaskan sedikit gambaran tentang Couchsurfing itu seperti apa. Jadi, kalo kamu ada rencana mau jalan-jalan ke negeri paman sam cuma sendirian. Dan itu perjalanan pertama kalinya kamu kesana, apalagi perjalanan kamu itu minim budget secara mau menginap dihotel atau hostel disana budget kamu tidak mencukupi.

Nah, kamu bisa menggunakan jasa Couchsurfing. Dengan Couchsurfing inilah kamu bisa menjalin pertemanan dengan warga lokal yang ingin kamu kunjungi kota atau negaranya. Jadi, kamu bisa menginap dirumahnya selama kamu mengunjungi kota atau negaranya. 

Jujur, saya belum pernah menggunakan jasa Couchsurfing sama sekali. Tapi, mendengarkan cerita dari teman-teman yang menggunakan jasa Couchsurfing seru juga. Kita tinggal bersama warga lokal, bahkan dia bisa menjadi teman seperjalanan kita mendatangi tempat-tempat yang menarik disekitaran kota atau negaranya. 

Kembali cerita ke narasumber saya, kalo Couchsurfing untuk dikota Batam doi mah sudah terkenal banget  namanya dijagat dunia maya. Komentar-komentar positip yang dituliskan oleh para tamunya yang pernah dia nge-host-in (menjadi tuan rumah) membanjiri di account Couchsurfing-nya. 

Dan narasumber saya adalah Ahmadi Sultan atau sering saya memanggilnya Bang Uma. 

Mau kenalan lebih dalam sama Bang Uma ?! 

Disimak yah, wawancara saya dengan Bang Uma mengenai Couchsurfing dipostingan ini...       

- Halo Bang Uma... Silahkan memperkenalkan diri dulu ?

Kalau memperkenalkan diri, saya itu rasanya malu. Tapi demi memenuhi jawaban, saya jawab saja. Saya jurnalis yang menyukai traveling, backpacking, menyukai sejarah, budaya, dan geografi. Hal-hal yang saya sukai ini saling berhubungan. Saat ini bekerja di salah satu perusahaan media online di Batam, batampos.co.id, setiap hari (kecuali minggu), kesibukan saya mengelola media online tersebut. Di luar itu, saat ini tengah sibuk membangun blog pribadi untuk menampung cerita-cerita tentang perjalanan dan petualangan saya ke beberapa negara di Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Saya juga member Couchsurfing Batam.

Oh ya, informasi tambahan, saya berasal dari Sulawesi-Selatan, lulusan Universitas Hasanuddin. Saya asli Bugis yang merantau ke Batam.


- Jelasin sedikit dong couchsurfing itu apa ? Supaya pembaca blog saya tahu juga...

CouchSurfing itu situs dan layanan jejaring sosial berupa hospitality exchange atau jaringan silaturahmi antar penggemar traveller atau backpacker di seluruh dunia. Melalui hospitality exchange ini kita bisa tinggal di rumah-rumah warga lokal di suatu kota di seluruh dunia secara gratis. Kita bisa menjalin silaturahmi, berteman, bahkan ada yang hingga berjodoh. Di Batam, banyak anggota Couchsurfing, saya salah satu most active member, jadi banyak menerima tamu.

- Sejak kapan bang uma bergabung dicouchsurfing dan kenapa alasannya ?

Saya mendaftar sebagai anggota Couchsurfing sejak tahun 2010. Awalnya karena tidak sengaja. Saat itu seorang narasumber yang ternyata anggota Couchsurfing (malah admin CS Batam), meminta kegiatannya sebagai anggota CS (Couchsurfing) dipublikasi. Dari situlah saya diberitahu tentang CS dan saya tertarik. Tapi saat itu saya belum aktif. Setahun kemudian, tepatnya tahun 2011, barulah saya mulai aktif menerima tamu. Di CS, tamu itu disebut surfer atau guest, kalau tuan rumah namanya host.

Saya menyukai CS karena bisa bertemu dengan berbagai orang dari berbagai negara, berbagi cerita, pengalaman, bahkan bisa menjadi teman akrab.

- Sudah nge-host-in atau menjadi tuan rumah tamu dari mana aja ?

Tamu yang sudah saya hosted terbilang banyak. Asal negaranya banyak dan beragam. Mulai dari negara tetangga Singapura dan Malaysia, Vietnam, Phipippine, India, China, Australia, Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Inggris, Italia, Jerman, Rusia, Polandia, Spanyol, Belgia, Belanda, Swiss, Hungaria, Austria, Serbia, Chile, dan Meksiko. Itu yang saya ingat. Hehehehe...

Kalau dari Indonesia, dari Kalimantan Timur, Jawa, Papua. Gak banyak orang Indonesia :-)

Kalau ditotal sudah hampir seratus mungkin. Data di akun saya, yang meninggalkan references atau testimoni ada 60-an. Sisanya ada banyak yang tak meninggalkan testimoni.

- Sudah pernah menjadi tamu dimana aja ?

Jadi surfer atau guest, hanya ketika traveling ke eropa saya banyak memanfaatkan CS. Saya tinggal di rumah teman CS di Belanda, Belgia, Jerman, dan Perancis. Lainnya, pernah di Singapura Vietnam, dan Iran.

- Ceritakan pengalaman yang berkesan selama jadi tuan rumah maupun tamu ?

Pengalaman yang berkesan. Semuanya. Karena masing-masing tamu dan tuan rumah punya kesan yang berbeda. Mungkin yang paling berkesan saat di Iran. Tuan rumah sangat ramah, berbagi makanan, bahkan memberikan uang untuk ongkos bus. Hahaha, bongkar rahasia..! Tapi terkadang hal sama saya juga lakukan saat punya tamu di Batam.

- Pernah ada drama diantara kalian ? *Duh, pertanyaannya chai... -___-"*

Sejauh ini semuanya baik-baik saja, karena orang-orang CS biasanya easy going, jadi sangat-sangat jarang drama. Apalagi saya ya, orangnya bukan drama queen. hahahaha


*Syukur deh, nggak ada drama-drama pertemanan kayak digroup WA yang disebelah, sebelah, dan disebelahnya lagi*

- Kalo jadi tuan rumah (host), tamunya diajakin kemana aja selama dibatam ?

Orang-orang CS itu biasanya menghindari tempat-tempat yang touristic karena ingin merasakan satu tempat seperti orang lokal. Jadi tidak banyak tuntutan harus ke tempat ini atau tempat itu. Tapi biasanya atas insiatif saya saja, saya bawa ke pantai, jembatan barelang, atau nagoya, bahkan sering ke kantor saya juga. Kalau lagi ada event atau kegiatan bersama teman-teman di Batam, saya ajak juga. Misalnya island hop atau snorkeling.

- Apakah pertemanan kalian semakin erat setelah dikunjungi dan mengunjungi ? 

Orang-orang Couchsurfing ini sangat beragam tujuannya menjadi anggota. Jadi ya tergantung tujuan. Ada yang hanya mencari tempat menginap atau akomodasi di satu tempat yang dikunjungi setelah itu yaaaa bye-bye. Tetapi ada juga yang benar-benar silaturahmi. Ada beberapa yang kemudian menjadi teman akrab.

- Kasih tips memilih tuan rumah atau host di couchsurfing untuk pembaca blog saya, bang uma ?

Untuk memilih tuan rumah (host) di satu kota atau negara, perhatikan references yang ditinggalkan anggota CS yang pernah hosted. Di situ kita bisa membaca kesan yang tertinggal, apakah positif, netral atau negatif. Kebanyakan sih positif-positif saja. Jadi pilih yang sudah banyak mendapat testimoni yang positif. Kemudian baca dan perhatikan baik profil calon tuan rumah. Karena di akun masing-masing terulis lengkap mengenai siapa anggota CS ini. Dengan melihat profilnya kita bisa mengetahui kecocokan masing-masing.

***

Poto-poto Bang Uma sama teman-teman Couchsurfing dari belahan dunia...

Anita and Cyrill Bachman
Bareng CS dari Scotlandia dan Australia
Bareng CS dari Scotlandia dan Australia


Wayne dari Kanada (Paling kiri yang berdiri)

Oiya, Bang Uma juga memiliki blog yaitu http://jokka2traveller.com. Saya suka banget dengan cerita perjalanan Bang Uma di Turki. Jadi pengen ke Turki dan menginap dirumah warga lokal biar merasakan budaya dan kearifan lokal disana...

Dan kalo kamu mau menjalin pertemanan juga melalui Couchsurfing silahkan ke websitenya https://www.couchsurfing.com/.

Sampai jumpa dipostingan interview saya selanjutnya... #wasalam #pamit

*mau baca narasumber yang lainnya, silahkan klik disini*
Share
Tweet
Pin
Share
5 comments
Halllooooooooo..................

Waktu begitu cepat berlalu yah chai-readers, nggak terasa sudah dipertengahan bulan Mei 2016 aja. Sesuai janji saya sebelumnya, postingan diblog saya setiap bulan akan ada satu postingan interview ala-ala yang narasumbernya secara acak saya pilih.

Narasumber saya masih sebatas teman-teman terdekat aja, belum berani interview ala-ala narasumbernya orang-orang tersohor dimuka bumi ini. :-D #tahudiri #awakiniapalahyahkan

Nah, narasumber saya kali ini adalah seorang blogger lokal yang kondang. Sudah nggak asing lagi deh blognya didunia maya sebagai salah satu referensi jalan-jalan dikota Batam dan sekitarnya. Mungkin saja kamu sering mampir dan membaca blognya. :-)

Ayo, tebak siapa narasumber saya kali ini ?

Eng... Ing... Eng. Dia adalah Iqbal Rois pemilik blog www.jalankemanagitu.com. Sudah, nggak asing lagi kan mendengarkan nama blognya. Saya dan Iqbal sama-sama dalam satu komunitas yaitu Blogger Kepri, dan member beberapa group WA (WhatApps) yang sama... -____________-" *Group WA dengan member 4L, Lo lagi... Lo lagi.*

*Btw, lo tahu nggak sih bal... Gue itu pembaca setia blog lo sampe sekarang. Beberapa tahun yang lalu gue pernah Add lo difacebook dan nggak pernah lo confirm, sampe beberapa kali gue Add - Cancel - Add - Cancel - Add dan benaran gue cancel lo sampe nggak pernah Add lagi. Eh, pas tahun lalu (2015) kita diundang sama salah satu provider telekomunikasi sebagai blogger lokal melalui teh lina. Itu pertama kalinya gue bertatap muka langsung sama lo. Dan akhirnya lo yang add gue difacebook duluan dan langsung gue confirm. Huahahahahahahaaaaaa..... 

Padahal, Batam ini kan kecil yah... Kok kita nggak pernah ketemu sebelumnya. Mungkin lo orang yang nggak mau asal confirm pertemanan difacebook karena beneran nggak kenal. Btw, si Iqbal ini orangnya baik kok chai-readers tidak sombong. :-)*

Yuk disimak interview ala-ala saya sama Iqbal... 

- Hai bro, apa kabar ?! Silahkan memperkenalkan diri dulu...

Kabar sedang tidak baik-baik banget, karena sedang dalam proses penyembuhan. Alhamdulillah.. :)
Perkenalkan, nama Saya Iqbal Rois Kaimudin, usia 28 tahun, kesibukan sehari-hari: bekerja di salah satu bank di Batam, dan sibuk travel blogging.. :D   

- Apa alasan kamu membuat blog ? Dan sejak kapan memulainya...

Alasan awal ngeblog yaitu sebagai sarana curhat dan menuangkan gagasan. Awal ngeblog sejak zaman kuliah. Mulai ngeblog di jalankemanagitu.com sejak 2010. Kepikiran bikin travel blog ini karena mulai sering jalan-jalan, dan rasanya kok sayang kalau tidak ditulis karena bisa lupa momen-momennya. Eh ternyata berguna juga buat yang nanya-nanya kemaren itu jalan-jalan kemana ? Cara ke sananya gimana ? Tinggal kasih link blog. :-D

- Ceritain dong suka duka menulis ?

Suka duka menulis ya. Sejauh ini sih belum ada dukanya, karena sejak awal menulis karena hobi. Sukanya banyak: makin banyak yang baca tulisan kita di blog rasanya makin hepi. Apalagi kalau ada yg apresiasi lewat komen, rasanya berbunga-bunga gitu. :-D

Happy juga pas menang lomba blog atau tulisan kita masuk media masa.

- Apakah ada batasan cerita yang kamu batasi untuk tidak dipublish ke blog mu ?
 
Apa pun gagasan yg muncul di pikiran selama sempat aku tuangkan di blog. Makanya aku punya beberapa blog, www.jalankemanagitu.com khusus untuk cerita traveling, www.iqbalrois.com dan www.iqbalrois.wordpress.com isinya lebih random. Ada curhatan, tips-tips juga beberapa tulisan lomba blog.

- Arti sebuah perjalanan buat kamu apa bal ?

Gak berat-berat sik, perjalanan itu menurutku buat mencari hiburan. :-D

Abang gitu dek orangnya, kalau suntuk, sibuk mikir mau #jalankemanagitu. Abis jalan langsung deh fikiran fresh lagi. :-)

- Sudah jalan - jalan kemana aja ?

Jalan - jalanku sebenarnya gak banyak. Situ-situ aja. Yang jelas Batam, Bintan & Singapore udah khatam ku jelajahi dan ku tulis. Makanya banyak tulisannya yang page one google. Sisanya Malaysia, Sumatra, Jawa dan Sulawesi.

- Sebutkan kota atau tempat yang paling berkesan dan pengen kesana lagi ?

Yang paling berkesan sejauh ini trip seminggu ke Sumatra Barat. Sumpah itu provinsi keren banget. Kebetulan saya pecinta gunung dan air terjun, dan Sumbar punya itu banyak !!

Suatu saat pengen bisa trip panjang lagi ke sumbar khususnya ke tempat - tempat yang belum dikunjungi.

*Amin, semoga bisa kesana lagi yah bro...*

- Tempat yang pengen didatangi tapi belum kesampaian ?

Dieng... Udah lama ngidam kesini tapi selalu kebentur ama izin Cuti kantor.

*Semoga keinginan ke Dieng bisa tercapai yah bal... Amin *

- Lebih suka jalan sendiri atau bareng teman ? 

Sendiri. Lebih bebas. Tapi tetap enjoy dalam grup atau berdua.

- Apa perasaanmu ketika pertama kali mendengarkan dokter memvonis penyakit kanker terhadapmu ?

Dunia serasa runtuh. 20-an tahun gak pernah bobo rumah sakit, sekalinya sakit langsung kanker stadium 4. :-(

*yang sabar yah bro... Semoga cepat sembuh 100%. Amin...*

- Dengan penyakit kanker apa yang berubah dari hidupmu yang dulu ?

Yang jelas sekarang tidak sesehat dulu. Sekarang kan juga masih proses penyembuhan. Ini udah mau 3 bulan total bedrest di rumah. Alhamdulillah punya kantor yg super baik. Terus sejak pakai stoma (lubang pembuangan di perut) gak pernah berenang lagi. Padahal dulu tiap liat air langsung basahin insang. :-(

*dirimu manusia apa ikan sih ?! #akohbingung*

- Jika ada kesempatan untuk memutar waktu kembali, pada saat yang mana kamu ingin kembali dan kenapa ?

Pengen balik ke November 2014. Sejak ketahuan punya tumor di rektum. Pengen langsung terapi Dr.Warsito sehingga nggak perlu pakai stoma permanen kayak sekarang..........

- Kasih wejangan dong bal buat para pembaca blog saya...

Nikmati masa sehatmu sebelum datang sakitmu. Syukuri hidup, jelajahi keindahan indonesia dan dunia yang dianugerahi Tuhan buat kita. :-)

Sumber photo : http;//www.jalankemanagitu.com
***

Terima kasih Iqbal sudah mau jadi narasumber diblog ini. Semoga kisah hidupmu bisa menginspirasi para pembaca blog saya. Dan cepat sembuh yah bro, Amin... 

Btw, yang mau baca postingan saya interview ala-ala dengan narasumber yang lain silahkan mampir "Bedah Novel Rahasia Pelangi Dengan Pengarangnya" dan "Mewujudkan Mimpi Kuliah Ke Luar Negeri"

Dan siapa lagi narasumber saya selanjutnya untuk postingan dibulan juni  atau bulan depan ?! Tetap setia mampir ke blog ini yah menteman... :-) #pamit #wasalam
Share
Tweet
Pin
Share
14 comments
Older Posts

About me


Selamat datang,

Saya hanyalah manusia biasa dan blog ini adalah sepenggalan kisah tentang perjalanan hidup saya yang terekam dalam tulisan.

Salam hangat,

Chai Loekman

Follow Me

  • twitter
  • youtube
  • instagram

Labels

Apartement buku celoteh Film Hostel Hotel Interview jalan - jalan kuliner lomba musik Puisi review tips tukang poto

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2023 (3)
    • ▼  October 2023 (3)
      • Liburan ke Bali
      • Menonton Konser Tulus
      • Nuvasa Bay : Tempat Terbaik Untuk Membeli Aparteme...
  • ►  2022 (9)
    • ►  December 2022 (1)
    • ►  November 2022 (2)
    • ►  October 2022 (1)
    • ►  September 2022 (2)
    • ►  February 2022 (3)
  • ►  2021 (10)
    • ►  September 2021 (2)
    • ►  June 2021 (3)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  March 2021 (1)
  • ►  2020 (18)
    • ►  December 2020 (3)
    • ►  November 2020 (2)
    • ►  October 2020 (4)
    • ►  September 2020 (7)
    • ►  August 2020 (1)
    • ►  June 2020 (1)
  • ►  2019 (9)
    • ►  November 2019 (1)
    • ►  September 2019 (1)
    • ►  August 2019 (2)
    • ►  June 2019 (3)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  January 2019 (1)
  • ►  2018 (20)
    • ►  December 2018 (2)
    • ►  November 2018 (1)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (1)
    • ►  July 2018 (4)
    • ►  June 2018 (2)
    • ►  May 2018 (2)
    • ►  April 2018 (3)
    • ►  March 2018 (2)
    • ►  January 2018 (2)
  • ►  2017 (22)
    • ►  December 2017 (2)
    • ►  October 2017 (2)
    • ►  August 2017 (2)
    • ►  July 2017 (1)
    • ►  June 2017 (4)
    • ►  May 2017 (3)
    • ►  April 2017 (1)
    • ►  March 2017 (3)
    • ►  February 2017 (1)
    • ►  January 2017 (3)
  • ►  2016 (53)
    • ►  December 2016 (1)
    • ►  November 2016 (7)
    • ►  October 2016 (2)
    • ►  September 2016 (2)
    • ►  July 2016 (4)
    • ►  June 2016 (5)
    • ►  May 2016 (6)
    • ►  April 2016 (7)
    • ►  March 2016 (7)
    • ►  February 2016 (7)
    • ►  January 2016 (5)
  • ►  2015 (28)
    • ►  December 2015 (4)
    • ►  November 2015 (5)
    • ►  October 2015 (2)
    • ►  September 2015 (3)
    • ►  August 2015 (2)
    • ►  July 2015 (2)
    • ►  June 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  April 2015 (3)
    • ►  March 2015 (2)
    • ►  February 2015 (1)
  • ►  2014 (26)
    • ►  November 2014 (1)
    • ►  September 2014 (1)
    • ►  August 2014 (1)
    • ►  July 2014 (3)
    • ►  June 2014 (2)
    • ►  May 2014 (3)
    • ►  April 2014 (5)
    • ►  March 2014 (4)
    • ►  February 2014 (3)
    • ►  January 2014 (3)
  • ►  2013 (66)
    • ►  December 2013 (6)
    • ►  November 2013 (4)
    • ►  October 2013 (3)
    • ►  September 2013 (4)
    • ►  August 2013 (4)
    • ►  July 2013 (5)
    • ►  June 2013 (5)
    • ►  May 2013 (5)
    • ►  April 2013 (7)
    • ►  March 2013 (7)
    • ►  February 2013 (7)
    • ►  January 2013 (9)
  • ►  2012 (58)
    • ►  December 2012 (5)
    • ►  November 2012 (5)
    • ►  October 2012 (5)
    • ►  September 2012 (5)
    • ►  August 2012 (2)
    • ►  July 2012 (7)
    • ►  June 2012 (8)
    • ►  May 2012 (6)
    • ►  April 2012 (1)
    • ►  February 2012 (5)
    • ►  January 2012 (9)
  • ►  2011 (52)
    • ►  December 2011 (3)
    • ►  November 2011 (5)
    • ►  October 2011 (3)
    • ►  September 2011 (7)
    • ►  August 2011 (4)
    • ►  July 2011 (4)
    • ►  June 2011 (7)
    • ►  May 2011 (3)
    • ►  April 2011 (5)
    • ►  March 2011 (11)

Followers

Total Pageviews

Most Popular

  • Liburan ke Lagoi ala Rakyat Jelata
    Jamaah Oooooiiiii Jamaah… *dilempar jumrah berjamaah* Siapa sih yang nggak suka dengan liburan murah dengan budget minim tapi bisa mel...
  • Liburan Koper ala Ransel ke Pulau Bintan
    Liburan yang paling menyenangkan menurut gue adalah… liburan ala ransel tapi dapat fasilitas ala koper. :-P  Pada ngerti nggak maksu...
  • Hari Untuk Amanda (2010)
    Kegalauan hati Amanda (Fanny Fabriana) dalam menentukan pilihan hatinya pada saat mau menikah 10 hari lagi sangat manis sekali untu...
  • Nyanyian Terakhir Sang Idola
    Wahai... Pemilik nyawaku Betapa lemah diriku ini Berat ujian dariMu Kupasrahkan semua padaMu "Muhasabah Cinta" ~ Iqbal Rois K...
  • Belajar Moto
    Gue sekarang lagi tertarik dengan dunia fotography. Maklum, yang dulunya suka poto-poto narsis bin najis ala lebay bin jijay. Sekarang lebih...

Community

Community
Member of Blogger Kepri

Created with by BeautyTemplates