CAPCHAI

Pages

  • About Me
  • FRIEND'S
  • Contact
Mencari makanan halal di Negara mayoritas muslim itu susah - susah gampang. Seperti perjalanan saya lebaran idul fitri tahun ini (2019) ke Vietnam. Ada, tapi tidak banyak. Apalagi benar-benar yang ada label halalnya. Saya cuma ketemu Rumah Makan India yang menunya kebanyakan campuran kari. Sedangkan untuk mencari makanan melayu tidak ketemu.

Untuk mensiasatinya, saya mencari makanan vegan atau vegetarian yang lumayan banyak keberadaannya di Vietnam. Tapi kita harus hati-hati juga yah, saya ketemu Rumah Makan Vegan atau vegetarian tapi menjual daging babi dimenunya. -___-"

Bukan hanya itu saja, saya ketemu juga rumah makan yang ada label halalnya pun menjual minuman yang mengandung alkohol atau  bir. Duh, mereka mencari duit kok segitunya yah... :-(

Makanan vegan atau vegetarian di Kota Mui Ne (Vietnam) cocok sekali dengan lidah saya. Jadi, saya sudah nyaman aja untuk makanan di Vietnam. Dan kalau kita makan di rumah makan disana dapat welcome drink bisa berupa air putih atau teh tawar. Awalnya saya bingung, ketika lagi menunggu pesanan makanan saya datang. Tiba - Tiba pelayannya kasih minuman yang berwarna kuning. Mana mukanya lempeng aja gitu dan tidak mengerti bahasa inggris. Saya tunjuk ke gelas minuman yang dia kasih, terus dijawabnya "Tea", kirain saya dikasih bir. :-D

Sepertinya, warga Vietnam itu suka sekali dengan sayur-sayur mentah atau lalapan. Bayangkan saja, saya pesan menunya aja sudah nasi goreng campur dengan sayur-sayuran ditambah lagi dikasih lalapan sama mereka. Bukan saya aja, teman saya yang pesan makanan berkuah aja dikasih juga satu piring lalapan sebagai tambahannya. :-)

Jadi buat kamu traveler muslim, kalau kamu mau makan terus tidak ketemu rumah makan yang ada label halalnya. Alternatifnya yah ke rumah makan vegan atau vegetarian, dan dicek juga dimenunya kalau mereka tidak menjual daging dalam bentuk apapun. Sempat sih saya pesan salah satu menu makanannya terus kayak dikasih sosis gitu, saya makan seperti tepung tapi tidak berasa daging. Nggak tahu itu apa, mungkin itu daging buatan mereka.

Berikut vlog saya tentang makanan halal di Mui Ne, Vietnam.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Terkadang saya tidak suka meng-update status atau poto secara langsung pada saat liburan ke media sosial. Sekarang saya sudah mulai risih kalau penghuni dunia maya (netijen) tahu saya lagi liburan kemana, saya cuma nggak tahan saja dengan komentar dan spekulasi mereka terhadap saya yang lagi liburan. Disangkanya saya liburan cuma menghabiskan uang yang banyak. Padahal saya liburan itu dengan budget yang sangat minim, walaupun suka kebablasan juga dengan budget tapi tidak terlalu ekstrim.

Fungsi saya online biasanya untuk google maps sebagai penunjuk arah ke tempat yang mau saya datangi. Dan saya buka media sosial pada saat mau tidur malam dengan sekilas saja. Kalo sudah dipenginapan saya menggunakan fasilitas wifi untuk menghemat kuota. Hehehehehe...

Jadi, selama saya lima hari di Bangkok - Thailand menggunakan sim card DTAC untuk Online. Pembelian secara random saja, karena saya melihat counter DTAC diserbu oleh siswa/i sekolah dari Singapore dan saya berasumsi kalo anak sekolahan itu pasti nyari yang murah dan bagus. Ya sudah, saya ikut antri untuk membelinya. :-)

Ternyata sim card-nya memang murah dan bagus, harga paket data beserta sim card-nya cuma 199 Bath selama 5 hari. Saya coba browsing tidak lelet dan menonton youtube tidak buffering, saya pribadi puas dengan layanannya.

Ini vlog review saya...


Share
Tweet
Pin
Share
8 comments
Ternyata ditempat saya menginap (Pratunam, Bangkok - Thailand) terdapat banyak restaurant atau pedagang makanan yang halal. Jadi saya tidak kesulitan untuk mencari makan, tapi karena saya low budget. Sedangkan harga makanan di restaurant halal itu cukup tinggi yaitu harga makanannya sekitaran seratusan Bath keatas dalam satu menu. Nah, budget saya harus mencari makanan halal dengan harga dibawah seratus Bath yang murah meriah dan enak...

Alhamdulilah saya ketemu, walaupun harus masuk kedalam gang dan pasar. Rasanya senang banget, seperti menemukan harta karun. Saya sempat was-was juga sebelum pergi ke Bangkok, apakah dihari raya kedua bakalan ada yang jualan makanan halal disana?!. Kekhawatiran saya musnah setelah saya berjalan dan masuk kedalam gang pasar menemukan spanduk yang bertuliskan "Muslim Food". #sujudsyukur

Hari pertama saya sampai di Bangkok pada hari Sabtu, nah dihari minggu-nya saya mau makan siang ketempat warung yang saya makan kemarin ternyata tutup, bukan mereka aja yang tutup tapi restaurant yang ada label halal-nya juga pada tutup. Saya tidak tahu pasti juga apakah setiap hari minggu warung - warung makanan halal pada tutup ?!. Saya pun kebingungan untuk mencari makan, padahal perut sudah keroncongan. 

Hari minggu itu rencananya saya mau pergi ke Chatuchak Market, tapi sebelum pergi kesana saya harus mengisi perut dulu. Setelah saya berjalan cukup jauh dari penginapan disekitaran daerah Pratunam, saya tidak menemukan restaurant atau warung makanan halal yang buka. Ada sih, waktu itu kebab tapi saya masih berusaha mencari nasi biar perut ini bisa terisi dengan kenyang. 

Menurut informasi yang saya dapat di dunia maya, didaerah Chatuchak Market ada warung yang jualan makanan halal. Dengan optimis saya langsung pergi ke daerah Chatuchak Market tanpa harus membuang waktu untuk mencari warung yang jualan makanan halal didaerah sekitaran Pratunam. Untuk cerita makanan halal di Chatuchak Market akan saya buat postingan tersendiri kedepannya. :-)

Ngomongin makanan halal di Bangkok, Thailand. Rasa makanannya itu cenderung manis dan tidak pedas. Karena saya tidak terlalu suka dengan makanan pedas jadi pesan yang manis - manis aja. Heheheheeheeee...

Saya nyobain makan Beef Fired Briyani yang harganya 50 Bath di Pasar Pratunam (warung yang ketemu dihari pertama). Nasi Briyani-nya berwarna kuning seperti nasi kuning kalo di Indonesia. Sedangkan daging sapinya terasa manis dan lembut, dengan lahapnya saya memakannya. Enak dan pas dilidah saya tapi porsinya tidak terlalu banyak seperti nasi bungkus padang. 

Saya mau kasih tips buat kamu, jadi kalo kamu makan siang jangan lupa sekalian beli makanan untuk malamnya. Jadi dibungkus aja menu satu porsi terus mampir ke hostel sebentar untuk meletakkan makanannya. Kalo jarak hostel sama tempat penjual makanannya tidak jauh yah...

Saya lakukan seperti itu setiap kali makan siang, saya akan bungkus satu porsi untuk makan malam. Karena saya punya pengalaman dihari pertama, saya pikir malam akan mudah lagi untuk mencari makanan halal ternyata susah. Warung yang saya datangi tadi siang sudah tutup dan akhirnya saya beli makanan instan yang dijual di Sevel (Seven Eleven). 

Nasi ikan fillet saya beli dengan hati yang sangat ragu dan galau, soalnya tidak ada label halalnya. Karena makanan instan yang sejenis ada daging babi-nya, pikiran saya positif aja karena yang saya beli ini kan nasi sama ikan fillet isinya. Kalo bahan-bahannya ada mengandung daging babi-nya "Allahu A'lam".

Hari berikutnya saya nyobain juga Beef Briyani dengan harga 60 Bath, kalo yang ini daging sapinya tidak dibakar tapi seperti dendeng batokok. Rasanya juga manis dan enak, sedangkan nasi briyani-nya berwarna kuning. Porsinya menurut saya pas (tidak banyak atau sedikit). 

Dan satu lagi saya nyobain juga Chicken Noodle Dry yang harganya 50 Bath, mienya seperti bihun dan dikasih suwiran ayam dengan tauge beserta cercahan kacang. Rasanya manis, dan saya coba taburkan sedikit bubuk cabe  yang disajikan diatas meja dan mencampurkannya dengan makanan saya. Yang awalnya rasanya masih manis berubah menjadi pedas banget. Padahal bubuk cabe yang saya taburkan cuma sedikit. -____-"

Begitulah pengalaman saya makan makanan halal yang enak dan murah di Pratunam Market, Bangkok - Thailand. Karena saya jarang makan sayur, jadi saya siasati dengan membeli buah2an potong atau jus segar yang dijual dipinggir jalan. Tubuh saya butuh serat biar tetap sehat. :-)

Dan lucunya, kalo saya masuk ke pasar kan pastinya banyak juga yang jualan daging babi bakar. Jadi, setiap kali saya lewat pasti tubuh saya bau dengan asap daging babi. T_____T *abang haram dek...*

Selama di Pratunam saya makan disatu warung saja, karena sudah cocok rasa makanannya dan kantong saya. :-)

Berikut vlog saya...




Share
Tweet
Pin
Share
35 comments
Penginapan yang murah dan nyaman berada di Lagoi - Bintan ini, bukanlah pertama kalinya saya menginap disana. Tetapi sudah yang kedua kalinya. Tidak ada perasaan yang berubah buat saya pada saat menginap disana. Tempatnya masih seperti yang dulu, nyaman dan tenang. Orang seperti saya yang tidak suka dengan keramaian sangat betah dengan lingkungan yang tenang.

Selain lingkungannya bersahabat untuk kita istirahat dengan tenang. Dan harganya pun masih terjangkau. Penginapan ini seperti rumah lengkap dengan furniture-nya, ada ruang keluarga, 3 kamar tidur, 2 kamar mandi dan 2 dapur yang lengkap dengan kitchen set-nya.

Kalau kita liburan rombongan bersama keluarga besar sangat cocok menginap disini. Atau bersama teman-teman, daripada kita share cost satu kamar ramai-ramai mendingan kita share cost satu apartment jatuhnya lebih murah. Dan kita bisa masak untuk menghemat budget makan. Heheheheheehe....

Saya rekomendasikan kamu untuk menginap disini karena daerah kawasan Lagoi untuk penginapan rada mahal. :-)

Yuk, langsung saja melihat vlog saya room tour Bintan Service Apartment di bawah ini.

Share
Tweet
Pin
Share
17 comments


Setiap jenis laptop diproduksi dengan fungsinya masing-masing yang bisa disesuaikan dengan keperluan Anda setiap hari. Misalnya saja laptop gaming yang dikhususkan bagi mereka pecinta berat game, dari namanya saja sudah beda. Tentunya desain, spesifikasi dan kemampuannya juga berbeda dengan jenis laptop pada umumnya. Semakin kesini semakin banyak produk laptop gaming terbaik yang dijual dipasaran, dari mulai merk A sampai dengan Z. Harga yang ditawarkan sendiri juga pasti berbeda-beda tergantung dari spek yang dibekali pada produk terbaru tersebut. Anda bisa menyesuaikan kepuasan Anda bermain dengan pilihan laptop yang tepat.

Harga yang mahal bukan penghalang bagi para gamer untuk mendapatkan sebuah kepuasan, mereka akan lebih senang membeli laptop mahal tetapi kualitas bagus dari pada laptop murah tetapi menghambat permainan. Tetapi sebagus apapun jenis media bermain yang Anda pilih tetap bisa saja mengalami masalah. Misalnya seperti mati tiba-tiba, cepat panas, tampilan tidak memuaskan ataupun lainnya yang mengganggu kenyamanan Anda. Untuk hal-hal tersebut sebenarnya bisa dihindari jika Anda mencoba untuk meningkatkan performa dari laptop Anda. Nah, berikut ini ada beberapa cara untuk bisa membuat laptop Anda bekerja lebih baik lagi yaitu:

1. Mengubah pengaturan grafik. 

Banyak game sekarang ini yang telah dilengkapi dengan kemampuan 3D supaya para gamers lebih terpuaskan dalam bermain, walaupun masih ada juga game yang dibuat dengan resolusi 2D. Nah, untuk meningkatkan penampilan tersebut Anda bisa melakukan perubahan pada pengaturan. Yang pertama dari mulai tekstur quality atau anisotropic filtering untuk mempertajam tekstur.

2. Pengaturan daya. 

Seperti yang diketahui sebuah laptop tetap bisa digunakan walaupun tanpa harus menancapkan charger. Tetapi hal itu tidak membuat aktivitas bermain Anda lebih nyaman karena seringnya laptop yang boros baterai. Walaupun sekarang ini banyak laptop gaming merk terbaik yang sudah dilengkapi dengan fitur switchable graphic yang membuat secara otomatis laptop mati jika tidak digunakan. Coba cek pada pengaturan GPU dan atur supaya performa lebih baik dengan pengaturan yang lebih tepat.

3. Gangguan aplikasi background berjalan. 

Tidak sedikit aplikasi berjalan yang mengganggu jalannya permainan game Anda, maka dari itu sebelum bermain Anda bisa pastikan terlebih dahulu apakah ada aplikasi yang berjalan yang dapat mengganggu, bisa matikan secara manual ataupun melalui CPU booster dan sejenisnya. Dengan begitu Anda akan lebih fokus untuk bermain game dengan waktu yang cukup lama.

4. Update driver. 

Performa game yang menurun bisa jadi disebabkan oleh kurang rajinnya pengguna dalam mengupdate drive graphic. Nah, jika Anda lebih sering untuk mengupdate drive Anda pastinya bisa meningkatkan performa lebih tinggi kurang lebih 20%. Beberapa brand juga telah menyediakan update drive terbaru yang bisa membantu Anda.

5. Pengaturan game. 

Selain melakukan pengecekan pada pengaturan laptop Anda, tidak ada salahnya Anda juga memperhatikan pengaturan pada game itu sendiri. Misalnya menurunkan kualitas tekstur display, atau Anda menginginkan resolusi yang terbaik dan lebih besar dan bisa juga lainnya.

Cara-cara diatas sepertinya tidak cukup sulit untuk membuat performa game Anda lebih baik dan lebih nyaman. Setiap orang sebenarnya mempunyai pengalaman sendiri-sendiri dalam bermain game dan kepuasan satu orang dengan orang lain pasti akan berbeda. Meskipun telah menggunakan laptop gaming terbaik dengan tipe yang sama. Itulah sedikit informasi mengenai pengaturan sebuah laptop gaming yang bisa membuat permainan Anda lebih nyaman.
Share
Tweet
Pin
Share
2 comments
Postingan kali ini saya mau berbagi resep masakan yang mudah untuk dibuat dan enak disantap. Ini resep racikan saya sendiri jadi kalo ada yang kurang atau gimana yah harap maklumin aja. :-p

*testimoni emak saya katanya enak lho...*

Anak kost pun bisa membuatnya karena bahan dan bumbunya mudah nggak ribet untuk ditemukan dan membelinya dipasar. Bahan dan bumbunya yang saya pake digunakan juga oleh sejuta umat dimuka bumi ini untuk memasak. Btw, ada satu bahan yang susah juga dinkz ditemui dan cuma ada didaerah tertentu. Cuma adanya di Provinsi Kepualaun Riau aja, yaitu Gonggong. 

Jadi, kemaren emak saya membeli gonggong Rp. 15.000 di pasar Tiban Centre, kata si emak sekilo cuma Rp. 25.000. Kalo untuk makan dirumah Rp.15.000 itu sudah cukuplah porsinya, lagian dirumah cuma saya saja yang makan gonggong. Kalo si emak cuma suka masakin aja buat saya...  #CintaEmak #AnakKesayanganEmak

Karena gonggongnya masih banyak tersisa, saya punya ide untuk membuat makaroni goreng seafood. Soalnya, dikulkas masih ada udang mentah sisa emak beli di pasar kemaren dan tidak habis untuk dimasak sebagai lauk. Gonggong yang sudah direbus, saya keluarin dagingnya dari cangkang.

Kornet, Udang dan Gonggong
 Kalo tidak ada gonggong ganti sama sotong juga enak.  Dan ini bahan - bahan lengkapnya :
  • Makaroni 
  • Setengah Siung Bawang Bombay
  • 2 Siung Bawang Putih
  • Garam Secukupnya
  • Gula Secukupnya
  • Brokoli
  • Kornet
  • 1 Butir Telor
  • Udang 
  • Gonggong
  • Minyak Goreng
  • Air Satu Gelas
  • Saos Tomat
  • Kecap Manis
Brokoli, Bawang Putih dan Bawang Bombay
Cara Membuatnya :
  1. Rebus makaroni hingga matang. Setelah matang tiriskan.
  2. Panaskan minyak goreng lalu tumis bawang bombay dan bawang putih yang sudah dicincang atau diiris sampai wangi.
  3. Masukan udang, gonggong dan kornet aduk hingga merata sampai semuanya matang.
  4. Masukan telor lalu aduk hingga merata biar tercampur sama bahan-bahan sebelumnya. Apabila telornya sudah matang masukan air satu gelas, kecap manis, saos tomat, garam dan gula secukupnya. Aduk semuanya hingga merata.
  5. Masukan makaroninya dan aduk hingga merata.
  6. Masukan brokolinya dan aduk hingga matang.
  7. Setelah semuanya semuanya  sudah masak dengan sempurna, makaroni seafood siap dihidangkan.


Bagaimana... Mudahkan membuatnya?!. Selamat mencoba... :-)

Makaroni Goreng Seafood



Share
Tweet
Pin
Share
3 comments
Older Posts

About me


Selamat datang,

Saya hanyalah manusia biasa dan blog ini adalah sepenggalan kisah tentang perjalanan hidup saya yang terekam dalam tulisan.

Salam hangat,

Chai Loekman

Follow Me

  • twitter
  • youtube
  • instagram

Labels

Apartement buku celoteh Film Hostel Hotel Interview jalan - jalan kuliner lomba musik Puisi review tips tukang poto

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2023 (3)
    • ▼  October 2023 (3)
      • Liburan ke Bali
      • Menonton Konser Tulus
      • Nuvasa Bay : Tempat Terbaik Untuk Membeli Aparteme...
  • ►  2022 (9)
    • ►  December 2022 (1)
    • ►  November 2022 (2)
    • ►  October 2022 (1)
    • ►  September 2022 (2)
    • ►  February 2022 (3)
  • ►  2021 (10)
    • ►  September 2021 (2)
    • ►  June 2021 (3)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  March 2021 (1)
  • ►  2020 (18)
    • ►  December 2020 (3)
    • ►  November 2020 (2)
    • ►  October 2020 (4)
    • ►  September 2020 (7)
    • ►  August 2020 (1)
    • ►  June 2020 (1)
  • ►  2019 (9)
    • ►  November 2019 (1)
    • ►  September 2019 (1)
    • ►  August 2019 (2)
    • ►  June 2019 (3)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  January 2019 (1)
  • ►  2018 (20)
    • ►  December 2018 (2)
    • ►  November 2018 (1)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (1)
    • ►  July 2018 (4)
    • ►  June 2018 (2)
    • ►  May 2018 (2)
    • ►  April 2018 (3)
    • ►  March 2018 (2)
    • ►  January 2018 (2)
  • ►  2017 (22)
    • ►  December 2017 (2)
    • ►  October 2017 (2)
    • ►  August 2017 (2)
    • ►  July 2017 (1)
    • ►  June 2017 (4)
    • ►  May 2017 (3)
    • ►  April 2017 (1)
    • ►  March 2017 (3)
    • ►  February 2017 (1)
    • ►  January 2017 (3)
  • ►  2016 (53)
    • ►  December 2016 (1)
    • ►  November 2016 (7)
    • ►  October 2016 (2)
    • ►  September 2016 (2)
    • ►  July 2016 (4)
    • ►  June 2016 (5)
    • ►  May 2016 (6)
    • ►  April 2016 (7)
    • ►  March 2016 (7)
    • ►  February 2016 (7)
    • ►  January 2016 (5)
  • ►  2015 (28)
    • ►  December 2015 (4)
    • ►  November 2015 (5)
    • ►  October 2015 (2)
    • ►  September 2015 (3)
    • ►  August 2015 (2)
    • ►  July 2015 (2)
    • ►  June 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  April 2015 (3)
    • ►  March 2015 (2)
    • ►  February 2015 (1)
  • ►  2014 (26)
    • ►  November 2014 (1)
    • ►  September 2014 (1)
    • ►  August 2014 (1)
    • ►  July 2014 (3)
    • ►  June 2014 (2)
    • ►  May 2014 (3)
    • ►  April 2014 (5)
    • ►  March 2014 (4)
    • ►  February 2014 (3)
    • ►  January 2014 (3)
  • ►  2013 (66)
    • ►  December 2013 (6)
    • ►  November 2013 (4)
    • ►  October 2013 (3)
    • ►  September 2013 (4)
    • ►  August 2013 (4)
    • ►  July 2013 (5)
    • ►  June 2013 (5)
    • ►  May 2013 (5)
    • ►  April 2013 (7)
    • ►  March 2013 (7)
    • ►  February 2013 (7)
    • ►  January 2013 (9)
  • ►  2012 (58)
    • ►  December 2012 (5)
    • ►  November 2012 (5)
    • ►  October 2012 (5)
    • ►  September 2012 (5)
    • ►  August 2012 (2)
    • ►  July 2012 (7)
    • ►  June 2012 (8)
    • ►  May 2012 (6)
    • ►  April 2012 (1)
    • ►  February 2012 (5)
    • ►  January 2012 (9)
  • ►  2011 (52)
    • ►  December 2011 (3)
    • ►  November 2011 (5)
    • ►  October 2011 (3)
    • ►  September 2011 (7)
    • ►  August 2011 (4)
    • ►  July 2011 (4)
    • ►  June 2011 (7)
    • ►  May 2011 (3)
    • ►  April 2011 (5)
    • ►  March 2011 (11)

Followers

Total Pageviews

Most Popular

  • Liburan ke Lagoi ala Rakyat Jelata
    Jamaah Oooooiiiii Jamaah… *dilempar jumrah berjamaah* Siapa sih yang nggak suka dengan liburan murah dengan budget minim tapi bisa mel...
  • Liburan Koper ala Ransel ke Pulau Bintan
    Liburan yang paling menyenangkan menurut gue adalah… liburan ala ransel tapi dapat fasilitas ala koper. :-P  Pada ngerti nggak maksu...
  • Hari Untuk Amanda (2010)
    Kegalauan hati Amanda (Fanny Fabriana) dalam menentukan pilihan hatinya pada saat mau menikah 10 hari lagi sangat manis sekali untu...
  • Nyanyian Terakhir Sang Idola
    Wahai... Pemilik nyawaku Betapa lemah diriku ini Berat ujian dariMu Kupasrahkan semua padaMu "Muhasabah Cinta" ~ Iqbal Rois K...
  • Belajar Moto
    Gue sekarang lagi tertarik dengan dunia fotography. Maklum, yang dulunya suka poto-poto narsis bin najis ala lebay bin jijay. Sekarang lebih...

Community

Community
Member of Blogger Kepri

Created with by BeautyTemplates