CAPCHAI

Pages

  • About Me
  • FRIEND'S
  • Contact


Saya cobain makan mie instan halal dari Korea Selatan yang diproduksi oleh Segye Foods. Gara - Gara pandemi ini saya sering sekali menonton drama korea, drama - drama tersebut suka menggambarkan mereka makan bersama. Dan makanan - makanannya menggoda hati saya, mereka itu kalau masak mie instan selalu langsung makan dari priuknya. Terus tidak lupa makan dengan kimchi, kalau kimchi sih saya belum pernah coba sama sekali.

Mie instan dari Korea Selatan ini porsinya lebih besar daripada mie instan buatan dalam negeri. Benaran kenyang kalau kita makan sendiri, untuk berdua sih pas porsinya. Dan mienya itu cepat mengembang karena mienya meresap kuahnya. Jadi saya saranin kalau kamu makan mie instan berkuah jangan nunggu hingga dingin sekali, panas - panas hangat kuku enak dimakannya.

Oiya, mie instan yang saya beli rasa beef mushroom ramyun, kuahnya berasa banget daging sama jamurnya. Jadi tidak usah kita tambahin kecap atau sauce lagi karena rasa kuahnya sudah kaya akan bumbu - bumbunya. 

Saya masak mienya tambah kan brokoli, jamur, telur dan udang biar ada nila gizinya juga. Heheheheehee.... Masak mie instannya juga gampang banget, tinggal masak air kurang lebih 500 ml sampai mendidih. Masukan mie dan bumbunya biarkan hingga 4 - 5 menit. Seperti itu sih intruksi dari kemasannya.

Harganya Rp.9.500/bungkus saya beli di Mini Market dekat rumah. Tidak lupa juga saya bikin konten buat vlognya juga. Ditonton yah... Dibawah ini linknya. Terima kasih...



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Mencari makanan halal di Negara mayoritas muslim itu susah - susah gampang. Seperti perjalanan saya lebaran idul fitri tahun ini (2019) ke Vietnam. Ada, tapi tidak banyak. Apalagi benar-benar yang ada label halalnya. Saya cuma ketemu Rumah Makan India yang menunya kebanyakan campuran kari. Sedangkan untuk mencari makanan melayu tidak ketemu.

Untuk mensiasatinya, saya mencari makanan vegan atau vegetarian yang lumayan banyak keberadaannya di Vietnam. Tapi kita harus hati-hati juga yah, saya ketemu Rumah Makan Vegan atau vegetarian tapi menjual daging babi dimenunya. -___-"

Bukan hanya itu saja, saya ketemu juga rumah makan yang ada label halalnya pun menjual minuman yang mengandung alkohol atau  bir. Duh, mereka mencari duit kok segitunya yah... :-(

Makanan vegan atau vegetarian di Kota Mui Ne (Vietnam) cocok sekali dengan lidah saya. Jadi, saya sudah nyaman aja untuk makanan di Vietnam. Dan kalau kita makan di rumah makan disana dapat welcome drink bisa berupa air putih atau teh tawar. Awalnya saya bingung, ketika lagi menunggu pesanan makanan saya datang. Tiba - Tiba pelayannya kasih minuman yang berwarna kuning. Mana mukanya lempeng aja gitu dan tidak mengerti bahasa inggris. Saya tunjuk ke gelas minuman yang dia kasih, terus dijawabnya "Tea", kirain saya dikasih bir. :-D

Sepertinya, warga Vietnam itu suka sekali dengan sayur-sayur mentah atau lalapan. Bayangkan saja, saya pesan menunya aja sudah nasi goreng campur dengan sayur-sayuran ditambah lagi dikasih lalapan sama mereka. Bukan saya aja, teman saya yang pesan makanan berkuah aja dikasih juga satu piring lalapan sebagai tambahannya. :-)

Jadi buat kamu traveler muslim, kalau kamu mau makan terus tidak ketemu rumah makan yang ada label halalnya. Alternatifnya yah ke rumah makan vegan atau vegetarian, dan dicek juga dimenunya kalau mereka tidak menjual daging dalam bentuk apapun. Sempat sih saya pesan salah satu menu makanannya terus kayak dikasih sosis gitu, saya makan seperti tepung tapi tidak berasa daging. Nggak tahu itu apa, mungkin itu daging buatan mereka.

Berikut vlog saya tentang makanan halal di Mui Ne, Vietnam.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Selamat Tahun Baru 2019 buat semuanya...

Postingan ini adalah postingan perdana saya di Tahun 2019, senang rasanya kalau saya bisa memberikan energi positif kepada pembaca blog ini melalui postingan saya yang berisi informasi yang berguna. :-)

Diawal tahun 2019 ini saya sudah menemukan tempat tongkrongan yang nyaman dan asyik buat berkumpul bersama teman atau keluarga. Tenang, harga makanan dan minumannya pun juga bersahabat dengan kantong atau dompet. Jadi, tidak perlu khawatir dan tempatnya pun dekat dengan pusat kota. Bagaimana, Penasaran kan ?!. Nama cafenya yaitu "Double N Coffee" yang berlokasi di Ruko Kepri Mall (depannya Hotel Eska).

Sabtu kemaren (12/01/2019), saya diundang untuk pembukaan cafenya. Dan mencicipi juga minuman dan makanan yang tersaji didalam buku menu mereka. Enaknya lagi, cafe ini tidak mengikuti jadwal operasional Mallnya dan memiliki jadwal operasional sendiri. Yaitu buka jam delapan pagi dan tutup jam dua belas malam. Dan uniknya lagi, cafe ini bakalan tutup setiap hari kamis.  

Kata pemiliknya cafe ini juga butuh istirahat, bukan manusia aja tapi tempat juga perlu istirahat. Kasihan juga tempatnya, kalau tidak istirahat bakalan setiap hari dikunjungi sama manusia tanpa henti. :-)

Tempatnya juga instagramable banget, jadi buat kamu yang hobinya berpoto ria bakalan senang untuk unggah ke media sosial. Saya rekomendasikan cafe ini ke kamu untuk dijadikan tempat nongkrong bersama teman - teman sepermainan.   


 


Kopi yang disajikan asli dari Indonesia yang bahan bakunya langsung dari petani kopi lereng gunung arjuna, Jawa Timur. Jenis  kopinya robusta, arabica, gayo, toraja dan lain-lain. Untuk range harga  minuman kopinya antara Rp.20.000 - Rp.35.000. Sedangkan harga makanannya sekitaran Rp.15.000 - Rp.20.000.

Oiya, arti dari nama cafenya "Double N" itu maksudnya adalah nama dari kedua anak pemilik cafe yaitu Naya dan Naka. Dan mereka memiliki tiga orang barista yang ditraining mulai dari nol...  

Jadi, kalau kamu kelaparan dan butuh tempat nongkrong habis nonton di Mallnya. Ya udah, ke Cafe Double N Coffee aja. 

Yuk diintip cafe "Double N Coffee":

Double N Coffee
Ruko Kepri Mall No. 52 (Depan Hotel Eska)
Jam Operasional : 08.00 - 24.00 WIB
IG : https://www.instagram.com/double_n.coffee
Share
Tweet
Pin
Share
4 comments
Saya suka melihat barang - barang yang dijual di Chatuchak Market, Bangkok - Thailand. Barang dagangan yang dijual cukup kreatif dan lumayan lengkap. Mulai dari baju, asesoris, kosmetik, makanan sampai cendramata pun dijual disana. Jadi, raga saya tidak merasa capek saat menelurusi kawasan Chatuchak Market yang cukup luas. 

Masalah belanja saya masih bisa rem dan mengontrol diri untuk tidak membeli barang - barang yang menurut saya belum dibutuhkan. Walaupun godaan itu sangat besar karena barang jualannya cukup menarik perhatian saya. Lagian ransel saya sudah penuh dengan titipan barang belanjaan teman.

Ini kali keduanya saya ke Chatuchak Market, pertama kali pada tahun 2014. Berasa banget bagi saya dengan perubahan transportasi yang ada di Bangkok, dulu saya dari Terminal Bus Mo Chit jalan kaki kesana. Sekarang, saya menggunakan BTS dari penginapan untuk sampai kesana.

Jualan makanan disini cukup banyak dan beraneka macam. Tapi bagi kita yang muslim cukup berhati - hati juga. Kadang makanan seperti seafood suka berdampingan dengan daging babi sehingga membuat saya tidak menjadi membelinya. 

Mencari makanan halal di Chatuchak Market tidak lah terlalu sulit untuk saat ini. Karena, lumayan banyak juga. Kalo saya mencari informasi di dunia maya, kebanyakan bilang yang jualan makanan halal dekat dengan tower jam Chatuchak. Saya sempat mau kesana tapi tidak jauh saya berjalan dari BTS dan masuk ke kawasan Chatuchak, saya menemukan spanduk yang menjual makanan halal. Alhamdulilah, perut memang perlu diisi karena belum ketemu nasi.

*baca juga makanan halal di Patunam Market*

Untuk mencarinya, saya buat patokannya Tower Toilet Nomor 3 terus diseberangnya ada spanduk yang bertuliskan "Muslim Food". Nah, kamu tinggal mengikuti arah petunjuknya saja. Karena tidak terlalu jauh masuk kedalam kiosnya.

Masakannya seperti masakan rumahan yang dijual di Warteg. Kita tinggal milih mau makan apa terus pelayannya yang mengambilkan. Waktu itu saya pesan nasi dengan ikan goreng dan sayur daun ubi yang dicampur dengan kerang. Cita rasa masakannya sih Indonesia banget, harganya 60 Bath. Dan saya pesan lagi nasi dengan ayam goreng yang dibungkus untuk makan malam saya dipenginapan, harganya 70 Bath.

Chatuchak Market ini buka cuma diakhir pekan saja, jadi kalo kamu datang ke Bangkok pas diakhir pekan saya saranin kamu mampir kesini untuk belanja karena harganya juga lumayan murah. :-)

Berikut Vlog saya...


Share
Tweet
Pin
Share
19 comments
Ternyata ditempat saya menginap (Pratunam, Bangkok - Thailand) terdapat banyak restaurant atau pedagang makanan yang halal. Jadi saya tidak kesulitan untuk mencari makan, tapi karena saya low budget. Sedangkan harga makanan di restaurant halal itu cukup tinggi yaitu harga makanannya sekitaran seratusan Bath keatas dalam satu menu. Nah, budget saya harus mencari makanan halal dengan harga dibawah seratus Bath yang murah meriah dan enak...

Alhamdulilah saya ketemu, walaupun harus masuk kedalam gang dan pasar. Rasanya senang banget, seperti menemukan harta karun. Saya sempat was-was juga sebelum pergi ke Bangkok, apakah dihari raya kedua bakalan ada yang jualan makanan halal disana?!. Kekhawatiran saya musnah setelah saya berjalan dan masuk kedalam gang pasar menemukan spanduk yang bertuliskan "Muslim Food". #sujudsyukur

Hari pertama saya sampai di Bangkok pada hari Sabtu, nah dihari minggu-nya saya mau makan siang ketempat warung yang saya makan kemarin ternyata tutup, bukan mereka aja yang tutup tapi restaurant yang ada label halal-nya juga pada tutup. Saya tidak tahu pasti juga apakah setiap hari minggu warung - warung makanan halal pada tutup ?!. Saya pun kebingungan untuk mencari makan, padahal perut sudah keroncongan. 

Hari minggu itu rencananya saya mau pergi ke Chatuchak Market, tapi sebelum pergi kesana saya harus mengisi perut dulu. Setelah saya berjalan cukup jauh dari penginapan disekitaran daerah Pratunam, saya tidak menemukan restaurant atau warung makanan halal yang buka. Ada sih, waktu itu kebab tapi saya masih berusaha mencari nasi biar perut ini bisa terisi dengan kenyang. 

Menurut informasi yang saya dapat di dunia maya, didaerah Chatuchak Market ada warung yang jualan makanan halal. Dengan optimis saya langsung pergi ke daerah Chatuchak Market tanpa harus membuang waktu untuk mencari warung yang jualan makanan halal didaerah sekitaran Pratunam. Untuk cerita makanan halal di Chatuchak Market akan saya buat postingan tersendiri kedepannya. :-)

Ngomongin makanan halal di Bangkok, Thailand. Rasa makanannya itu cenderung manis dan tidak pedas. Karena saya tidak terlalu suka dengan makanan pedas jadi pesan yang manis - manis aja. Heheheheeheeee...

Saya nyobain makan Beef Fired Briyani yang harganya 50 Bath di Pasar Pratunam (warung yang ketemu dihari pertama). Nasi Briyani-nya berwarna kuning seperti nasi kuning kalo di Indonesia. Sedangkan daging sapinya terasa manis dan lembut, dengan lahapnya saya memakannya. Enak dan pas dilidah saya tapi porsinya tidak terlalu banyak seperti nasi bungkus padang. 

Saya mau kasih tips buat kamu, jadi kalo kamu makan siang jangan lupa sekalian beli makanan untuk malamnya. Jadi dibungkus aja menu satu porsi terus mampir ke hostel sebentar untuk meletakkan makanannya. Kalo jarak hostel sama tempat penjual makanannya tidak jauh yah...

Saya lakukan seperti itu setiap kali makan siang, saya akan bungkus satu porsi untuk makan malam. Karena saya punya pengalaman dihari pertama, saya pikir malam akan mudah lagi untuk mencari makanan halal ternyata susah. Warung yang saya datangi tadi siang sudah tutup dan akhirnya saya beli makanan instan yang dijual di Sevel (Seven Eleven). 

Nasi ikan fillet saya beli dengan hati yang sangat ragu dan galau, soalnya tidak ada label halalnya. Karena makanan instan yang sejenis ada daging babi-nya, pikiran saya positif aja karena yang saya beli ini kan nasi sama ikan fillet isinya. Kalo bahan-bahannya ada mengandung daging babi-nya "Allahu A'lam".

Hari berikutnya saya nyobain juga Beef Briyani dengan harga 60 Bath, kalo yang ini daging sapinya tidak dibakar tapi seperti dendeng batokok. Rasanya juga manis dan enak, sedangkan nasi briyani-nya berwarna kuning. Porsinya menurut saya pas (tidak banyak atau sedikit). 

Dan satu lagi saya nyobain juga Chicken Noodle Dry yang harganya 50 Bath, mienya seperti bihun dan dikasih suwiran ayam dengan tauge beserta cercahan kacang. Rasanya manis, dan saya coba taburkan sedikit bubuk cabe  yang disajikan diatas meja dan mencampurkannya dengan makanan saya. Yang awalnya rasanya masih manis berubah menjadi pedas banget. Padahal bubuk cabe yang saya taburkan cuma sedikit. -____-"

Begitulah pengalaman saya makan makanan halal yang enak dan murah di Pratunam Market, Bangkok - Thailand. Karena saya jarang makan sayur, jadi saya siasati dengan membeli buah2an potong atau jus segar yang dijual dipinggir jalan. Tubuh saya butuh serat biar tetap sehat. :-)

Dan lucunya, kalo saya masuk ke pasar kan pastinya banyak juga yang jualan daging babi bakar. Jadi, setiap kali saya lewat pasti tubuh saya bau dengan asap daging babi. T_____T *abang haram dek...*

Selama di Pratunam saya makan disatu warung saja, karena sudah cocok rasa makanannya dan kantong saya. :-)

Berikut vlog saya...




Share
Tweet
Pin
Share
35 comments
Ogura Kurma

Hari minggu (07/05/2018) kemarin, saya diundang oleh Batam Ogura untuk menghadiri peluncuran varian terbaru mereka edisi Ramadan yaitu Ogura Kurma. Antusias masyarakat Kota Batam cukup ramai berkunjung ke outlet Batam Ogura yang terletak di Komplek Lumbung Rezeki Blok D No. 02, Nagoya - Batam. Ogura kurma ini cuma ada dibulan Ramadan saja dan beruntungnya saya sempat tester cake kekinian khas Kota Batam yang varian terbaru ini. Rasanya enak, kurmanya terasa dan tidak terlalu manis. Pas dilidah saya saat memakannya. :-)




Batam Ogura mendatangkan artis ibukota untuk memeriahkan acara tersebut, yaitu Irwansyah dan Zaskia Sungkar. Selain itu, ada diskon 20% untuk pembelian cake all varian pada saat itu juga. Dan kamu bisa berpoto bareng artisnya juga karena mereka yang melayani pembeli. Saya beruntung memiliki akses khusus untuk berpoto sama mereka jadi tidak harus berdesakan atau berebut sama pembeli yang lain. Hehehehehehe....



Jadi kue Ogura ini berbahan dasar cream cheese, tepung dan gula yang diolah melalui cara au bainmarie (dioven dengan menggunakan air) sehingga menciptakan cake yang lembut dan ditaburi dengan bubuk perasa sesuai varian. Jadilah cake ini dengan tampilan yang sangat menarik. Macam - macam variannya adalah Black Oreo, Tiramisu, Chocolate, Red Velvet, Green Tea, Durian dan Cheese.


Dan kamu bisa membeli Kue Ogura sebagai kue kekinian untuk dijadikan oleh - oleh di: 

  • Outlet Utama :  Komplek Lumbung Rezeki Blok D No.2, Nagoya (deretan Bank Panin Nagoya)
  • Pop Up Store Panbil Mall (lantai dasar dekat escalator)
  • Outlet Bandara Hang Nadim (area keberangkatan, sebelah alfamart)
  • Pop Up Store Fanindo : Plaza Fanindo (lantai dasar depan mini market Serba Indah)
Mau nonton keseruhan peluncurannya ?! Nonton video saya dibawah ini :


Share
Tweet
Pin
Share
14 comments
Older Posts

About me


Selamat datang,

Saya hanyalah manusia biasa dan blog ini adalah sepenggalan kisah tentang perjalanan hidup saya yang terekam dalam tulisan.

Salam hangat,

Chai Loekman

Follow Me

  • twitter
  • youtube
  • instagram

Labels

Apartement buku celoteh Film Hostel Hotel Interview jalan - jalan kuliner lomba musik Puisi review tips tukang poto

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2023 (3)
    • ▼  October 2023 (3)
      • Liburan ke Bali
      • Menonton Konser Tulus
      • Nuvasa Bay : Tempat Terbaik Untuk Membeli Aparteme...
  • ►  2022 (9)
    • ►  December 2022 (1)
    • ►  November 2022 (2)
    • ►  October 2022 (1)
    • ►  September 2022 (2)
    • ►  February 2022 (3)
  • ►  2021 (10)
    • ►  September 2021 (2)
    • ►  June 2021 (3)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  March 2021 (1)
  • ►  2020 (18)
    • ►  December 2020 (3)
    • ►  November 2020 (2)
    • ►  October 2020 (4)
    • ►  September 2020 (7)
    • ►  August 2020 (1)
    • ►  June 2020 (1)
  • ►  2019 (9)
    • ►  November 2019 (1)
    • ►  September 2019 (1)
    • ►  August 2019 (2)
    • ►  June 2019 (3)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  January 2019 (1)
  • ►  2018 (20)
    • ►  December 2018 (2)
    • ►  November 2018 (1)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (1)
    • ►  July 2018 (4)
    • ►  June 2018 (2)
    • ►  May 2018 (2)
    • ►  April 2018 (3)
    • ►  March 2018 (2)
    • ►  January 2018 (2)
  • ►  2017 (22)
    • ►  December 2017 (2)
    • ►  October 2017 (2)
    • ►  August 2017 (2)
    • ►  July 2017 (1)
    • ►  June 2017 (4)
    • ►  May 2017 (3)
    • ►  April 2017 (1)
    • ►  March 2017 (3)
    • ►  February 2017 (1)
    • ►  January 2017 (3)
  • ►  2016 (53)
    • ►  December 2016 (1)
    • ►  November 2016 (7)
    • ►  October 2016 (2)
    • ►  September 2016 (2)
    • ►  July 2016 (4)
    • ►  June 2016 (5)
    • ►  May 2016 (6)
    • ►  April 2016 (7)
    • ►  March 2016 (7)
    • ►  February 2016 (7)
    • ►  January 2016 (5)
  • ►  2015 (28)
    • ►  December 2015 (4)
    • ►  November 2015 (5)
    • ►  October 2015 (2)
    • ►  September 2015 (3)
    • ►  August 2015 (2)
    • ►  July 2015 (2)
    • ►  June 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  April 2015 (3)
    • ►  March 2015 (2)
    • ►  February 2015 (1)
  • ►  2014 (26)
    • ►  November 2014 (1)
    • ►  September 2014 (1)
    • ►  August 2014 (1)
    • ►  July 2014 (3)
    • ►  June 2014 (2)
    • ►  May 2014 (3)
    • ►  April 2014 (5)
    • ►  March 2014 (4)
    • ►  February 2014 (3)
    • ►  January 2014 (3)
  • ►  2013 (66)
    • ►  December 2013 (6)
    • ►  November 2013 (4)
    • ►  October 2013 (3)
    • ►  September 2013 (4)
    • ►  August 2013 (4)
    • ►  July 2013 (5)
    • ►  June 2013 (5)
    • ►  May 2013 (5)
    • ►  April 2013 (7)
    • ►  March 2013 (7)
    • ►  February 2013 (7)
    • ►  January 2013 (9)
  • ►  2012 (58)
    • ►  December 2012 (5)
    • ►  November 2012 (5)
    • ►  October 2012 (5)
    • ►  September 2012 (5)
    • ►  August 2012 (2)
    • ►  July 2012 (7)
    • ►  June 2012 (8)
    • ►  May 2012 (6)
    • ►  April 2012 (1)
    • ►  February 2012 (5)
    • ►  January 2012 (9)
  • ►  2011 (52)
    • ►  December 2011 (3)
    • ►  November 2011 (5)
    • ►  October 2011 (3)
    • ►  September 2011 (7)
    • ►  August 2011 (4)
    • ►  July 2011 (4)
    • ►  June 2011 (7)
    • ►  May 2011 (3)
    • ►  April 2011 (5)
    • ►  March 2011 (11)

Followers

Total Pageviews

Most Popular

  • Liburan ke Lagoi ala Rakyat Jelata
    Jamaah Oooooiiiii Jamaah… *dilempar jumrah berjamaah* Siapa sih yang nggak suka dengan liburan murah dengan budget minim tapi bisa mel...
  • Liburan Koper ala Ransel ke Pulau Bintan
    Liburan yang paling menyenangkan menurut gue adalah… liburan ala ransel tapi dapat fasilitas ala koper. :-P  Pada ngerti nggak maksu...
  • Hari Untuk Amanda (2010)
    Kegalauan hati Amanda (Fanny Fabriana) dalam menentukan pilihan hatinya pada saat mau menikah 10 hari lagi sangat manis sekali untu...
  • Nyanyian Terakhir Sang Idola
    Wahai... Pemilik nyawaku Betapa lemah diriku ini Berat ujian dariMu Kupasrahkan semua padaMu "Muhasabah Cinta" ~ Iqbal Rois K...
  • Belajar Moto
    Gue sekarang lagi tertarik dengan dunia fotography. Maklum, yang dulunya suka poto-poto narsis bin najis ala lebay bin jijay. Sekarang lebih...

Community

Community
Member of Blogger Kepri

Created with by BeautyTemplates