CAPCHAI

Pages

  • About Me
  • FRIEND'S
  • Contact
Sumber : https://www.goodreads.com
Saya suka dengan isi cerita karya terbarunya Andrea Hirata yaitu Sirkus Pohon. Ceritanya tentang orang-orang kampung dengan kehidupan yang sederhana. Kata beliau, gaya penulisannya diambil dari gaya orang melayu bercerita. Buku ini belum saya baca sampai tamat, sengaja saya irit membacanya perhari cuma beberapa lembar halaman saja. Karena dengan membaca buku ini, saya bisa terhanyut dan larut dalam benak ruang imajinasi saya ke dalam suasana cerita dan tokoh-tokohnya. Sehingga tidak mau berpisah secepatnya dengan mereka.

Yah, beberapa hari ini dalam benak ruang imanjinasi saya dihidupkan dengan cerita yang dibuat oleh beliau. Dan saya juga merasa ikut menemani perjalanan kehidupan mereka yang sedang terjadi dari tokoh-tokoh yang ada didalam buku ini. Saya akan merasa kehilangan apabila segera menyelesaikan membaca buku ini. Tepatnya belum siap untuk ditinggalkan sama mereka. #aih 

Andrea Hirata pintar sekali meracik cerita sehingga bisa membuat pembaca bukunya seketika berubah emosi. Terkadang kita dibuatnya tertawa dengan guyonan khas kekampungannya dan dalam sekejap bisa membuat emosi kita berubah menjadi sedih. Saya tidak sengaja menemukan novel ini dirak Toko Buku Gramedia BCS - Batam. Waktu itu saya sengaja meniatkan untuk datang ke Toko Buku karena minat membaca saya saat ini lagi turun drastis. Buku ini banyak dipajang dan saya niatkan untuk membelinya.

Saya sudah lama tidak mengikuti perkembangan berita tentang si penulis, maksudnya saya tidak mengikuti lagi beliau akan mengeluarkan karya terbaru apa kedepannya. Buku yang terakhir saya baca dari karangan beliau yaitu Ayah, itu pun sudah dua tahun silam.

Dan saya tidak tahu akhir dari cerita buku Sirkus Pohon ini akan seperti apa. Belum ketebak sama saya akan berujung kemana ceritanya. Yah, saya menikmati sekali membaca buku ini. Walaupun penasaran juga. Adakah kamu yang sudah atau lagi membaca buku Sirkus Pohon ini ?!.




Share
Tweet
Pin
Share
15 comments
Cuaca di Batam lagi panas banget, sepanjang hari saya merasa gerah. Pernah hujan tapi hanya gerimis sebentar. Dan kemudian sang surya pun tiap hari dengan gagah memancarkan sinarnya ke bumi membuat saya menjadi meleleh... -________-" #KipasinKetek

Dan saya pun harus kreatif mencari tempat yang adem... Iya, tempat yang adem seperti dihatimu. #eaaa

*abaikan intermezo basi diatas*

Akhir - Akhir ini saya suka sekali menikmati senja. Rumah saya tidak terlalu jauh dari pantai, jadi setiap sore saya bisa menatap senja dari tepi laut. Yang saya suka dari senja adalah ketika gradasi langit yang berwarna biru berubah menjadi jingga dan perlahan senja itu pun mulai turun menutup sore hari ini. Menikmati keindahan alam yang sederhana seperti ini saja sudah membuat saya bahagia. :-)

Biasanya saya menikmati senja ditepi laut, sekarang saya mencoba menikmati senja dari atas tower Masjid Jabal Arafah. Tempatnya adem banget, sambil menanti senja saya gunakan waktu untuk membaca buku. Dan buku yang saya bawa waktu itu "Selimut Debu" karya Agustinus Wibowo.

Saya lebih suka cerita dibuku keduanya yaitu "Garis Batas", karena ceritanya melompat-lompat dari satu negara ke negera lain yang berada di Asia Tengah. Membuat saya tidak bosan untuk membacanya, sedangkan "Selimut Debu" cuma berada di Afghanistan. 

Masjid Jabal Arafah ini letaknya di Nagoya - Batam, persis disebelahnya Nagoya Hill. Jadi buat kamu yang berada diluar Batam dan  lagi berkunjung ke Batam Masjid ini wajib untuk kamu kunjungi sebagai wisata religi. 

Masjidnya nyaman banget dan perpustakaannya suka saya kunjungi. Untuk menaiki ke atas tower masjid, dewasa dikenakan biaya Rp.5000/orang sedangkan anak-anak cuma Rp. 3000/anak. Diatas tower tempatnya adem banget karena tempatnya tertutup, ber-AC (makanya adem) dan ada beberapa kursi dan meja panjang disepanjang sudutnya.

Pemandangan yang terlihat adalah daerah nagoya dan sekitarnya. Dan kamu juga bisa pergi ke Outdoor  atau daerah luar tower Masjid Jabal Arafah, tinggal kamu menaiki tangga keatas untuk pergi ke outdoor atau daerah luar. Didaerah luar tower anginnya kencang banget, dan saya lebih nyaman berada didalam aja. *mengademkan ketiak*















Pengunjung lumayan rame diakhir pekan dan kemaren sang senja nggak kelihatan karena ketutup sama awan... :-D 

Tower masjid jabal arafah ini adalah salah satu tempat wisata alternatif untuk kamu kunjungi yang berada dikota Batam.  Kalo malam juga lebih oke pemadangannya... :-)




Share
Tweet
Pin
Share
5 comments
Buku apakah yang sedang kamu baca ? Kalo saya lagi membaca buku "Ayah" karangan Andrea Hirata. Buku "Ayah" sudah lama sekali saya membelinya disalah satu toko buku yang berada dikota Batam. Setelah membelinya, saya abaikan buku ini didalam lemari buku. Dan bukunya masih tersampul plastik, bahkan harganya pun masih menempel. Belum pernah saya menyentuhnya sama sekali.

Karena masih ada beberapa buku yang belum saya tuntaskan untuk membacanya. Iya, saya suka begitu orangnya. Selalu tergoda untuk membeli buku kalo lagi berkunjung ke toko buku, padahal masih ada buku yang belum selesai dibaca. Yang penting punya dulu bukunya, urusan mau dibaca bukunya kapan mah itu belakangan aja. Daripada nyesel nanti stock bukunya habis kan menteman ?! -_______-" 

Terkadang saya suka membaca buku secara paralel, maksudnya saya membaca beberapa judul buku dalam satu waktu. Kalo saya bosan membaca buku "A", saya mencoba membaca buku "B" untuk menghilangkan jenuh pada cerita dibuku "A", begitu juga dibuku "B" sudah bosan dengan ceritanya dan masih banyak halaman yang belum tuntas untuk dibaca. Saya beralih ke buku "C", yang ada PR membacanya makin banyak. Dan ceritanya semakin aneh saja pada saat saya membacanya. Terkadang suka bercampur aduk didalam pikiran saya cerita dibuku "A", "B" dan "C".  #toengtoeng

Saya tahu cara diatas sangat  sesat, bukan menyelesaikan satu bacaan dulu malah nambah beban membacanya. Tapi, boleh dinkz kamu coba membaca buku secara paralel seperti saya diatas biar merasakan sensasinya juga. :-p

Genre buku yang saya baca biasanya buku lokal dan itu pun ceritanya yang ringan saja. Belum berani baca buku yang temanya berat, apalagi halamannya yang tebal. Karena saya membaca buku hanya untuk mengisi waktu senggang. Dulu pulang kerja didalam mobil karyawan saya selalu membaca buku untuk mengisi waktu luang jarak dari kantor sampai ke rumah. Kan dari pada saya bengong doang didalam mobil mending saya baca buku. :-)

Saya orangnya tidak memiliki target untuk menyelesaikan bacaan dalam satu buku. Yah, terkadang rasa bosan membaca itu pasti ada. Tapi ya sudahlah, nikmati aja kapan mood membaca saya mulai naik lagi. Pernah tuh, buku tipis yang cuma seratus lebih sedikit halamannya. Saya membacanya butuh waktu berminggu-minggu untuk  menyelesaikan membacanya. :-D

Ada juga buku yang hampir setahun saya menyelesaikan membacanya... Karena saya bosan dengan ceritanya, jadi dibaca beberapa halaman terus sudah merasa bosan sama ceritanya. Didiamin dulu beberapa hari, lanjut baca lagi beberapa halaman. Masih juga merasa bosan dengan ceritanya yah tunggu dapat hidayah lagi untuk membacanya. Begitu aja terus sampai lebaran monyet. Eh tapi, saya selalu menyelesaikan membaca bukunya apa yang sudah saya baca. Kalo tidak mentuntaskannya berasa ada beban hutang dalam hidup. Yah, walaupun hampir setahun juga saya menyelesaikan membaca bukunya. Yang penting menyelesaikan apa yang telah saya mulai. :-)

Hobby membaca buku datang setelah saya mulai bekerja. Iya, pada saat sudah punya uang dari hasil keringat sendiri dan bebas mau membeli buku yang diinginkan. Kalo dulu masih jaman sekolah mah masih malas membaca buku, lihat buku pelajaran aja sudah eneg. Apalagi membaca buku yang lain....

Kalo penulis favorit saya tidak punya, karena setiap penulis memiliki ciri khas atau karakter tersendiri. Terkadang saya suka sama si penulis "A" dibuku "B", eh pas si penulis "A" meluncurkan bukuya yang baru yaitu buku "C" kok tidak sebagus seperti buku "B". Makanya saya suka kecewa sendiri kalo sudah begitu. Jadi, ya sudahlah... Tapi saya tetap mengikuti karya-karya si penulis "A". 

Ini ada beberapa koleksi buku saya dari penulis yang sama...

Dapatin buku ini susah-susah gampang, baru 2 buku yang kebaca 2 yang lain belum.

Gara2 nonton film TFIOS dulu baru penasaran sama bukunya.

Tinggal judul buku ayah yang belum dibaca sampai tuntas. #onprogress


Beli buku ini karena nonton pilemnya yang nemu dirental VCD/DVD.
Masih ada beberapa buku lagi, tapi malas untuk dipoto. *yaeyalah... malas keluarin terus rapiin lagi*

Saya juga rajin bawa buku kemana-mana, soalnya pengen cepat menyelesaikan bacaannya. Biar lunas hutang membacanya... :-)

Sekarang saya memiliki tempat favorit untuk membaca buku, untung daerah pemukiman saya tidak terlalu jauh dengan laut. Biasanya setiap sore saya ke tepi laut hanya untuk membaca buku beberapa halaman sambil menyaksikan senja dan dengarin deburan ombak. Oh, nikmat TUHAN mana yang kau dustakan chai....

Dulu pernah sih saya terbesit untuk jadi penulis buku, tapi setelah tahu ada proses panjang yang berliku-liku untuk menerbitkan buku. Jadi, ya sudahlah... Jadi penulis blog aja. Kan sama-sama jadi penulis cuma beda wadah. :-p #huft #helanapas #mimpiyangmasihmenggantung




Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Hallloooooooo......

Postingan saya kali ini sangat istimewa, gimana nggak istimewa coba ?! Membedah novel "Rahasia Pelangi" langsung sama pengarangnya. #O.M.G.

Bukan hanya itu... Buku novel "Rahasia Pelangi" yang saya punya sudah ditandatangani dari salah satu pengarangnya yaitu Riawani Elyta. Ternyata kami masih satu provinsi di Kepulauan Riau cuma beda kota doang, saya dikota Batam sedangkan kak Ria dikota Tanjung Pinang. Tinggal mbak Shabrina aja yang belum tandatangani buku saya. Heheheheheeeee..... #sodorkanbuku

*ini barang buktinya*

Alhamdulilah, saya bisa berinteraksi langsung sama kedua pengarangnya walaupun melalui dunia maya... Jadi, saya mengirimkan pertanyaan melalui email ke kak Ria (Riawani Elyta) yang pertanyaannya seputaran novel "Rahasia Pelangi", saya minta juga kalo bisa mbak Shabrina menjawab pertanyaan yang sama dari saya biar ada dua narasumbernya. Gayung pun bersambut, email saya di-forward-kan ke mbak Shabrina sama kak Ria. :-)

Dan keduanya bersedia mau menjawab pertanyaan saya... Terima kasih banyak yah kak Ria dan mbak Shabrina sudah mau membalas email saya. #SenyumSumringah

Yuk disimak interview saya dengan mereka berdua...
    • Assalamu'alaikum kak Ria dan mbak Shabrina... Mungkin pembaca blog saya belum tahu siapa Riawani Elyta dan Shabrina WS, silahkan memperkenalkan diri masing - masing ?
    Riawani Elyta :
    Waalaikumsalam wr.wb.

    Tentang diri saya, seutuhnya *tsah* udah saya rangkum disini : http://www.riawanielyta.com/search/label/tentang%20saya , Silahkan mampir dan boleh direpost sekian persen untuk post diblog Chai. :-D  
    • "Riawani Elyta
    • Saya lahir dan menetap di Tanjungpinang, Prov. Kepulauan Riau. Saya seorang cappucino lover, penikmat novel-novel bergenre romance, penyuka warna merah, oranye, merah jambu dan ungu. Pagi hari menjadi waktu ternyaman saya untuk menulis. Jika hantu writer's block datang mengganggu, saya mengusirnya dengan cara mengisi blog, melakukan blogwalking, ngobrol dan membaca novel-novel ringan. "
    *sesuai instruksi kak Ria saya cuma me-repost sekian persen* 

    Shabrina WS :
    Waalaikumsalam wrwb.

    Saya lahir di Pacitan. Ibu dua anak. Menyukai pagi, puisi dan buku-buku tentang hewan. :-) atau bisa mampir ke blog campur-campur www.shabrinaws.blogspot.com
      Dear pembaca blog saya yang budiman-budiawati... Silahkan klik link diatas yang mau kenal lebih dekat dengan mereka berdua. :-)

      • Pertanyaan selanjutnya, bagaimana awal ide pembuatan novel "Rahasia Pelangi" ini ? 
      Riawani Elyta :   
      Sebelum menulis Rahasia Pelangi, saya dan Shabrina juga pernah menulis novel bertema serupa, yaitu penyelamatan hewan langka, lewat novel Ping! A Message From Borneo. Jadi ketika itu ada teman yang meresensi Ping di blognya. Dalam resensi itu teman kami (Oci YM) juga menyertakan contoh kasus serupa yang menimpa hewan gajah di Riau. Saya lalu kontak Shabrina : mau nulis tentang gajah? Shabrina setuju. Dan beberapa bulan kemudian, proses menulis novel yang berangkat dari ide ini pun kami mulai.

      Shabrina WS :
      Sejak lihat berita tentang banyaknya gajah-gajah yang mati, keinginan nulis itu sudah muncul. Dan mungkin sudah jalan takdir ya. Ketika saya ingin menulis tentang gajah, Mbak Riawani punya keinginan yang sama juga. Kami punya kesamaan visi misi. Lalu, kami mulai mengumpulkan data. Ketemulah berita tentang mahout wanita. Pembalakan liar, kebakaran dan wilayah hutan yang makin sempit. Juga orang-orang yang mengabdikan hidupnya untuk lingkungan.
       
      • Ceritakan dong kak Ria dan mbak Shabrina suka duka dalam proses penulisan novel "Rahasia Pelangi" kepada pembaca blog saya disini ? 
      Riawani Elyta : 
      Hambatan terbesar kami adalah saat proses revisi. Karena yang harus direvisi sangaaat banyak. Saya sampai ingat, jumlahnya ada 104 poin revisi, termasuk merombak plot, alur dan menambah detil-detilnya. Jadi mulai dari riset – menulis – revisi, total proses novel ini kira-kira 6 bulan.


      Shabrina WS :
      Sukanya kalau nemu ide baru, data baru trus kalau halaman bertambah. Bisa merevisi sesuai saran editor. Sukanya lagi, kalau saya pribadi kalau duet gini, jadi bisa meningkatkan kecepatan. Ibaratnya Mbak Riawani itu tipe penulis yang soal kecepatan sudah nggak masalah. Saya tipe siput. Sementara untuk duet yang ini, mengerjakannya harus selang-seling supaya nggak ada lubangnya. Alhamdulillah Mbak Riawani sabar banget.

      Dukanya…nggak ada :-)

        • Butuh waktu berapa lama untuk menyelesaikan novel ini sehingga menjadi sebuah buku ?  
        Riawani Elyta : 
        Untuk pertanyaan 2 – 4, selengkapnya udah saya tuangkan di sini : http://www.riawanielyta.com/2015/06/novel-duet-terbaru-saya-rahasia-pelangi.html dan di sini : http://www.riawanielyta.com/2015/09/3-elemen-yang-harus-ditaklukkan-dalam.html , pesan sponsornya sama, boleh di repost mana yang disukai, hehe :D dan link di atas untuk pertanyaan no 1 s/d 3 rasanya juga sudah mewakili jawaban Shabrina WS.

        Finally, saya dan Shabrina mohon doa teman-teman semua, semoga jerih payah dan lika-liku selama lebih kurang 3 (tiga) tahun ini bisa diterima dengan baik oleh pembaca, pesan-pesan tentang lingkungan didalamnya dapat tersampaikan dan membawa manfaat kebaikan untuk semua :) 
         
        *Jadi jawaban dari no 2 - 4 saya repost dari link yang diatas, kalo mau baca lengkapnya silahkan diklik aja linknya.*

        Shabrina WS :
        Nulis draft awal tiga bulan, sampai revisi total sekitar enam bulan. Kalau untuk pematangan, masa tunggu dan lain-lain hingga sampai ke pembaca sekitar tiga tahunan.


        • Kasih bocoran dong ke pembaca blog saya disini... Dalam penulisan cerita dinovel "Rahasia Pelangi", siapa yang menjadi siapa didalam ceritanya ?
        Riawani Elyta :
        *Hayo tebak* *kalo bener ntar dapet pulsa* :-D
         

        Shabrina WS :
        Saya: Anjani, Mbak Riawani: Rachel.

        *Selamat mbak Shabrina dapat pulsa dari Kak Ria. :-P* 

        • Menurut Kak Ria dan Mbak Shabrina lebih enakan mana, menulis novel sendiri atau berdua ? Alasannya kenapa...  
        Riawani Elyta :
        Nulis novel, baik sendiri atau berdua punya sensasinya masing-masing. Kalo nulis berdua, enaknya itu bisa menghemat waktu dan energi. Juga belajar menyesuaikan dan memadukan gaya tulisan. Tetapi harus dapet partner yang cocok, bisa saling terbuka dan menerima masukan temannya. Kalo dapet partner yang egois, ya wassalam deh :-D 

        Shabrina WS :
        Sama sih, kalau berdua asal partnernya cocok ya asyik, ibaratnya semua proses dipikul berdua gitu.

          • Pesan apa yang ingin disampaikan kepada pembaca dalam novel "Rahasia Pelangi" ini ? 
          Riawani Elyta : 
          Jawaban untuk yang ini juga udah saya tuliskan di sini : http://www.riawanielyta.com/2015/09/3-elemen-yang-harus-ditaklukkan-dalam.html

          Harapan kami berdua, mudah-mudahan pembaca dapat membaca pesan kecil dan mengambil hikmah dari novel ini, khususnya tentang seruan penyelamatan lingkungan dan penjagaan hewan langka. Dalam novel ini, kami juga menyertakan tentang dampak pembakaran hutan seperti yang terjadi di Riau sekarang ini. Kami berdua mungkin tidak sanggup mencegah dampak dari pembakaran hutan dan perburuan hewan langka, jadi novel inilah menjadi bentuk kepedulian dan kontribusi kecil kami terhadap penyelamatan lingkungan. 

          Shabrina WS : 
          Alam, memberi banyak hal yang kita butuhkan. Bahkan disaat gajah sudah terusir oleh manusia, mereka masih bekerja untuk manusia. Dan, ketika kita mungkin baru membaca berita-berita tentang gajah, tentang kebakaran hutan, sesungguhnya jauh di sana, pahlawan-pahlawan lingkungan sudah bekerja keras, langsung terjun ke lapangan.

            • Next project, apakah ada rencana akan kolaborasi lagi ? Kalo iya, Apakah temanya tentang satwa yang dilindungi lagi... 
            Riawani Elyta : 
            Insya Allah, kami punya keinginan untuk membuat sekuel dari novel duet perdana kami yang judulnya : Ping! A Message From Borneo (ini tentang perlindungan satwa langka juga, yaitu orang utan di Kalimantan *pasti Chai belum baca*), tetapi sampai hari ini belum kesampaian. 

            *Hehehehe.... Tahu aja kak Ria saya belum baca bukunya yang berjudul "Ping! A Message From Borneo"*

            Shabrina WS : 
            Insya Allah. Pengen banget. Masih pengen menulis sekuel dari duet pertama kami, Ping A Message from Borneo. Itu novel tentang orangutan. :-)

              • Pertanyaan terakhir dari saya, kak Ria dan Mbak Shabrina kasih pesan - pesan dong  buat penulis pemula yang mau menjadi novelis juga. Siapa tahu, pembaca blog saya yang budiman-budiawati ini mau mengikuti jejak kalian berdua ?
              Riawani Elyta :
              Harus “tabah”. Tabah untuk banyak baca buku. Iya buku. Bukan sekadar baca-baca artikel di internet. Tabah untuk latihan nulis dengan konsisten. Tabah menjalani semua proses dan lika-liku mulai dari menulis huruf pertama s/d selesai, mengirim ke penerbit, menunggu jawaban : diterima/ditolak, kalau diterima penerbit, harus tabah melalui proses revisi sampai terbit dan mempromosikannya, kalau ditolak, harus tabah merevisi naskah sampai layak untuk diterima.

              Jika mengalami kesulitan dalam memulai menulis novel, saya dan partner saya novelis Leyla Hana siap membimbing mulai dari menyusun pondasi novel sampai novel selesai dengan biaya sangat terjangkau melalui kursus novel online kami. Silakan klik sini untuk infonya : http://www.smartnulis.blogspot.co.id/2016/03/pembukaan-kursus-menulis-private-online.html *modus.com*

              Terima kasih ya Chai untuk kesempatannya mengisi blognya. Semoga bermanfaat buat pembaca dan penggemar blog Chai dimanapun berada #ehh.
               

              Sama-sama kak... #sungkem

              Shabrina WS :
              Nikmati prosesnya. Kenali kelemahan dan kekuatan kita. Jadikan kekuatan kita sebagai senjata andalan. Mungkin ada yang lemah di konflik, tapi kuat di penokohan, tonjolkan itu. Atau lemah di penokohan tapi kuat di diksi dan setting, ya gunakan sebaik-baiknya. Banyak baca tentunya. Dan iringi dengan doa, doa, doa, teruus sampai buku kita terbit. Ohya jangan lupa istirahat yang cukup :-)

              ***
              Jadi novel ini berhubungan dengan gajah yang ada di TNTN (Taman Nasional Tesso Nilo) yang dibaluti dengan cerita drama romantis. Dan tokoh didalam novel "Rahasia Pelangi" ada yang namanya Chai juga... :-)

              Sampai jumpa postingan saya selanjutnya.... #pamit #wasalam

              *Cover Bukunya*
              Judul : Rahasia Pelangi
              Penulis : Riawani Elyta & Shabrina WS
              Penerbit : Gagas Media
              Tahun : 2015
              Harga : Rp. 55.000,-
              Jenis : Novel

              Katamu, ada pelangi setelah hujan
              Kau hadir, mengulurkan tanganmu
              Ajak aku melangkah, bersamamu.

              Sepertimu, Anjani dan Rachel juga mencari cinta
              Namun, mereka tak pernah menduga
              Ternyata cinta segelap hutan di tengah malam

              Sementara bagi laki-laki itu,
              Ia baru menyadari
              Bahwa hidup ternyata seperti hutan.
              Jika tak hati-hati, banyak ranting yang akan membuatmu luka

              Dalam gelap hutan,
              Akankah pelangi terlihat sama indahnya?

              ###

              Oiya, ngomongin soal gajah. Saya baru tahu kalo gajah yang syuting di video clipnya tulus - gajah. Ada yang mati karena dirancuni dan gadingnya dicuri. Akh, betapa kejamnya manusia... T____ T



              Share
              Tweet
              Pin
              Share
              7 comments
              Older Posts

              About me


              Selamat datang,

              Saya hanyalah manusia biasa dan blog ini adalah sepenggalan kisah tentang perjalanan hidup saya yang terekam dalam tulisan.

              Salam hangat,

              Chai Loekman

              Follow Me

              • twitter
              • youtube
              • instagram

              Labels

              Apartement buku celoteh Film Hostel Hotel Interview jalan - jalan kuliner lomba musik Puisi review tips tukang poto

              recent posts

              Blog Archive

              • ▼  2023 (3)
                • ▼  October 2023 (3)
                  • Liburan ke Bali
                  • Menonton Konser Tulus
                  • Nuvasa Bay : Tempat Terbaik Untuk Membeli Aparteme...
              • ►  2022 (9)
                • ►  December 2022 (1)
                • ►  November 2022 (2)
                • ►  October 2022 (1)
                • ►  September 2022 (2)
                • ►  February 2022 (3)
              • ►  2021 (10)
                • ►  September 2021 (2)
                • ►  June 2021 (3)
                • ►  May 2021 (3)
                • ►  April 2021 (1)
                • ►  March 2021 (1)
              • ►  2020 (18)
                • ►  December 2020 (3)
                • ►  November 2020 (2)
                • ►  October 2020 (4)
                • ►  September 2020 (7)
                • ►  August 2020 (1)
                • ►  June 2020 (1)
              • ►  2019 (9)
                • ►  November 2019 (1)
                • ►  September 2019 (1)
                • ►  August 2019 (2)
                • ►  June 2019 (3)
                • ►  April 2019 (1)
                • ►  January 2019 (1)
              • ►  2018 (20)
                • ►  December 2018 (2)
                • ►  November 2018 (1)
                • ►  September 2018 (1)
                • ►  August 2018 (1)
                • ►  July 2018 (4)
                • ►  June 2018 (2)
                • ►  May 2018 (2)
                • ►  April 2018 (3)
                • ►  March 2018 (2)
                • ►  January 2018 (2)
              • ►  2017 (22)
                • ►  December 2017 (2)
                • ►  October 2017 (2)
                • ►  August 2017 (2)
                • ►  July 2017 (1)
                • ►  June 2017 (4)
                • ►  May 2017 (3)
                • ►  April 2017 (1)
                • ►  March 2017 (3)
                • ►  February 2017 (1)
                • ►  January 2017 (3)
              • ►  2016 (53)
                • ►  December 2016 (1)
                • ►  November 2016 (7)
                • ►  October 2016 (2)
                • ►  September 2016 (2)
                • ►  July 2016 (4)
                • ►  June 2016 (5)
                • ►  May 2016 (6)
                • ►  April 2016 (7)
                • ►  March 2016 (7)
                • ►  February 2016 (7)
                • ►  January 2016 (5)
              • ►  2015 (28)
                • ►  December 2015 (4)
                • ►  November 2015 (5)
                • ►  October 2015 (2)
                • ►  September 2015 (3)
                • ►  August 2015 (2)
                • ►  July 2015 (2)
                • ►  June 2015 (1)
                • ►  May 2015 (3)
                • ►  April 2015 (3)
                • ►  March 2015 (2)
                • ►  February 2015 (1)
              • ►  2014 (26)
                • ►  November 2014 (1)
                • ►  September 2014 (1)
                • ►  August 2014 (1)
                • ►  July 2014 (3)
                • ►  June 2014 (2)
                • ►  May 2014 (3)
                • ►  April 2014 (5)
                • ►  March 2014 (4)
                • ►  February 2014 (3)
                • ►  January 2014 (3)
              • ►  2013 (66)
                • ►  December 2013 (6)
                • ►  November 2013 (4)
                • ►  October 2013 (3)
                • ►  September 2013 (4)
                • ►  August 2013 (4)
                • ►  July 2013 (5)
                • ►  June 2013 (5)
                • ►  May 2013 (5)
                • ►  April 2013 (7)
                • ►  March 2013 (7)
                • ►  February 2013 (7)
                • ►  January 2013 (9)
              • ►  2012 (58)
                • ►  December 2012 (5)
                • ►  November 2012 (5)
                • ►  October 2012 (5)
                • ►  September 2012 (5)
                • ►  August 2012 (2)
                • ►  July 2012 (7)
                • ►  June 2012 (8)
                • ►  May 2012 (6)
                • ►  April 2012 (1)
                • ►  February 2012 (5)
                • ►  January 2012 (9)
              • ►  2011 (52)
                • ►  December 2011 (3)
                • ►  November 2011 (5)
                • ►  October 2011 (3)
                • ►  September 2011 (7)
                • ►  August 2011 (4)
                • ►  July 2011 (4)
                • ►  June 2011 (7)
                • ►  May 2011 (3)
                • ►  April 2011 (5)
                • ►  March 2011 (11)

              Followers

              Total Pageviews

              Most Popular

              • Liburan ke Lagoi ala Rakyat Jelata
                Jamaah Oooooiiiii Jamaah… *dilempar jumrah berjamaah* Siapa sih yang nggak suka dengan liburan murah dengan budget minim tapi bisa mel...
              • Liburan Koper ala Ransel ke Pulau Bintan
                Liburan yang paling menyenangkan menurut gue adalah… liburan ala ransel tapi dapat fasilitas ala koper. :-P  Pada ngerti nggak maksu...
              • Hari Untuk Amanda (2010)
                Kegalauan hati Amanda (Fanny Fabriana) dalam menentukan pilihan hatinya pada saat mau menikah 10 hari lagi sangat manis sekali untu...
              • Nyanyian Terakhir Sang Idola
                Wahai... Pemilik nyawaku Betapa lemah diriku ini Berat ujian dariMu Kupasrahkan semua padaMu "Muhasabah Cinta" ~ Iqbal Rois K...
              • Belajar Moto
                Gue sekarang lagi tertarik dengan dunia fotography. Maklum, yang dulunya suka poto-poto narsis bin najis ala lebay bin jijay. Sekarang lebih...

              Community

              Community
              Member of Blogger Kepri

              Created with by BeautyTemplates