CAPCHAI

Pages

  • About Me
  • FRIEND'S
  • Contact
Ternyata ditempat saya menginap (Pratunam, Bangkok - Thailand) terdapat banyak restaurant atau pedagang makanan yang halal. Jadi saya tidak kesulitan untuk mencari makan, tapi karena saya low budget. Sedangkan harga makanan di restaurant halal itu cukup tinggi yaitu harga makanannya sekitaran seratusan Bath keatas dalam satu menu. Nah, budget saya harus mencari makanan halal dengan harga dibawah seratus Bath yang murah meriah dan enak...

Alhamdulilah saya ketemu, walaupun harus masuk kedalam gang dan pasar. Rasanya senang banget, seperti menemukan harta karun. Saya sempat was-was juga sebelum pergi ke Bangkok, apakah dihari raya kedua bakalan ada yang jualan makanan halal disana?!. Kekhawatiran saya musnah setelah saya berjalan dan masuk kedalam gang pasar menemukan spanduk yang bertuliskan "Muslim Food". #sujudsyukur

Hari pertama saya sampai di Bangkok pada hari Sabtu, nah dihari minggu-nya saya mau makan siang ketempat warung yang saya makan kemarin ternyata tutup, bukan mereka aja yang tutup tapi restaurant yang ada label halal-nya juga pada tutup. Saya tidak tahu pasti juga apakah setiap hari minggu warung - warung makanan halal pada tutup ?!. Saya pun kebingungan untuk mencari makan, padahal perut sudah keroncongan. 

Hari minggu itu rencananya saya mau pergi ke Chatuchak Market, tapi sebelum pergi kesana saya harus mengisi perut dulu. Setelah saya berjalan cukup jauh dari penginapan disekitaran daerah Pratunam, saya tidak menemukan restaurant atau warung makanan halal yang buka. Ada sih, waktu itu kebab tapi saya masih berusaha mencari nasi biar perut ini bisa terisi dengan kenyang. 

Menurut informasi yang saya dapat di dunia maya, didaerah Chatuchak Market ada warung yang jualan makanan halal. Dengan optimis saya langsung pergi ke daerah Chatuchak Market tanpa harus membuang waktu untuk mencari warung yang jualan makanan halal didaerah sekitaran Pratunam. Untuk cerita makanan halal di Chatuchak Market akan saya buat postingan tersendiri kedepannya. :-)

Ngomongin makanan halal di Bangkok, Thailand. Rasa makanannya itu cenderung manis dan tidak pedas. Karena saya tidak terlalu suka dengan makanan pedas jadi pesan yang manis - manis aja. Heheheheeheeee...

Saya nyobain makan Beef Fired Briyani yang harganya 50 Bath di Pasar Pratunam (warung yang ketemu dihari pertama). Nasi Briyani-nya berwarna kuning seperti nasi kuning kalo di Indonesia. Sedangkan daging sapinya terasa manis dan lembut, dengan lahapnya saya memakannya. Enak dan pas dilidah saya tapi porsinya tidak terlalu banyak seperti nasi bungkus padang. 

Saya mau kasih tips buat kamu, jadi kalo kamu makan siang jangan lupa sekalian beli makanan untuk malamnya. Jadi dibungkus aja menu satu porsi terus mampir ke hostel sebentar untuk meletakkan makanannya. Kalo jarak hostel sama tempat penjual makanannya tidak jauh yah...

Saya lakukan seperti itu setiap kali makan siang, saya akan bungkus satu porsi untuk makan malam. Karena saya punya pengalaman dihari pertama, saya pikir malam akan mudah lagi untuk mencari makanan halal ternyata susah. Warung yang saya datangi tadi siang sudah tutup dan akhirnya saya beli makanan instan yang dijual di Sevel (Seven Eleven). 

Nasi ikan fillet saya beli dengan hati yang sangat ragu dan galau, soalnya tidak ada label halalnya. Karena makanan instan yang sejenis ada daging babi-nya, pikiran saya positif aja karena yang saya beli ini kan nasi sama ikan fillet isinya. Kalo bahan-bahannya ada mengandung daging babi-nya "Allahu A'lam".

Hari berikutnya saya nyobain juga Beef Briyani dengan harga 60 Bath, kalo yang ini daging sapinya tidak dibakar tapi seperti dendeng batokok. Rasanya juga manis dan enak, sedangkan nasi briyani-nya berwarna kuning. Porsinya menurut saya pas (tidak banyak atau sedikit). 

Dan satu lagi saya nyobain juga Chicken Noodle Dry yang harganya 50 Bath, mienya seperti bihun dan dikasih suwiran ayam dengan tauge beserta cercahan kacang. Rasanya manis, dan saya coba taburkan sedikit bubuk cabe  yang disajikan diatas meja dan mencampurkannya dengan makanan saya. Yang awalnya rasanya masih manis berubah menjadi pedas banget. Padahal bubuk cabe yang saya taburkan cuma sedikit. -____-"

Begitulah pengalaman saya makan makanan halal yang enak dan murah di Pratunam Market, Bangkok - Thailand. Karena saya jarang makan sayur, jadi saya siasati dengan membeli buah2an potong atau jus segar yang dijual dipinggir jalan. Tubuh saya butuh serat biar tetap sehat. :-)

Dan lucunya, kalo saya masuk ke pasar kan pastinya banyak juga yang jualan daging babi bakar. Jadi, setiap kali saya lewat pasti tubuh saya bau dengan asap daging babi. T_____T *abang haram dek...*

Selama di Pratunam saya makan disatu warung saja, karena sudah cocok rasa makanannya dan kantong saya. :-)

Berikut vlog saya...




Share
Tweet
Pin
Share
35 comments
Saya mau berbagi cerita dan pengalaman ke pembaca blog ini waktu saya menginap disalah satu Hostel yang berada di Bangkok, Thailand. Hostelnya cukup murah tapi fasilitasnya sangat nyaman. Saya menginap selama 5 hari dengan total harga Rp.300.000. Yah, jadi permalam cuma Rp. 60.000. Cukup murah kan... :-)

Jadi, Hotel ini punya Hostel juga. Gedungnya memiliki 8 Lantai, lantai 1 sebagai lobby dan restaurant, lantai 2 sampai lantai 7 kamar hotel buat tamu menginap. Sedangkan lantai 8 untuk kamar hostelnya, tapi kamar mandinya di Lantai 7. 

Karena letak hotel ini tidak terlalu dekat dengan jalan besar dan masuk kedalam gang, jadi mereka menyediakan fasilitas tuk - tuk untuk mengantarkan tamunya ke jalan besar secara gratis. Tapi saya tidak pernah naik tuk-tuknya  karena lebih suka berjalan kaki menelusuri gang dan pasar yang berada disana. Hotelnya lumayan dekat dengan BTS Phaya Thai dan Ratchathewi. 

Hotel ini terletak di Pratunam dan dekat sekali dengan kantor duta besar Indonesia, sehingga untuk mencari makanan halal tidak sulit dan lumayan banyak. 

Saya memilih kamar yang mix, disini cuma ada 2 pilihan yaitu female dorm dan mix. Satu ruangan berisi 6 kamar tidur yang berbentuk seperti box. Fasilitas kamar yang saya dapat yaitu kasur, bantal, selimut, handuk, gantungan gaju, brankas, laci dibawah tempat tidur, meja kecil, colokan atau stop kontak untuk mengecas barang elektronik, kartu untuk mengakses masuk ke kamar dan memiliki satu AC yang letaknya ditengah.

Teman - Teman satu kamar saya tidak ada yang terlalu aneh tingkah lakunya. Dan saya pun sangat jarang ketemu mereka, itupun kalo saya sudah berbaring diatas kasur waktu malam hari baru mereka satu persatu ada didalam kamar. Saya baru bangun pagi mereka sudah tidak ada, pokoknya kalo siang kamar kami kosong tidak ada orang.

Saya mau berbagi cerita kepada kamu juga bahwa dua orang yang menginap didalam satu ruangan saya itu disabilitas. Mereka berkomunikasi dengan saya dengan bahasa isyarat, waktu itu dia berbahasa isyarat bahwa pintu jangan ditutup rapat karena dia mau keluar kamar. Kalo pintu tertutup rapat harus menggunakan kartu untuk membukanya dari luar. Dan saya membalasnya dengan senyum dan memakai bahasa tubuh seolah-olah berkata oke.

Sayang sekali saya tidak terlalu banyak berkomunikasi dengan mereka. Padahal, saya ingin sekali berkomunikasi lebih dalam dengan mereka. Banyak hal - hal yang ingin saya tanyakan kepada mereka berdua, kenapa sangat berani sekali untuk keluar dari zona nyaman dan traveling ke Thailand ?!. Padahal untuk orang normal seperti saya aja masih banyak kekhawatiran dan ketakutan dalam benak untuk traveling ke kota atau tempat yang baru dikunjungi. Tapi kenapa mereka berani yah ?! Padahal mereka berdua cewek dan masih muda.

Kalo lihat dari fisiknya mereka bukan dari negara ASIA, dan kalo saya mau berkomunikasi untuk menyapa mereka pun bingung harus  seperti apa. Karena saya tidak bisa berbahasa isyarat  dan cuma bisa memberikan senyuman saja kepada mereka kalo lagi berpapasan.

Oiya, hostel tempat saya menginap namanya CUBIC Bed Hostel atau CUBIC Pratunam (Hotel) terletak didaerah Pratunam, Bangkok - Thailand. Dan saya pesannya melalui Traveloka yang dapat diskon menginap disini. 

*Btw, postingan ini nggak berbayar yah menteman, karena saya puas menginap disini*

Dan ini vlog saya review hostelnya...


Share
Tweet
Pin
Share
22 comments
Sudah hampir satu tahun lebih saya tidak pernah  meng-update postingan Interview Ala2 di blog ini.  Terakhir saya menulis pada bulan November tahun 2016, dan rencana saya minimal satu bulan sekali saya posting tapi kenyataannya makin lama makin ngaret tak berujung untuk menulis. #apalah -____-"

Ditahun 2018 ini saya mencoba untuk memulai kembali apa yang telah saya lakukan sebelumnya. Tapi nggak janji juga deh bakalan posting sebulan sekali, karena itu membuat saya berat. *Iya, berat... Berat melawan kemalasan dalam diri sendiri untuk menulis. :-(*

Narasumber saya kali ini memiliki suara yang sangat merdu dan suka sekali bercuap - cuap di udara. Pertama kali saya mendengarkan suaranya di Voice Note group WA, saya tidak percaya itu suaranya. Maklum, saya dengan dia belum pernah ketemu sama sekali dan tidak saling mengenal terlalu dekat. Yah, karena kami satu group di WA jadi komunikasi kebanyakan hanya melalui teks.   

Eh tapi, benaran lho itu suara aslinya dia. Suaranya itu benar-benar bening kayak pengisi suara telenopela ditipi-tipi. :-p

Tanpa panjang lebar yuk simak invterview ala2 saya dengan dia...


- Hallo Narasumber saya, silahkan perkenalkan diri dulu ? 

Hallo bang Chai Lukman.

Salam kenal, aku Muhammad Zulkarnain Purba. Temen - temen biasa manggil aku Lenzoe Purba, nama tersebut adalah nama siaran aku di radio sejak tahun 2011. Dan akhirnya hingga saat ini aku selalu menggunakan nama tersebut saat memperkenalkan diri. 

Saat ini aku masih aktif bersiaran di 104,3 Sheila.fm radio yang dulunya dikenal sebagai radio anak muda, kini telah berubah menjadi radio dakwah islam yang merupakan bagian dari Radio Silaturahim Network Jakarta. 

Selain itu aku juga bekerja di PT. Bintang Cakrawala Network (BCN TV). BCN TV merupakan sebuah televisi lokal berbasis kabel yang ada di Kota Batam. Aku mulai bekerja sejak 2012 dan kini bertugas sebagai creative director. 

25 tahun yang lalu aku lahir di Kota Tebing Tinggi - Sumatera Utara, pada tanggal 27 desember 1992. Dan menempuh penididikan hingga Sekolah Menengah Atas di SMA N 1 Tebing Tinggi. Aku merupakan alumni dari Global Insitute of Commerce and Industry (GICI Business School) Batam yang lulus pada tahun 2014 dengan jurusan management informatika. 

Sejak tahun 2010 aku menempuh jenjang perkuliahan dan sembari bekerja di Kota Batam. Dan hingga kini aku sudah berdomisili di Kota Industri ini. 

- Bagaimana bisa menjadi penyiar radio? 

Aku percaya bahwa setiap orang punya mimpi, dan setiap dari kita berhak untuk mewujudkannya. Dari kecil aku selalu senang sekali mendengarkan radio, dan mamaku memiliki hobi yang sama. Sedangkan ayahku senang bercerita. 

Dengan kata lain aku adalah hasil kolaborasi dari kedua hobi orang tua ku. Jika dirunut dari silsilah keluarga tidak ada satupun yang bekerja dan berkarir di dunia broadcasting, namun aku memberanikan diri untuk mengejar impian ku untuk menjadi seorang broadcaster. 

Sejak SMA aku mulai menikmati menjadi bintang tamu di sebuah acara radio, dan saat itu aku semakin terpacu untuk menjadi seorang penyiar radio. Impian tersebut aku bawa hingga pindah ke Batam, meski butuh proses yang cukup lama memang untuk meraihnya. 

Karena aku percaya segala sesuatunya membutuhkan proses. Saat awal merantau ke Batam, aku bekerja di sebuah perusahaan Safety Marine Equipment yaitu PT Safety At Sea Indonesia, sebagai administrasi. Setahun lebih aku bekerja di perusahaan perkapalan ini, selama bekerja aku selalu mendengarkan radio. 

Saat jam istirahat, aku mencoba menghibur teman - teman kerja dengan berpura - pura menjadi penyiar radio. Dan rekan kerja ku seolah menjadi peneleponnya, wuah seru sekali jika melihat masa itu. Namun tak disangka, justru teman - teman kerja ku merasa aku memiliki potensi lebih dibidang penyiaran.

Dan benar saja hal itulah yang menjadi passion ku. Hingga akhirnya teman - temanku mendukung untuk mengejar mimpiku tersebut. Sampai tiba saatnya aku menyelesaikan masa kontrak kerjaku di perusahaan tersebut dan memilih untuk mewujudkan citaku. 

Dan aku mencoba untuk melamar sebagai penyiar radio di Sheila.Fm. Yah, radio ini adalah radio favoritku dulu. Radio ini memiliki tagline “Ngetunee banget..!!”, nah dari tagline nya kita udah tahu kalau radio ini adalah radio anak muda yang gaul banget. 

Saat itu Sheila.fm sedang tidak membuka lowongan pekerjaan. Namun aku percaya saja, dengan diiringi ucapan bismillah aku mengajukan lamaran langsung ke studio sheila.fm. Dan syukur alhamdulilah, Ikhtiarku selama ini terjawab. Masih ingat sekali dibenakku, jumat pagi aku mengirim lamaran. Jumat siang aku ditelpon untuk interview dan test vocal.

Dan sabtu (esok harinya) aku langsung bersiaran. Allah sangat mempermudah jalanku untuk menjadi penyiar radio saat itu. Dan hingga saat ini, itu menjadi pengalaman yang berarti. 

- Apa sih enaknya jadi penyiar radio ? 

Enaknya…? Wuahh banyak banget bang Lukman. Bagiku radio adalah wadah curhatnya aku untuk mengungkapkan rasa, bercerita kepada semua orang dan begitu pula sebaliknya. Dari radio aku memulai semuanya hingga hari ini, aku bekerja di sebuah televisi lokal dengan tetap menjadi penyiar radio. 

Menjadi penyiar radio bisa dikenal banyak orang, dan bisa memiliki banyak teman. Dan aku sangat senang sekali berteman. Selain itu, kita bisa bertemu dengan orang orang hebat dan orang penting. Dari kalangan pejabat hingga artis. Dan menjadi penyiar radio adalah batu loncatan untuk mengawali karir yang lainnya, seperti menjadi MC pada acara di Batam, dan bisa berkarir di dunia pertelevisian. 

- Siapa rule model atau idola-nya bang Lenzo dipenyiar radio ?

Hampir sebagian besar artis tanah air berasal dari seorang penyiar radio. Tidak ada idola khusus sebenarnya, namun aku suka banget danang, darto, surya dan tije. Mereka sangat ekspresif dan menginspirasi. Namun, walau bagaimanapun menjadi seorang penyiar radio harus melekat pada karakter diri yang tidak bisa dimiliki oleh orang lain. Kita boleh saja melihat penyiar lainnya, tapi tidak untuk menirunya. 

- Pernah merasa bosen nggak sih jadi penyiar radio ? 

Kalo menurutku, setiap orang pasti pernah merasa jenuh pada aktifitas yang dilakoni setiap hari. Tentu aku juga pernah, namun bukan tentang jenuhnya tapi tentang bagaimana kita mengatasi kejenuhan itu. Banyak kok hal yang baru bisa kita temui atau bisa kita lakukan di hari yang berbeda. Dan alhamdulilah aku tipe orang yang tidak mudah bosen, ada saja caraku untuk menikmati waktu. 

- Belajar dari mana cuap2 kayak gitu ?

Sebenarnya nih yah bang lukman, banyak banget yang nanya seperti ini. Tapi sejujurnya aku jawab, aku belajar sejak kecil. Percaya atau tidak, jika aku mendengar radio yang aku dengar adalah saat si penyiar berbicara. Dan akhirnya secara otodidak aku belajar sendiri. Dan untuk memaksimalkan potensi tersebut, di Batam aku juga mengikuti kelas, sertifikasi dan kompetisi Public Speaking bahkan hingga ke Jakarta dan Surabaya. 

- Pernah stuck nggak kalo lagi siaran mau ngomongin apa tiba2 blank gitu ? 

Blank Moment itu, pasti dialami oleh setiap penyiar, hehe... Termasuk aku, itulah pentingnya kita membaca dan wajib punya wawasan luas. Pinter ngomong dan suara bagus aja nggak cukup. Kita wajib update dengan informasi dan juga memiliki perbendaharaan kata yang cukup baik. 

Kalo menurutku, hukum alam itu sangat berlaku ketika kita ingin didengarkan maka mulailah untuk mendengarkan. Ketika tulisan kita ingin dibaca maka mulailah untuk membaca. Dan seperti itulah selanjutnya, dunia ini tidak terlepas dari hukum sebab akibat. 

- Apakah sebelum siaran harus searching dulu untuk mendalami topik yang akan diomongin ? 

Materi siaran disiapkan oleh program director yang bertugas menentukan tema dan materi siar. Bukan hanya itu, program director juga berkoordinasi dengan marketing radio untuk memutarkan iklan yang harus diputar. Kita juga bisa searching materi dari sudut pandang lainnya, agar kaya akan referensi dan tidak stuck saat siaran berlangsung. 

- Arti para pendengar buat bang Lenzo ? 

Sangat berarti, saya tidak memposisikan diri saya sebagai artis. Meskipun sebenarnya penyiar juga merupakan seorang penggiat seni dan juga entertainer. I do not need fans but I need friends, hehehe... Nggak kebayang kalo aku siaran nggak ada yang dengerin. Oleh karena itu, radio dan pendengar adalah hal yang tidak bisa dipisahkan. 

- Kasih tips dan trik dong buat para dedek2 yang mungkin mau menjadi penyiar radio seperti bang Lenzo ? 

Nah, untuk temen - temen semua yang ingin menekuni dunia broadcasting. Pastikan terlebih dahulu passion kamu. Jangan ada keterpaksaan dalam melakoninya. Karena berkecimpung di dunia broadcasting dan entertainment kita menjadi milik semua orang, kita bekerja tanpa jam kerja. Namun kamu akan sangat bisa menikmati hidup ketika kamu sudah memilih hidup kamu dengan passion kamu. 

Jika kamu ingin menjadi penyiar radio, kamu harus menjadi pendengar radio terlebih dahulu. Menjadi diri sendiri, memililki karakter yang baik, berfikir solutif tidak mudah mengeluh dan positif. Eitsss, jangan lupa latihan. Selalu belajar dan jangan pernah merasa pintar. 

Terima kasih kepada semua pembaca, khususnya bang Lukman. Semoga kisah saya ini bisa menginspirasi dan bermanfaat untuk sahabat semua.





***

Terima kasih yah bang Lenzo sudah mau menjadi narasumber saya dan sekian dulu interview ala2 saya. Sampai jumpa dipostingan selanjutnya... #bye
Share
Tweet
Pin
Share
26 comments
Ogura Kurma

Hari minggu (07/05/2018) kemarin, saya diundang oleh Batam Ogura untuk menghadiri peluncuran varian terbaru mereka edisi Ramadan yaitu Ogura Kurma. Antusias masyarakat Kota Batam cukup ramai berkunjung ke outlet Batam Ogura yang terletak di Komplek Lumbung Rezeki Blok D No. 02, Nagoya - Batam. Ogura kurma ini cuma ada dibulan Ramadan saja dan beruntungnya saya sempat tester cake kekinian khas Kota Batam yang varian terbaru ini. Rasanya enak, kurmanya terasa dan tidak terlalu manis. Pas dilidah saya saat memakannya. :-)




Batam Ogura mendatangkan artis ibukota untuk memeriahkan acara tersebut, yaitu Irwansyah dan Zaskia Sungkar. Selain itu, ada diskon 20% untuk pembelian cake all varian pada saat itu juga. Dan kamu bisa berpoto bareng artisnya juga karena mereka yang melayani pembeli. Saya beruntung memiliki akses khusus untuk berpoto sama mereka jadi tidak harus berdesakan atau berebut sama pembeli yang lain. Hehehehehehe....



Jadi kue Ogura ini berbahan dasar cream cheese, tepung dan gula yang diolah melalui cara au bainmarie (dioven dengan menggunakan air) sehingga menciptakan cake yang lembut dan ditaburi dengan bubuk perasa sesuai varian. Jadilah cake ini dengan tampilan yang sangat menarik. Macam - macam variannya adalah Black Oreo, Tiramisu, Chocolate, Red Velvet, Green Tea, Durian dan Cheese.


Dan kamu bisa membeli Kue Ogura sebagai kue kekinian untuk dijadikan oleh - oleh di: 

  • Outlet Utama :  Komplek Lumbung Rezeki Blok D No.2, Nagoya (deretan Bank Panin Nagoya)
  • Pop Up Store Panbil Mall (lantai dasar dekat escalator)
  • Outlet Bandara Hang Nadim (area keberangkatan, sebelah alfamart)
  • Pop Up Store Fanindo : Plaza Fanindo (lantai dasar depan mini market Serba Indah)
Mau nonton keseruhan peluncurannya ?! Nonton video saya dibawah ini :


Share
Tweet
Pin
Share
14 comments
Sumber : https://www.goodreads.com
Saya suka dengan isi cerita karya terbarunya Andrea Hirata yaitu Sirkus Pohon. Ceritanya tentang orang-orang kampung dengan kehidupan yang sederhana. Kata beliau, gaya penulisannya diambil dari gaya orang melayu bercerita. Buku ini belum saya baca sampai tamat, sengaja saya irit membacanya perhari cuma beberapa lembar halaman saja. Karena dengan membaca buku ini, saya bisa terhanyut dan larut dalam benak ruang imajinasi saya ke dalam suasana cerita dan tokoh-tokohnya. Sehingga tidak mau berpisah secepatnya dengan mereka.

Yah, beberapa hari ini dalam benak ruang imanjinasi saya dihidupkan dengan cerita yang dibuat oleh beliau. Dan saya juga merasa ikut menemani perjalanan kehidupan mereka yang sedang terjadi dari tokoh-tokoh yang ada didalam buku ini. Saya akan merasa kehilangan apabila segera menyelesaikan membaca buku ini. Tepatnya belum siap untuk ditinggalkan sama mereka. #aih 

Andrea Hirata pintar sekali meracik cerita sehingga bisa membuat pembaca bukunya seketika berubah emosi. Terkadang kita dibuatnya tertawa dengan guyonan khas kekampungannya dan dalam sekejap bisa membuat emosi kita berubah menjadi sedih. Saya tidak sengaja menemukan novel ini dirak Toko Buku Gramedia BCS - Batam. Waktu itu saya sengaja meniatkan untuk datang ke Toko Buku karena minat membaca saya saat ini lagi turun drastis. Buku ini banyak dipajang dan saya niatkan untuk membelinya.

Saya sudah lama tidak mengikuti perkembangan berita tentang si penulis, maksudnya saya tidak mengikuti lagi beliau akan mengeluarkan karya terbaru apa kedepannya. Buku yang terakhir saya baca dari karangan beliau yaitu Ayah, itu pun sudah dua tahun silam.

Dan saya tidak tahu akhir dari cerita buku Sirkus Pohon ini akan seperti apa. Belum ketebak sama saya akan berujung kemana ceritanya. Yah, saya menikmati sekali membaca buku ini. Walaupun penasaran juga. Adakah kamu yang sudah atau lagi membaca buku Sirkus Pohon ini ?!.




Share
Tweet
Pin
Share
15 comments
Tanpa sengaja saya menonton pilem Jelita Sejuba dengan salah satu pemeran utamanya yaitu Wafda Saifan Lubis. Dan lucunya pilem ini sempat tidak tayang pada pemutaran hari pertama di Kota Batam dan Tanjung Pinang, padahal lokasi syutingnya di Provinsi Kepuluan Riau yaitu Natuna. Baru hari kedua pilem ini tayang di CGV - Keprimall dan itu pun cuma satu layar. Saya memang berniat banget mau menonton pilem ini karena penasaran dengan isi ceritanya dan lokasi syutingnya. 

Natuna dan Anambas adalah destinasi impian saya karena keindahan alamnya yang begitu bagus dan masih alami. Selain itu, saya ingin melihat akting Putri Marino yang berperan sebagai gadis melayu. Putri Marino itu ternyata cantik banget yah... Dan saya baru pertama kali melihat aktingnya dipilem keduanya ini. Dia mah baru pertama kali main pilem langsung mendapatkan piala citra 2017 sebagai pemeran utama wanita terbaik melalui pilem posesip.

Cantiknya itu loh... Alami tanpa bahan pengawet. Dan saya suka aktingnya yang begitu natural, tapi sayang yang datang ke Batam Bang Jaka (Wafda) bukan Syarifah (Putri Marino). Hehehehe... 

Karena saya memang tulus untuk menonton pilem ini jadi tidak meng-kepo account IG official pilemnya dan para pemainnya. Saya heran pas waktu mau membeli tiket, kok setengah studio full ?!. Malahan didalam benak saya sebelum membeli tiket akan sepi penonton. Dan ternyata saya salah sangka. Masuk ke studio dan duduk dibangku penonton pun masih belum curiga kenapa studio ini hampir full. Dan ternyata sang aktor sudah woro-woro IG story-nya bakalan ada nobar bersamanya. :-D

Wafda masuk kurang lebih dua puluh menit setelah pilem diputar. Suasana studio menjadi heboh karena jejeritan para dedek-dedek (fans) yang sudah menantinya. Saya pun nggak ngeh siapa yang mereka teriakin dengan kegirangan. Setelah saya mendengar obrolan dari mas - mas dibangku sebelah kanan bilang ke temannya kalau yang datang itu pemeran utama pilem jelita sejuba. *Ooooo.... Pantesan rame*

Dan mbak-mbak disebelah kiri saya terkejut kalau tiba-tiba didalam studio menjadi ricuh pas pilem lagi diputar. Barulah setelah tahu ada artis yang ikut nonton dia jadi ikutan jejeritan juga. 
-_______-"

Kembali ke pilemnya...

Ceritanya lumanyan bagus, akting para aktor dan aktrisnya begitu natural. Walaupun aksen melayu-nya masih kurang menurut saya. Dan sound-nya kurang begitu bagus karena pada saat Putri Marino berbicara ada yang kurang jelas karena suaranya kekecilan. Alur ceritanya pun juga tidak begitu rapi.  Tapi masih pantas untuk ditonton di Bioskop kesayangan kita. Eh tapi, pilem ini lucu juga karena ada unsur komedinya dibeberapa adegan. :-)

Untuk pemandangan keindahan alam Natuna-nya tidak begitu dieksplore, lebih fokus ke cerita dramanya. *Ya iyalah, ini kan bukan acara jalan-jalan bareng babang tampan yang memiliki perut petak-petak yang ditipi itu*

Dan saya tidak mau mengulas pilem ini lebih jauh, karena bisa spoiler. Jadi, bakalan tidak seru lagi kalau kamu tahu duluan pilem ini lebih dalam. 

Saya rekomendasikan pilem ini untuk ditonton... :-)

Sumber: www.21Cineplex.com

Saya tidak sempat poto sama Wafda karena sudah dikerumuni sama dedek-dedek (fans)-nya...



Share
Tweet
Pin
Share
24 comments
Liburan long weekend (30/04/2018) kemaren,  saya menghabiskan waktu menginap di Harris Resort Barelang yang berada di Jembatan 1 - Barelang. Penginapannya begitu nyaman, dan bentuk bangunan kamarnya berupa perumahan cluster. Jadi saya berasa tidak sedang menginap di Hotel atau Resort melainkan di Rumah. :-)

Kamar yang saya tempati begitu luas dan nyaman. Saya suka dengan interiornya yang sederhana tapi elegan. Fasilitas kamarnya juga lengkap dan modern. Pemandangan dari kamar saya kelihatan laut dan jembatan satu Barelang yang tidak menghadap ke kolam renang dan pantai. Suasanannya begitu hening dan sangat cocok sekali untuk saya istirahat. 

Raga dan pikiran saya menjadi segar kembali setelah menginap disini. Jadi mau staycation lagi di Harris Resort Barelang. Heheheheee.... #nagih



Bangunan lobinya kelihatan begitu megah dan instagramable. Saya suka dengan interiornya yang begitu elegan. Dan yang paling saya suka lagi, sofa-nya begitu lucu yang berwarna-warni. Kolam renangnya disini banyak jadi kita bebas untuk memilih mau berenang dimana. Ada untuk anak - anak dan dewasa. Dan saya memilih berenang di kolam renang yang dekat dengan pantai. Karena bisa berfoto ala2 untuk update di media sosial pribadi saya.

Lobby Hotel




Harris Resort Barelang memiliki pantai yang indah karena pasirnya putih dan wahana olahraga-nya lumayan lengkap yaitu ada lapangan volly, futsal, jetski, dan avt bike. Pokoknya seru lah kalau kamu menginap disini, begitu banyak pilihan aktivitas liburannya. 

Sarapan paginya juga banyak pilihan menu makanannya, membuat saya bingung mau makan apa,  dan rasanya enak semua. Karena sanking enaknya saya nambah berkali-kali. :-)




Oiya, ini vlog saya waktu staycation disana... *jangan lupa di like, komen dan subscribe yah*


HARRIS RESORT BATAM BARELANG

Jl Trans Barelang (sebelum Jembatan 1), Batam, Indonesia
Phone: +62 778 4091111 – Fax: +62 778 4091333
E-mail: res1-harris-batambarelang@tauzia.com
Share
Tweet
Pin
Share
34 comments
Newer Posts
Older Posts

About me


Selamat datang,

Saya hanyalah manusia biasa dan blog ini adalah sepenggalan kisah tentang perjalanan hidup saya yang terekam dalam tulisan.

Salam hangat,

Chai Loekman

Follow Me

  • twitter
  • youtube
  • instagram

Labels

Apartement buku celoteh Film Hostel Hotel Interview jalan - jalan kuliner lomba musik Puisi review tips tukang poto

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2023 (3)
    • ▼  October 2023 (3)
      • Liburan ke Bali
      • Menonton Konser Tulus
      • Nuvasa Bay : Tempat Terbaik Untuk Membeli Aparteme...
  • ►  2022 (9)
    • ►  December 2022 (1)
    • ►  November 2022 (2)
    • ►  October 2022 (1)
    • ►  September 2022 (2)
    • ►  February 2022 (3)
  • ►  2021 (10)
    • ►  September 2021 (2)
    • ►  June 2021 (3)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  March 2021 (1)
  • ►  2020 (18)
    • ►  December 2020 (3)
    • ►  November 2020 (2)
    • ►  October 2020 (4)
    • ►  September 2020 (7)
    • ►  August 2020 (1)
    • ►  June 2020 (1)
  • ►  2019 (9)
    • ►  November 2019 (1)
    • ►  September 2019 (1)
    • ►  August 2019 (2)
    • ►  June 2019 (3)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  January 2019 (1)
  • ►  2018 (20)
    • ►  December 2018 (2)
    • ►  November 2018 (1)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (1)
    • ►  July 2018 (4)
    • ►  June 2018 (2)
    • ►  May 2018 (2)
    • ►  April 2018 (3)
    • ►  March 2018 (2)
    • ►  January 2018 (2)
  • ►  2017 (22)
    • ►  December 2017 (2)
    • ►  October 2017 (2)
    • ►  August 2017 (2)
    • ►  July 2017 (1)
    • ►  June 2017 (4)
    • ►  May 2017 (3)
    • ►  April 2017 (1)
    • ►  March 2017 (3)
    • ►  February 2017 (1)
    • ►  January 2017 (3)
  • ►  2016 (53)
    • ►  December 2016 (1)
    • ►  November 2016 (7)
    • ►  October 2016 (2)
    • ►  September 2016 (2)
    • ►  July 2016 (4)
    • ►  June 2016 (5)
    • ►  May 2016 (6)
    • ►  April 2016 (7)
    • ►  March 2016 (7)
    • ►  February 2016 (7)
    • ►  January 2016 (5)
  • ►  2015 (28)
    • ►  December 2015 (4)
    • ►  November 2015 (5)
    • ►  October 2015 (2)
    • ►  September 2015 (3)
    • ►  August 2015 (2)
    • ►  July 2015 (2)
    • ►  June 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  April 2015 (3)
    • ►  March 2015 (2)
    • ►  February 2015 (1)
  • ►  2014 (26)
    • ►  November 2014 (1)
    • ►  September 2014 (1)
    • ►  August 2014 (1)
    • ►  July 2014 (3)
    • ►  June 2014 (2)
    • ►  May 2014 (3)
    • ►  April 2014 (5)
    • ►  March 2014 (4)
    • ►  February 2014 (3)
    • ►  January 2014 (3)
  • ►  2013 (66)
    • ►  December 2013 (6)
    • ►  November 2013 (4)
    • ►  October 2013 (3)
    • ►  September 2013 (4)
    • ►  August 2013 (4)
    • ►  July 2013 (5)
    • ►  June 2013 (5)
    • ►  May 2013 (5)
    • ►  April 2013 (7)
    • ►  March 2013 (7)
    • ►  February 2013 (7)
    • ►  January 2013 (9)
  • ►  2012 (58)
    • ►  December 2012 (5)
    • ►  November 2012 (5)
    • ►  October 2012 (5)
    • ►  September 2012 (5)
    • ►  August 2012 (2)
    • ►  July 2012 (7)
    • ►  June 2012 (8)
    • ►  May 2012 (6)
    • ►  April 2012 (1)
    • ►  February 2012 (5)
    • ►  January 2012 (9)
  • ►  2011 (52)
    • ►  December 2011 (3)
    • ►  November 2011 (5)
    • ►  October 2011 (3)
    • ►  September 2011 (7)
    • ►  August 2011 (4)
    • ►  July 2011 (4)
    • ►  June 2011 (7)
    • ►  May 2011 (3)
    • ►  April 2011 (5)
    • ►  March 2011 (11)

Followers

Total Pageviews

Most Popular

  • Liburan ke Lagoi ala Rakyat Jelata
    Jamaah Oooooiiiii Jamaah… *dilempar jumrah berjamaah* Siapa sih yang nggak suka dengan liburan murah dengan budget minim tapi bisa mel...
  • Liburan Koper ala Ransel ke Pulau Bintan
    Liburan yang paling menyenangkan menurut gue adalah… liburan ala ransel tapi dapat fasilitas ala koper. :-P  Pada ngerti nggak maksu...
  • Hari Untuk Amanda (2010)
    Kegalauan hati Amanda (Fanny Fabriana) dalam menentukan pilihan hatinya pada saat mau menikah 10 hari lagi sangat manis sekali untu...
  • Nyanyian Terakhir Sang Idola
    Wahai... Pemilik nyawaku Betapa lemah diriku ini Berat ujian dariMu Kupasrahkan semua padaMu "Muhasabah Cinta" ~ Iqbal Rois K...
  • Belajar Moto
    Gue sekarang lagi tertarik dengan dunia fotography. Maklum, yang dulunya suka poto-poto narsis bin najis ala lebay bin jijay. Sekarang lebih...

Community

Community
Member of Blogger Kepri

Created with by BeautyTemplates