CAPCHAI

Pages

  • About Me
  • FRIEND'S
  • Contact
Biasanya, saya menghabiskan waktu luang di akhir pekan untuk pergi liburan santai mengunjungi suatu tempat atau daerah wisata. Mau itu liburan di dalam kota, luar kota ataupun luar negeri. Saya tipe orang yang lebih nyaman pergi liburan sendirian daripada bersama teman - teman. Alasannya, karena saya tidak mau repot mengatur waktunya. Agak susah mengatur waktu kalau pergi bersama teman – teman. Maklum, di akhir pekan biasanya mereka sudah ada agenda masing – masing. 

Akhir pekan ini berbeda. Saya mencoba Massage Relaxing dan Foot Reflexology di SPA Central Sukajadi, Batam. SPA ini memiliki dua cabang. Pertama, di Sukajadi dan kedua, di Nagoya. Sebenarnya, saya orangnya jarang banget dipijat oleh orang lain, walaupun tubuh saya ini rentan sekali masuk angin. Saya punya cara tersendiri untuk mengobatinya, yaitu saya cukup memijat-mijat bagian leher dan bahu. Sehingga angin yang berada di dalam tubuh saya akan keluar dengan sendirinya. 

Di SPA Central Sukajadi, tempatnya begitu nyaman. Nuansa kayu mendominan ruangan interiornya. Nah, saya suka banget nih kalau bangunan atau interiornya yang ramah lingkungan dan ada unsur – unsur alamnya. Ditambah lagi bau aroma terapi ruangannya yang sangat alami, yakni aroma serai, yang bisa menenangkan jiwa dan pikiran saya. 

Ketika masuk ke dalam ruangan SPA Central Sukajadi, di bagian resepsionisnya, saya disambut dan disapa oleh mbak Resti yang ramah. Saya langsung membuka buku menu SPA-nya yang diletakan di atas meja resepsionis. 

Begitu buku menu SPA-nya dibuka, tersaji berbagai pilihan menu. Dan, saya memilih Massage Relaxing durasi 90 menit dan Foot Reflexology durasi 60 menit. 

Langsung dua paket saya pesan, karena memang sudah saya rencanakan kalau akhir pekan ini saya tidak mau kemana–mana dan cuma mau bersantai ria. 

Setelah pesan, saya harus ganti sepatu yang saya pakai dengan sendal yang telah mereka siapkan untuk memasuki ruangan terapi. Saya pun diajak ke ruangan tunggu untuk bersantai sejenak. Saya suka banget dengan meja di ruang tunggu tersebut. Mejanya dari potongan kayu asli yang sangat artistik bentuknya. Sebelahnya, ada ruang makan yang mereka sediakan untuk tamu. Kursi, meja dan ornamen pernak – perniknya juga terbuat dari kayu semua.



Selang beberapa menit menunggu, salah satu karyawan SPA Central datang menghampiri saya dengan membawa segelas welcome drink untuk saya. Welcome drink-nya berupa air lemon dengan serutan mentimun. Kebetulan cuaca lagi panas di luar dan saya disuguhkan air mentimun sehingga dahaga ini terasa segar. 

Saya habiskan welcome drink tersebut seketika. Lalu, Mbak Resti datang dan memperkenalkan saya dengan terapis yang akan memijat saya. Nama terapisnya adalah Mbak Rani. Setelah itu, saya diantar Mbak Rani ke ruangan untuk dipijat. Ruangan saya begitu luas dan privasi. Di sana, ada dua tempat tidur dan bathtub. Sebenarnya ruangan saya diperuntukkan bagi tamu berpasangan, namun karena saya cuma seorang diri, berasa jadi “sultan” mendapatkan fasilitas seperti itu. Heheheheheheee.... 



Mbak Rani menjelaskan secara singkat fasilitas ruanga tersebut. Sebelum dipijat, saya harus ganti baju yang saya kenakan dengan kimono dan celana pendek bermotif batik, berwarna coklat yang telah disiapkan. Setelah saya menggenakan kimono dan celana pendek, Mbak Rani datang untuk mencuci kaki saya dengan air hangat, sebelum tubuh saya dipijat seluruhnya. 

Sebelum membasuh kaki saya, Mbak Rani sempat menjelaskan sedikit paket apa yang saya ambil. Setelah itu, kaki saya dikeringkan menggunakan handuk. Saya bergegas ke tempat tidur, dan berbaring dengan posisi tubuh telungkup karena sudah siap untuk dipijat. 

Mbak Rani memulai pijatannya ke tubuh saya dari telapak kaki, kaki, badan, leher, bahu dan kepala. Bahan yang digunakan untuk memijat berasal dari alam. Dengan bau aroma terapi dan alunan musik intrumen yang merdu membuat tubuh saya relaks saat dipijat. Beberapa kali saya melepas penat dengan tertidur selama Mbak Rani memijat tubuh saya. 



Saking relaksnya, durasi 90 menit jadi tidak begitu terasa. Masih kurang menurut saya, karena keasyikan dipijat. Mbak Rani memijat tubuh saya dengan kekuatan level medium, jadi tidak terlalu keras ataupun lembut. Karena saya yang memintanya, cukup yang sedang – sedang saja pijatannya. 

Setelah Massage Relaxing, saya minta ke Mbak Rani untuk beristirahat dulu sebentar dan saya izin untuk solat dzuhur. Pasalnya, ketika saya datang, jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Dan pemijatan dimulai setengah jam setelahnya. 

Alhasil, saya sholat setelah Massage Relaxing. Ternyata di SPA ini tersedia tempat solat untuk tamu-tamunya. Sehingga tidak ada alasan untuk meninggalkan sholat yah menteman...



Ruangan Foot Reflexology berada disebelah ruang makan, saya harus keluar dari ruangan yang tadi. Sedangkan terapisnya masih dengan orang yang sama. Jadi Mbak Rani sudah tahu saya minta pijatan yang level medium lagi. Pijatannya enak sekali, aliran darah saya mengalir dengan lancar ke seluruh tubuh. 

Tubuh saya menjadi segar kembali setelah di Massage Relaxing dan Foot Reflexology oleh Mbak Rani. 

Sekali – kali nggak apa – apa lah, saya memberikan apresiasi kepada tubuh saya sendiri dengan pijatan professional di SPA. Hitung – hitung untuk investasi jangka panjang ke depan juga. Memiliki jiwa dan raga yang sehat adalah sangat penting sehingga bisa menjalankan rutinitas sehari – hari dengan lancar. 

SPA Central ini bisa dinikmati baik wanita maupun pria, single maupun keluarga. Ada beberapa paket yang memang khusus untuk perempuan yaitu Ratus V dan Pregnancy Massage. 

Hargaa perawatan di SPA Central Batam sangat standar, tidak terlalu mahal. Massage Relaxing durasi 90 menit seharga Rp270.000. Sedangkan Foot Reflexology durasi 60 menit seharga Rp200.000. Berikut saya infokan daftar harga Massage-nya lebih lengkap : 

MASSAGE 

Relaxing 60 Menit Rp.200.000
               90 Menit Rp.270.000
             120 Menit Rp.335.000 

Aromatherapy 60 Menit Rp.240.000
                        90 Menit Rp.320.000
                      120 Menit Rp.390.000 

Sport / Swedish 90 Menit Rp.320.000
                        120 Menit Rp.400.000 

Herbal / Hotstone 90 Menit Rp.370.000
                           120 Menit Rp.450.000 

Foot Reflexology 60 Menit Rp.200.000
                             90 Menit Rp.270.000 

Foot Reflexology 90 Menit Rp.290.000
+ Massage 

Back & Head 90 Menit Rp.150.000 

Pregnancy Massage 90 Menit Rp.370.000
                               120 Menit RP.450.000 


BODY CARE 

Ratus V                 20 Menit Rp.150.000
Ear Candle            30 Menit Rp.150.000
Orange Milk Bath 30 Menit Rp.240.000
Body Scrub           30 Menit Rp.220.000 

FACIAL 

Central Signature 60 Menit Rp.420.000
                             90 Menit Rp.500.000 

Central All Natural 60 Menit Rp.380.000 

Collagen Eye Treatment 30 Menit Rp.150.000 

Face 3 in 1 60 Menit Rp.270.000 

Face Massage 30 Menit Rp.150.000 


*harga diatas belum termasuk pajak 15% 

Bagaimana dengan membaca pengalaman Massage Relaxing dan Foot Reflexology saya di SPA Central Batam? Asyik kan! Apakah kamu tertarik juga untuk dipijat? Kalau kamu tertarik, silahkan hubungi nomor dibawah ini untuk pemesanan. 

SPA CENTRAL BATAM 

Website : https://spacentralbatam.com

BATAM CENTRE BRANCH 

PHONE/WHATSAPP: +62 811-778-5507 
EMAIL: sukajadi@spacentralbatam.com 
ADDRESS: 
2nd Floor Clubhouse 
Central Sukajadi 
Batam, Riau Islands, 29444 
Indonesia 


NAGOYA BRANCH 

PHONE/WHATSAPP: +62-811-778-5508 
EMAIL: nagoya@spacentralbatam.com 
ADDRESS: 
Ruko Nagoya Hill 
Blok R4 No. D6-7 
Kepulauan Riau 29444 
Batam Indonesia 

Dan ini vlog saya…


Share
Tweet
Pin
Share
2 comments
Selamat Tahun Baru 2019 buat semuanya...

Postingan ini adalah postingan perdana saya di Tahun 2019, senang rasanya kalau saya bisa memberikan energi positif kepada pembaca blog ini melalui postingan saya yang berisi informasi yang berguna. :-)

Diawal tahun 2019 ini saya sudah menemukan tempat tongkrongan yang nyaman dan asyik buat berkumpul bersama teman atau keluarga. Tenang, harga makanan dan minumannya pun juga bersahabat dengan kantong atau dompet. Jadi, tidak perlu khawatir dan tempatnya pun dekat dengan pusat kota. Bagaimana, Penasaran kan ?!. Nama cafenya yaitu "Double N Coffee" yang berlokasi di Ruko Kepri Mall (depannya Hotel Eska).

Sabtu kemaren (12/01/2019), saya diundang untuk pembukaan cafenya. Dan mencicipi juga minuman dan makanan yang tersaji didalam buku menu mereka. Enaknya lagi, cafe ini tidak mengikuti jadwal operasional Mallnya dan memiliki jadwal operasional sendiri. Yaitu buka jam delapan pagi dan tutup jam dua belas malam. Dan uniknya lagi, cafe ini bakalan tutup setiap hari kamis.  

Kata pemiliknya cafe ini juga butuh istirahat, bukan manusia aja tapi tempat juga perlu istirahat. Kasihan juga tempatnya, kalau tidak istirahat bakalan setiap hari dikunjungi sama manusia tanpa henti. :-)

Tempatnya juga instagramable banget, jadi buat kamu yang hobinya berpoto ria bakalan senang untuk unggah ke media sosial. Saya rekomendasikan cafe ini ke kamu untuk dijadikan tempat nongkrong bersama teman - teman sepermainan.   


 


Kopi yang disajikan asli dari Indonesia yang bahan bakunya langsung dari petani kopi lereng gunung arjuna, Jawa Timur. Jenis  kopinya robusta, arabica, gayo, toraja dan lain-lain. Untuk range harga  minuman kopinya antara Rp.20.000 - Rp.35.000. Sedangkan harga makanannya sekitaran Rp.15.000 - Rp.20.000.

Oiya, arti dari nama cafenya "Double N" itu maksudnya adalah nama dari kedua anak pemilik cafe yaitu Naya dan Naka. Dan mereka memiliki tiga orang barista yang ditraining mulai dari nol...  

Jadi, kalau kamu kelaparan dan butuh tempat nongkrong habis nonton di Mallnya. Ya udah, ke Cafe Double N Coffee aja. 

Yuk diintip cafe "Double N Coffee":

Double N Coffee
Ruko Kepri Mall No. 52 (Depan Hotel Eska)
Jam Operasional : 08.00 - 24.00 WIB
IG : https://www.instagram.com/double_n.coffee
Share
Tweet
Pin
Share
4 comments
Sebenarnya, saya orang tidak terlalu menargetkan sesuatu dalam hidup. Kadang batin ini merasa lelah untuk mengejar dunia yang tiada habisnya untuk dikejar. Makin bertambah usia makin woles dalam berambisi, lebih bisa mengontrol diri untuk memenuhi keinginan daripada kebutuhan. 

Tapi tahun depan saya akan mencoba untuk membuat resolusi atau target dalam hidup. Biar saya punya tujuan dalam hidup yang harus dikejar, saya harus berlari untuk mengejar itu semua biar tidak ketinggalan sama teman - teman yang lain.

Sengaja saya menuliskannya dan mempostingkannya diblog ini biar ketika saya lelah dan ingin menyerah saya bisa membaca-baca lagi resolusi yang telah saya buat ini untuk bangkit atau semangat kembali. Saya orangnya anti banget mengumbar-umbar masalah pribadi untuk khalayak ramai. Ada rasa malu didalam diri saya untuk mengutarakan keinginan saya kepada orang lain. 

Beberapa dalam postingan baru diblog ini saja, saya tidak membagikan linknya ke berbagai media sosial yang saya miliki. Makanya viewernya setiap postingan menjadi lebih sedikit pengunjungnya. Tapi hati ini lebih lega karena kembali ke fitrah saya dalam menulis blog. Jauh dari kata komersil, dan sekarang blog ini untuk media curhatan atau cerita perjalanan kehidupan saya aja. *Tapi, kalo ada tawaran job untuk menulis boleh juga dinkz... :-D* 

Ternyata saya ini orangnya cepat sekali melupakan kejadian yang telah terjadi didalam kehidupan saya, iya memori dalam otak saya cepat menghilang dan tertimpa dengan kejadian yang baru. Makanya saya harus menulis karena beberapa tahun kedepan saya bisa membaca kembali cerita perjalanan kehidupan saya diblog ini.

Baiklah, terlalu banyak intro curhatannya mari saya menulis sesuai dengan judulnya.

Resolusi 2019
  • Sehat

    Sehat akan saya bagi dalam tiga bagian yaitu sehat jasmani, rohani dan ekonomi. 

1. Sehat Jasmani

Setiap pagi atau sore hari, saya harus berolahraga dengan gerakan-gerakan sederhana yang menghabiskan waktu 10 - 15 menit. Sudah saya lakukan sampai saat ini dan semoga akan berkelanjutan sampai seterusnya. Terkadang suka bolos juga sih karena malas tubuh ini untuk bergerak. :-(

Makanan pun sekarang saya jaga. Tidak seperti dulu, semuanya dilahap. Boleh lah sekali-kali makan yang tidak sehat tapi jangan keseringan atau setiap hari. Sekarang saya makan dengan nasi hitam, sarapan pagi dengan sayur-sayuran dan umbi-umbian yang direbus. 

2. Sehat Rohani

Setelah jasmani saya sehat, jiwa saya juga harus sehat. Saya harus banyak membaca al-quran berserta terjemahannya setiap hari dan banyak-banyakin datang ke kajian juga minimal seminggu sekali. 

3. Sehat Ekonomi

Perekonomian saya juga harus sehat, harus banyak sedekah dan menabung. Jangan terlalu boros juga untuk mengeluarkan uang yang tidak terlalu penting. Dan saya lagi mengembangkan channel youtube saya untuk dikomersilkan sehingga bisa nambah pemasukan. Hehehehehehheeee.... 

Semoga tahun depan channel youtube saya bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Amin... *Mohon bantu diamini yah...*

  • Traveling
Saya tidak menargetkan mau jalan - jalan kemana lagi tahun depan. Yah, kalo dibilang mau kemana saya bakalan bilang pengen ke Sumatra Barat khususnya Payakumbuh. Kenapa saya mau ke Sumatra Barat ? Karena saya mau menutupi perjalanan saya di Pulau Sumatra, saya sudah pernah ke Sumatra Selatan (Palembang, Lahat dan Pagaralam) dan ke Sumatra Utara (Medan dan Danau Toba). Nah, ke Sumatra Baratnya aja yang belum...

Dan pengen ke kasmir juga dinkz... Karena pemandangan alamnya bagus dan budget tidak terlalu mahal juga untuk kesana. Tapi itu semua cuma sekedar pengen aja yah sodara-sodari ku sebangsa dan setanah air... Bukan yang ditargetkan saya harus kesana juga, traveling sudah tidak menjadi prioritas dalam kehidupan saya. Cuma hanya sekedar numpang lewat, tapi kalo diendorse sih mau...

  • Karier
Nah, ini yang susah saya targetkan. Karena jalannya masih belum jelas, untuk saat ini status saya karyawan kontrak di Perusahaan Swasta. Dan saya targetnya mau menjadi karyawan tetap di Perusahaan BUMN yang bergerak dibagian gas. *Semoga Allah mengabulkan doa saya yang ini... Amin*

  • Pendamping Hidup
Targetnya saya menikah di Tahun depan sebelum bulan September... *Amin Ya ALLAH...*

  • Channel Youtube
Semoga channel youtube saya berkembang dengan pesat baik subscriber maupun viewer-nya dan membuat konten yang bermanfaat.
 
  • Sholat 5 Waktu
Sholat lima waktunya harus dijaga tidak boleh ada yang bolong - bolong lagi dan diutamakan sholat di Masjid.

  • Membahagiakan Kedua Orang Tua
Terutama ibu saya, pengen ajak beliau berlibur dan menginap di Hotel buat leyeh-leyeh manjah.

Sudah, sekian dulu resolusi saya di Tahun 2019.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Saya membuat postingan ini tujuannya bukan mau riya atau pamer, tapi saya benar-benar mau bercerita pengalaman saya pertama kali melihat Kabah. Pertama kali saya sampai di kota Mekkah pada malam hari tepatnya pas waktu sholat Isya. Karena penginapan rombongan umroh saya dekat sekali dengan pasar dan jalan menuju ke Masjid Masjidil Haram maka Bus mau masuk ke hotelnya digunakan aturan buka tutup jalan. 

Jadi, kalau waktu solat Bus tidak diperbolehkan masuk karena terlalu banyak orang yang berjalan berbondong-bondong ke Masjid Masjidil Haram. 

Karena keramaian itulah Bus dilarang masuk dan dibuat aturan buka tutup jalan demi keamanan para pejalan kaki. Pas malam minggu saya melaksanakan ibadah Umroh pertama kali dari Madinah ke Mekkah dan miqotnya di Bir Ali. Lama perjalanan kurang lebih enam jam menggunakan Bus. Sesampainya di Hotel rombongan umroh saya langsung diarahkan untuk makan malam dan pembagian kamar hotel. 

Satu kamar dihuni oleh empat orang dan teman sekamarnya masih sama seperti pembagian di hotel Madinah. 

Oiya, saya masih menggunakan pakaian Ihram dan harus jaga kesuciannya tidak boleh kena wangi-wangian. Setelah makan malam dan pembagian kamar selesai, rombongan umroh saya melanjutkan untuk ibadah Umroh yaitu tawaf, sai dan tahalul di Masjid Masjidil Haram. Karena kami belum solat maghrib dan isya jadi kedua solat itu dijamak. Dan kami solat jamak maghrib dan isya terlebih dahulu sebelum melakukan tawaf. 

Hati saya penasaran untuk melihat kabah, karena kami solat bukan yang berhadapan langsung dengan kabah. Masih didalam Masjid yang tidak terlihat kabahnya. Barulah selesai solat jamak maghrib dan isya kami berjalan menuju kabah untuk tawaf. Disitulah pertama kali saya melihat kabah, perasaan saya melihat kabah dengan perasaan yang biasa saja alias hambar. Tidak ada getaran atau terharu, perasaan saya sama seperti melihat  bangunan yang biasa pada umumnya. 

Sedangkan ada beberapa orang dari rombongan umroh saya sudah menetaskan air mata dan terharu. Tapi kenapa saya biasa aja yah ?!. Berarti ada yang salah didalam diri saya.

Setelah tawaf, sai dan tahalul saya berdoa didalam hati kepada ALLAH, "Ya ALLAH getarkan lah hati ini untuk melihat kabah". Saya merasa ada yang salah didalam diri saya, kami selesai melaksakan ibadah umroh jam satu malam dan setelah itu langsung kembali ke Hotel untuk istirahat.

Sudah diniatin dari hotel nanti solat subuh saya mau solat didepan kabah langsung. Tapi kenyataannya saya tidak bisa karena pintu masuk ke kabah sudah ditutup sama petugasnya. Jadi saya cuma dapat tempat solat di lantai dua tapi masih bisa melihat kabah. 

Hati ini masih biasa saja melihat kabah dan belum ada getarannya. Setelah selesai solat subuh, saya berniat untuk beritikaf didalam Masjid Masjidil Haram. Pintu mau menuju ke kabah sudah dibuka sama petugasnya. Dan saya langsung turun mencari tempat untuk duduk didepan kabah beritikaf. Dalam hati saya membaca tasbih, tahmid, tahlil dan takbir berkali-kali barulah hati saya bergetar dan air mata saya mengalir begitu saja dengan sendirinya. 

Semakin banyak saya membaca tasbih, tahmid, tahlil dan takbir didalam hati semakin deras air mata saya yang keluar. Padahal disekitaran saya tidak ada yang menangis, cuma saya seorang diri yang menangis. Langsung saya berdoa meminta ampun kepada ALLAH dan lebih deras nangisnya lagi ketika saya mengingat dosa-dosa saya.

Entah kenapa hati saya menjadi lunak dan sensitif. Ketika saya membaca ayat alquran yang membahas iri atau dengki saya langsung merasa itu saya banget dan saya menangis lagi. Yah, begitulah... Cukup lama saya beritikaf dan menangis seorang diri.

Cuma dihari itu aja saya menangis melihat kabah dan hari-hari selanjutnya tidak. Hati saya menjadi lega dan plong ketika melihat kabah. 

Begitulah cerita saya... :-)



         
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
"Antara rumahku dan mimbarku terdapat taman di antara taman surga." (HR. Bukhari, no. 1196 dan Muslim, no. 1391)

Saya mau berbagi cerita pengalaman pribadi saya ketika berhasil solat di Raudhah Masjid Nabawi, Madinah - Arab Saudi. Untuk saya, solat di Raudhah tidak lah mudah dan butuh usaha yang cukup keras. Karena saya harus berlomba-lomba atau rebutan dengan hamba Allah yang lain untuk solat disana.   

Saya sampai ke Kota Madinah diwaktu subuh dari jeddah menggunakan bus dan lama perjalanan kurang lebih enam jam. Saya solat subuh berjamaah dengan beberapa orang dari rombongan group umroh saya yang diimami oleh tour leader kami di Masjid Nabawi. Saya tidak sempat solat subuh tepat waktu berjamaah dengan imam Masjid Nabawi. Karena, begitu sampai di hotel langsung pembagian kamar dan kami harus membawa barang bawaan masing - masing ke kamar hotel. Jadi, waktunya pas berbarengan dengan solat subuh di Masjid Nabawi.

Setelah solat subuh tour leader umroh saya mengajak kami tour singkat sekitaran Masjid Nabawi. Kami diajak ke makam Rasulullah dan kedua sahabatnya, setelah itu kami dibebaskan 2 hari kedepan untuk beribadah sepuasnya di Masjid Nabawi.

Hotel penginapan saya letaknya tidak lah terlalu jauh dari Masjid Nabawi. Cuma jalan beberapa ratusan meter sudah sampai ke Masjid Nabawi, setelah tour singkat saya kembali ke Hotel untuk sarapan pagi. Habis itu saya langsung istirahat dikamar hotel untuk rebahin badan yang capek karena duduk didalam bus selama enam jam.

Sebelum masuk waktu solat Dzuhur saya sudah bergegas ke Masjid Nabawi, karena ini adalah hari pertama saya di Madinah jadi masih excited untuk mengeksplor Masjid Nabawi yang begitu luas dan megah. Saya masih belum niat untuk solat di Raudhah karena masih belum terbayang aja suasanannya seperti apa. Setelah sampai di Masjid Nabawi saya terus berjalan ke depan sampailah saya melihat orang berantrian ramai didepan terpal putih yang tertutup dan saya pun ikutan antri.

Saya juga nggak tahu pasti mereka mengantri untuk apa, karena orang ramai mengantri yah saya ikutan antri saja. Saya lihat di balik terpal putih petugas pembersih Masjid lagi mem-vacum cleaner sejadah  yang akan digunakan untuk solat Dzuhur.

Begitu terpal putih dibuka orang-orang pada sibuk lari berhamburan untuk mengambil shaf terdepan atau yang terdekat dengan Makam Rasulullah. Dan saya pun ikut berlarian dan mengambil shaf yang kosong, saya dapat dua shaf kebelakang dari Raudhah dan dekat dengan Makam Rasulullah. Ternyata saya baru sadar, orang  - orang ramai yang mengantri tadi itu berlomba-lomba untuk bisa solat di Raudhah dan dekat dengan makam Rasulullah.

Jantung saya berdebar kencang dan merasa terharu karena saya dapat shaf yang dekat dengan makam Rasulullah dan Raudhah pada hari pertama untuk solat berjamaah Dzuhur. Wah, tinggal beberapa langkah lagi saya bisa sampai ke Raudhah nih dalam pikiran saya. Setelah solat Dzuhur orang - orang pada maju ke depan untuk bisa solat sunat dan berdoa di Raudhah.

Saya pun ikut melangkah maju dan berdesak-desakan di Raudhah tapi saya gagal untuk solat sunat dan berdoa disana. Karena badan saya terhimpit dan terus dapat dorongan dari belakang, lama-kelamaan saya terhempas ke depan sampai pintu keluar. Bagi saya ini permulaan yang sangat baik, nggak apa-apa belum bisa sholat  dan doa di Raudhah karena masih ada beberapa hari lagi saya bisa mencoba kembali.

Setelah itu saya pulang ke hotel untuk makan siang, istirahat sebentar dan pergi lagi ke Masjid Nabawi untuk solat Ashar berjamaah. Sampai di Masjid Nabawi pun saya masih melakukan yang sama dengan solat Dzuhur sebelumnya. Saya ikut mengantri lagi, dan saya dapat shaf yang tidak begitu jauh dengan Raudhah dan makam Rasulullah. Cuma beberapa shaf lagi sudah sampai di Raudhah.

Setelah sholat Ashar, orang - orang pada maju kedepan untuk bisa solat dan berdoa di Raudhah. Dan saya pun ikutan lagi maju kedepan tapi saya cuma bertahan berdiri dishaf belakang Raudhah karena kalau saya ikutan maju nanti saya akan terdorong kedepan dan sampai ke pintu keluar lagi. Saya sudah berdiri lama dan berdesak-desakan pun tidak dapat kesempatan untuk solat sunat dan berdoa di Raudhah.

Sampai waktunya habis kami semua yang berada dilokasi Raudhah diusir sama polisi penjaganya untuk keluar. Sebenarnya kalau saya paksain untuk solat bisa karena benar-benar sudah sepi. Orang - orang sudah berhamburan berjalan ke pintu keluar, tapi ada juga yang mengambil kesempatan untuk buru-buru solat dan berdoa di Raudhah. Sebenarnya saya juga bisa, tapi buat apa kalau saya harus terburu-buru solat dan berdoa tanpa dinikmati. Dan akhirnya saya ikutin intruksi polisi penjaganya untuk keluar saja.

Setelah keluar dari lokasi Raudhah saya tidak pulang ke hotel dan lanjutkan itikaf di Masjid sampai maghrib dan isya. Nah, di waktu maghrib saya dapat shaf yang pas disebelah terpal putih tempat pembatas Raudhah. Disebelah kiri saya ini sudah Raudhah cuma pembatasnya terpal putih saja. Waktu itu saya yakin akan bisa solat dan berdoa disana setelah solat Maghrib.

Kenyataannya, setelah maghrib orang begitu ramai menuju ke Raudhah. Tubuh saya terhimpit dan sesak dapat dorongan dari belakang. Suasananya lebih ramai dari pada waktu siang dan sore tadi, saya pun sudah pasrah aja dan akhirnya terhempas kedepan kepintu keluarnya. Hati saya mulai sedih, sudah tiga kali mencoba kok masih belum berhasil yah... Karena desakan yang padat saya jadi trauma untuk mencoba kembali setelah solat Isya.

Dalam hati saya mendumel sedih, yah Allah kok saya susah banget yah solat di Raudhah. Padahal, kalau yang dibarisan depan itu memanggil saya untuk sebentar gantian solat aja saya pasti bisa. Tapi nggak ada yang memanggil saya untuk solat, malahan polisi penjaganya yang memanggil saya untuk keluar. :-(

Saya merasa belum pantas untuk solat di Raudhah. Terus, solat Isya-nya saya mengambil shaf yang paling belakang aja. Ternyata beda solat di shaf depan dengan belakang, Kalau shaf yang di depan barisannya selalu padat dan orang akan berlomba-lomba untuk mencari shaf yang kosong. Tapi shaf dibelakang itu begitu lenggang malahan barisannya itu tidak begitu rapat seperti yang didepan.

Setelah itu saya pulang ke hotel untuk makan malam. Dan makin sedihnya lagi pas berbincang sama teman sekamar saya di kamar hotel. Bahwa dia sudah berhasil solat di Raudhah, malahan dia ditarik sama seseorang untuk solat disana. Beda yah... Saya ditarik untuk disuruh keluar sama polisi penjaganya eh dia ditarik sama orang untuk solat.

Pertengahan malam saya nggak ke Masjid Nabawi untuk solat sunat atau membaca al quran. Saya memilih untuk istirahat saja karena sebelum subuh saya harus bangun. Lagian, tubuh butuh istirahat juga dan saya tidak mau memaksakan diri.

Besok harinya saya datang ke Masjid Nabawi sebelum azan Subuh, untuk sholat di shaf dekat raudhah dan makam Rasulullah sudah padat dan ramai. Saya masih belum berani untuk mencoba lagi ke Raudhah, saya harus memantaskan diri dulu dan banyak - banyak solat taubat di Masjid Nabawi. Habis solat subuh saja langsung pulang ke hotel untuk sarapan pagi dan lanjut istirahat di kamar hotel.

Hari kedua saya di Madinah pas hari jumat, jadi saya bisa merasakan solat Jumat di Masjid Nabawi. Pas solat Jumat saya tidak dapat shaf yang terdepan seperti kemaren tapi di tengah - tengah dan agak jauh dari Raudhah dan makam Rasulullah. Hati ini masih pengen coba lagi sih ke Raudhah tapi saya masih belum pantas, habis solat jumat saya memang sengaja tidak balik lagi ke hotel untuk makan siang.

Saya tenangkan hati ini dulu untuk mengelilingi Masjid Nabawi, terus saya ketemu perpustakaan Masjid Nabawi yang pintu masuknya di No 10c. Saya masuk ke perpustakaannya dan melihat-lihat buku apa aja yang ada disana. Ternyata banyak buku yang saya tidak mengerti bahasanya, tulisannya arab gundul semua. Tanpa sengaja saya ketemu ada ruangan khusus buku bahasa lain selain bahasa arab. Ketemulah buku yang berbahasa Indonesia, saya memilih buku judulnya "Muhammad".

Iya, saya mau numpang solat di tempat Beliau (Nabi Muhammad SAW) tapi saya belum mengenal banyak tentang Beliau. Sekilas saya baca buku itu karena bukunya cukup tebal, bukunya bagus banget tentang sejarah perjalanan hidup Beliau. Setelah saya selesai membaca buku masih terbesit dalam hati saya untuk solat di Raudhah.

Saya turun keluar dari perpustakaan terus ambil wudhu dan mencoba untuk mengantri solat di Raudhah. Saya mengantrinya memang tempat mengantri untuk solat di Raudhah bukan seperti yang kemaren saya ngantri yang memang bukan tempat sebenarnya untuk mengantri. Saya datang saya paling antrian yang terakhir, tidak lama kemudian makin banyak yang mengantri dibelakang saya. Waktu itu jam menunjukkan pukul dua siang, dalam hati saya banyak bersalawat kepada nabi Muhammad, bertasbih, bertahmid, bertakbir, bertahlil dan baca surat al fatiha.

Saya tidak mau gagal lagi, setelah setengah jam saya berdiri mengantri kok pergerakan kedepan sangat minim banget. Saya takut diusir lagi dan tidak dapat berkesempatan untuk solat dan berdoa di Raudhah tapi hati saya tidak putus untuk bersalawat kepada nabi Muhammad, bertasbih, bertahmid, bertakbir, bertahlil dan baca surat al fatiha.

Waktu sudah menunjukkan hampir jam tiga sore dan pergerakan maju ke depan cukup minim. Saya melihat dibelakang saya antriannya sudah banyak. Saya makin takut karena mendekati waktu solat Ashar, apakah saya akan diusir lagi dan antrian ini bakalan dibubarkan karena mau solat ashar?!. Mau keluar dari antrian sudah tanggung, jadi saya masih bertahan saja didalam antrian.

Akhirnya terpal putihnya dibuka dan orang - orang pada lari berhamburan untuk mengambil shaf solat di Raudhah. Alhamdulilah, saya dapat tempat untuk solat di Raudhah. Yang awalnya saya mau solat tobat aja tapi setelah dapat tempat di Raudhah langsung reflek solat taubat nasuha. Alhamdulilah, rasanya itu bangga, sedih dan bersyukur banget kepada ALLAH. Nggak menyangka hamba yang masih belum pantas ini diberi kesempatan untuk solat di Raudhah.

Allah kasih kesempatan ke saya untuk solat Ashar berjamaah di Raudhah. Rasanya begitu nikmat luar biasa. Perjuangan saya terbayar sudah... Dan malamnya saya coba solat dan berdoa lagi di Raudhah.

Suasana malam ternyata berbeda dengan siang hari untuk solat di Raudhah. Kalau siang ada penjaganya terus dibatasi dengan terpal putih jadi hanya orang - orang yang mengantri saja yang bisa masuk. Tapi kalau malam, tempat antrian yang siang tadi tidak ada. Saya sempat pesimis untuk bisa lagi solat dan berdoa di Raudhah lagi, tapi dalam hati saya bergumam "Ya Allah, aku yakin pasti masih banyak hamba - hamba MU yang berbaik hati untuk mau bergantian solat disini".

Setelah sampai di Raudhah saya berdiri melihat situasi apakah ada shaf yang kosong?!. Ternyata penuh dan trick saya adalah menepuk pundak seorang bapak-bapak yang sudah saya awasi gerakannya, dia sudah melakukan solat terus berdoa dan lagi duduk itikaf aja. Setelah saya menepuk pundak bapak itu terus saya berkata "Pak, bisa saya solat dan berdoa sebentar saja ditempat bapak ini?!". Alhamdulilah, bapak itu pengertian dan mengasihi saya kesempatan untuk solat dan berdoa ditempatnya. Setelah itu saya kembalikan tempat bapak itu yang mengawasi saya dari belakang.

Begitulah cerita saya untuk solat di Raudhah... :-)

  
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Bagi Orang tua yang anaknya baru mau masuk sekolah pasti binggung untuk memilah dan memilih sekolah yang bagus buat anaknya. Yah, maklumlah... Pasti setiap orang tua mau memberikan yang terbaik khususnya dibidang pendidikan bagi anak-anaknya. Tidak bisa dipungkiri lagi, dengan pendidikan anak yang bagus bisa menunjang masa depannya menjadi lebih baik. Yah, harapan orang tua pasti anaknya bisa menjalani kehidupan yang lebih baik daripada orang tuanya. 

Seiring perkembangan zaman, metode pengajaran dan kurikulum pendidikan sekolah di Indonesia juga sudah mulai berkembang dengan bagus. Sudah banyak sekolah – sekolah di Indonesia khususnya dikota Batam (sekolah swasta) memiliki kualitas pendidikan dan metode pembelajaran yang bagus. Nah, salah satunya yaitu Ansvin Academy. 


Ansvin Academy menggunakan kurikulum yang bernama ACE, Accelarated Christian Education yang dikenal juga dengan istilah School of Tomorrow. Pendidikan Kristen yang berdasarkan Alkitab ini dikembangkan oleh Dr. Donald dan Mrs. Howard dari USA pada tahun 1973. Sampai sekarang masih banyak yang menggunakan kurikulum ini oleh sekolah-sekolah di seluruh dunia dalam 145 negara. 

Pada tahun 1976, program ini datang ke Australia dan Selandia Baru dan tersebar luas di seluruh Wilayah Pasifik Selatan dan Indonesia. 

Di Indonesia, ada sekitar 42 sekolah menggunakan sistem ini. Ansvin Academy di Kota Batam adalah salah satunya dan semua pelajaran menggunakan Bahasa Inggris. Ada kelas tambahan pelajaran yaitu bahasa Mandarin. 

Pada Accelerated Christian Education (ACE), Iman, Kebenaran, dan prinsip-prinsip Alkitab diintegrasikan dalam setiap PACE ( Packeted of Christian Education - Paket Pendidikan Kristen). Program ini dibangun di atas fondasi Alkitabiah yang kuat, Ini membantu membangun karakter dalam kehidupan seorang anak. Kita tidak berbicara tentang agama tetapi tentang pribadi dan karakter Tuhan. 

Adapun VISI dari Ansvin Academy adalah mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global dan membekali mereka dengan akademik dan karakter terbaik untuk mengambil setiap peluang di masa depan. 

Dan MISI Ansvin Academy adalah : 

1. Mengorganisir, mengajar siswa dengan penuh kesungguhan dan dedikasi tinggi.
2. Mendidik siswa dengan karakter dan akademi yang baik secara alkitabiah.
3. Meningkatkan disiplin diri untuk semua siswa dan staf sekolah.
4. Membimbing, mengembangkan bakat dan minat siswa.
5. Meningkatkan kompetensi siswa untuk melangkah ke tingkat tertinggi. 



ACE memahami bahwa setiap siswa itu unik dan berbeda, maka dari itu jumlah siswa disetiap kelas hanya 10 murid dan dibimbing oleh satu orang guru. Dengan jumlah siswa yang terukur sehingga tumbuh kembang sang anak akan terbina dengan baik. Dan guru bisa lebih mengenal karakter setiap anak muridnya. 

Metode Independent learning yang diterapkan di Ansvin Academy. Sehingga bisa membantu  mengembangkan kreatifitas dan inisiatif sang anak. Mentalitas anak dibangun sedemikian rupa, sehingga anak-anak menjadi anak yang pemberani, tidak malu untuk bertanya dan mampu melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru dengan baik. 


Ansvin Academy sangat peduli dengan berbagai hal yang mendukung dalam proses pembelajaran yang nyaman serta didukung berbagai fasilitas yang mendukung.

Fasilitas : 
  • Assembly Hall 
  • Basket Ball Court 
  • CCTV 24 Hours 
  • Cleaning Service 
  • Computer 
  • School Bus 
  • Playground 
  • Cafeteria 
  • Library 
  • Music Class 
  • Parking Area 
  • Security 24 Hours 
Di Ansvin Academy terdapat Kelas: K1 - K3 dan Level : 1 - 12.

Ada salah seorang orang tua murid menceritakan perkembangan anaknya yang jauh lebih baik setelah pindah sekolah ke Ansvin Academy. Di sekolah sebelumnya, anaknya sering diejek dan dibully sama teman - temannya sehingga membuat sang orang tua kuatir dengan perkembangan mental anaknya. Silahkan saksikan video lengkapnya di bawah ini : 



Ansvin Academy yaitu Sekolah Swasta Batam dengan mengedepankan Pendidikan Karakter untuk mempersiapkan anak-anak anda menghadapi tantangan global dan menyambut peluang masa depan serta menjalani kehidupan dengan karakter Ilahi. 

Alamat Ansvin Academy :
Jl. Raja Fisabilillah (Belakang Resto Saung Sunda Sawargi) Batam Center - Kepri
Telp : 0778-4168777 -
Mobile : +62 812 7008 5005
Website : Ansvin Academy
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Terkadang saya tidak suka meng-update status atau poto secara langsung pada saat liburan ke media sosial. Sekarang saya sudah mulai risih kalau penghuni dunia maya (netijen) tahu saya lagi liburan kemana, saya cuma nggak tahan saja dengan komentar dan spekulasi mereka terhadap saya yang lagi liburan. Disangkanya saya liburan cuma menghabiskan uang yang banyak. Padahal saya liburan itu dengan budget yang sangat minim, walaupun suka kebablasan juga dengan budget tapi tidak terlalu ekstrim.

Fungsi saya online biasanya untuk google maps sebagai penunjuk arah ke tempat yang mau saya datangi. Dan saya buka media sosial pada saat mau tidur malam dengan sekilas saja. Kalo sudah dipenginapan saya menggunakan fasilitas wifi untuk menghemat kuota. Hehehehehe...

Jadi, selama saya lima hari di Bangkok - Thailand menggunakan sim card DTAC untuk Online. Pembelian secara random saja, karena saya melihat counter DTAC diserbu oleh siswa/i sekolah dari Singapore dan saya berasumsi kalo anak sekolahan itu pasti nyari yang murah dan bagus. Ya sudah, saya ikut antri untuk membelinya. :-)

Ternyata sim card-nya memang murah dan bagus, harga paket data beserta sim card-nya cuma 199 Bath selama 5 hari. Saya coba browsing tidak lelet dan menonton youtube tidak buffering, saya pribadi puas dengan layanannya.

Ini vlog review saya...


Share
Tweet
Pin
Share
8 comments
Newer Posts
Older Posts

About me


Selamat datang,

Saya hanyalah manusia biasa dan blog ini adalah sepenggalan kisah tentang perjalanan hidup saya yang terekam dalam tulisan.

Salam hangat,

Chai Loekman

Follow Me

  • twitter
  • youtube
  • instagram

Labels

Apartement buku celoteh Film Hostel Hotel Interview jalan - jalan kuliner lomba musik Puisi review tips tukang poto

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2023 (3)
    • ▼  October 2023 (3)
      • Liburan ke Bali
      • Menonton Konser Tulus
      • Nuvasa Bay : Tempat Terbaik Untuk Membeli Aparteme...
  • ►  2022 (9)
    • ►  December 2022 (1)
    • ►  November 2022 (2)
    • ►  October 2022 (1)
    • ►  September 2022 (2)
    • ►  February 2022 (3)
  • ►  2021 (10)
    • ►  September 2021 (2)
    • ►  June 2021 (3)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  March 2021 (1)
  • ►  2020 (18)
    • ►  December 2020 (3)
    • ►  November 2020 (2)
    • ►  October 2020 (4)
    • ►  September 2020 (7)
    • ►  August 2020 (1)
    • ►  June 2020 (1)
  • ►  2019 (9)
    • ►  November 2019 (1)
    • ►  September 2019 (1)
    • ►  August 2019 (2)
    • ►  June 2019 (3)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  January 2019 (1)
  • ►  2018 (20)
    • ►  December 2018 (2)
    • ►  November 2018 (1)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (1)
    • ►  July 2018 (4)
    • ►  June 2018 (2)
    • ►  May 2018 (2)
    • ►  April 2018 (3)
    • ►  March 2018 (2)
    • ►  January 2018 (2)
  • ►  2017 (22)
    • ►  December 2017 (2)
    • ►  October 2017 (2)
    • ►  August 2017 (2)
    • ►  July 2017 (1)
    • ►  June 2017 (4)
    • ►  May 2017 (3)
    • ►  April 2017 (1)
    • ►  March 2017 (3)
    • ►  February 2017 (1)
    • ►  January 2017 (3)
  • ►  2016 (53)
    • ►  December 2016 (1)
    • ►  November 2016 (7)
    • ►  October 2016 (2)
    • ►  September 2016 (2)
    • ►  July 2016 (4)
    • ►  June 2016 (5)
    • ►  May 2016 (6)
    • ►  April 2016 (7)
    • ►  March 2016 (7)
    • ►  February 2016 (7)
    • ►  January 2016 (5)
  • ►  2015 (28)
    • ►  December 2015 (4)
    • ►  November 2015 (5)
    • ►  October 2015 (2)
    • ►  September 2015 (3)
    • ►  August 2015 (2)
    • ►  July 2015 (2)
    • ►  June 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  April 2015 (3)
    • ►  March 2015 (2)
    • ►  February 2015 (1)
  • ►  2014 (26)
    • ►  November 2014 (1)
    • ►  September 2014 (1)
    • ►  August 2014 (1)
    • ►  July 2014 (3)
    • ►  June 2014 (2)
    • ►  May 2014 (3)
    • ►  April 2014 (5)
    • ►  March 2014 (4)
    • ►  February 2014 (3)
    • ►  January 2014 (3)
  • ►  2013 (66)
    • ►  December 2013 (6)
    • ►  November 2013 (4)
    • ►  October 2013 (3)
    • ►  September 2013 (4)
    • ►  August 2013 (4)
    • ►  July 2013 (5)
    • ►  June 2013 (5)
    • ►  May 2013 (5)
    • ►  April 2013 (7)
    • ►  March 2013 (7)
    • ►  February 2013 (7)
    • ►  January 2013 (9)
  • ►  2012 (58)
    • ►  December 2012 (5)
    • ►  November 2012 (5)
    • ►  October 2012 (5)
    • ►  September 2012 (5)
    • ►  August 2012 (2)
    • ►  July 2012 (7)
    • ►  June 2012 (8)
    • ►  May 2012 (6)
    • ►  April 2012 (1)
    • ►  February 2012 (5)
    • ►  January 2012 (9)
  • ►  2011 (52)
    • ►  December 2011 (3)
    • ►  November 2011 (5)
    • ►  October 2011 (3)
    • ►  September 2011 (7)
    • ►  August 2011 (4)
    • ►  July 2011 (4)
    • ►  June 2011 (7)
    • ►  May 2011 (3)
    • ►  April 2011 (5)
    • ►  March 2011 (11)

Followers

Total Pageviews

Most Popular

  • Liburan ke Lagoi ala Rakyat Jelata
    Jamaah Oooooiiiii Jamaah… *dilempar jumrah berjamaah* Siapa sih yang nggak suka dengan liburan murah dengan budget minim tapi bisa mel...
  • Liburan Koper ala Ransel ke Pulau Bintan
    Liburan yang paling menyenangkan menurut gue adalah… liburan ala ransel tapi dapat fasilitas ala koper. :-P  Pada ngerti nggak maksu...
  • Hari Untuk Amanda (2010)
    Kegalauan hati Amanda (Fanny Fabriana) dalam menentukan pilihan hatinya pada saat mau menikah 10 hari lagi sangat manis sekali untu...
  • Nyanyian Terakhir Sang Idola
    Wahai... Pemilik nyawaku Betapa lemah diriku ini Berat ujian dariMu Kupasrahkan semua padaMu "Muhasabah Cinta" ~ Iqbal Rois K...
  • Belajar Moto
    Gue sekarang lagi tertarik dengan dunia fotography. Maklum, yang dulunya suka poto-poto narsis bin najis ala lebay bin jijay. Sekarang lebih...

Community

Community
Member of Blogger Kepri

Created with by BeautyTemplates