CAPCHAI

Pages

  • About Me
  • FRIEND'S
  • Contact

Cuaca di Kota Batam akhir - akhir ini kurang ceria, langit kebanyakan mendung daripada cerahnya. Saya lebih suka cuaca cerah untuk melihat langit yang tanpa awan berwarna biru dan gradasi air laut yang juga berwarna biru. Maklum, saya penyuka warna biru. Eh tapi, semenjak pandemi ini kebahagian saya receh banget. Melihat langit berwarna biru saja sudah membuat hati saya senangnya bukan main... Ada decak kagum terhadap Sang Pencipta yang menciptakan alam semesta ini begitu sempurna.

Dan nggak berasa juga buat saya sekarang sudah mulai masuk bulan September aja ditahun 2020, walaupun saya kebanyakan akivitivas dirumah aja tapi berasa banget waktu itu berjalan begitu cepat berlalu. Dan saya cukup menyesal karena tidak memaksimalkan waktu yang sudah diberikan oleh Tuhan untuk melakukan hal-hal yang produktif dalam membuat konten. -__-"

Rencana yang sudah saya buat hanya tinggal wacana aja. Hiks... :-(

Maka dari itu, karena masih diawal bulan September ini saya mau mulai kembali membuat rencana atau menargetkan diri untuk lebih produktif lagi membuat konten. Entah itu konten di blog, instagram maupun vlog. Yah, saya mau memaksimalkan mengasah kemampuan saya dalam menulis, mengedit video dan berbicara. Saya ini orangnya masih suka tidak percaya diri dan masih malu - malu kucing kalau mau membuat vlog didepan umum. 

Karena, saya tipe orang yang tidak suka jadi pusat perhatian. Saya lebih nyaman, kalau saya lagi shoot video lingkungan sekitar mengabaikan kehadiran saya tanpa menggubrisnya. Itulah, salah satu sifat yang saya mau ubah didalam diri saya, sekarang harus lebih percaya diri terhadap kemampuan didalam diri. Jangan malu untuk berbuat kesalahan, semua butuh proses untuk menjadi lebih baik. Asal tidak berhenti untuk mau terus belajar dalam memperbaiki diri.     

Blog ini mulai saya aktifkan kembali, sudah lama mati suri... -___-"

Saya sudah merenovasi template blog ini lebih ke minimalis, ternyata saya suka dengan konsep minimalis. Mau saya terapkan juga didalam diri saya dalam menjalani kehidupan ini. Punya barang secukupnya yang saya butuhkan itu jauh lebih membuat jiwa saya tenang daripada punya banyak barang yang saya inginkan padahal tidak saya butuhkan.    

Yang saya mau targetkan untuk satu bulan ini adalah minimal dua hari sekali menulis di blog, dua kali dalam seminggu membuat vlog dan satu kali seminggu membuat konten di instagram. Oiya, saya harus membuat podcast juga. Saya ini orangnya lebih nyaman menulis daripada berbicara. Kemampuan verbal saya sangat terbatas, makanya saya pernah ikutan Public Speaking Club agar melatih verbal saya. Dan saya juga tipe orang yang jauh lebih suka mendengarkan daripada berbicara Membuat podcast dan vlog itu keluar dari zona nyaman saya.

Sudah, sekian dulu celotehan saya diawal bulan September ini... Masih ada hari esok, esok dan esok untuk ditulis mengisi postingan diblog ini. :-p





Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Rumah saya tidak terlalu jauh dari laut, tempat wisata yang terdekat adalah pantai Dangas Patam. Pantai Dangas sudah lama keberadaannya, tapi kebanyakan orang tidak tahu tentang keberadaannya. Maklum, jalan menuju kesana cukup sepi karena masih dikelilingi oleh hutan. Dan banyak juga beredar berita - berita yang tidak mengenakan dimasyarakat tentang lokasi pantai ini. Karena jalanan menuju ke pantai sangat sepi, jadi dulu banyak berita tindakan kriminal yang terjadi disana.

Saya tidak pungkiri kalau disana memang rawan sekali terjadi tindakan kriminal karena jalan menuju ke pantai Dangas jauh dari pemukiman warga Batam. Tapi sekarang, hutan - hutannya sudah mulai ditebang dan lahan untuk pembangunan perumahaan sudah mulai menjamur sehingga lokasi menuju kesana tidak terkesan seseram dahulu dalam tindakan kriminal. 

Daerah sekitaran pantai Dangas juga sudah banyak bermunculan tempat - tempat wisata lokal yang dibangun. Dan jalan menuju kesana jadi tidak terlalu sepi seperti dahulu. Akan tetapi saya sarankan tetap waspada aja yah kalau kamu pergi liburan kesana, jangan pergi atau pulang pada malam hari karena jalan rayanya tidak memiliki lampu penerangan.

Sering sekali saya main ke daerah pantai dangas hanya sepintas lalu untuk refreshing pikiran saya melihat laut menggunakan sepeda motor. Saya hanya lewat saja dan tidak masuk ke pantainya, saya suka sekali melihat gradasi air laut-nya yang berwarna biru berpadu dengan langit yang biru juga ketika cuaca cerah. Begitu indah pemandangannya... Dan kita bisa melihat gedung-gedung tinggi negara Singapura.

Tapi sayang, ketika saya datang kesana untuk membuat konten cuaca lagi mendung. Sehingga keindahan air lautnya tidak terlalu memukau pandangan saya. Dan air lautnya lagi surut menuju pasang. :-(

Tapi yah sudahlah, nikmati saja keindahan alam yang ada didepan mata. Untuk keadaan sekarang yang lagi pandemi seperti ini, menghirup udara bebas alam terbuka sangat berarti dan mahal harganya. Kita harus selalu tetap bersyukur.

Oke, kita masuk cerita pantainya. Masuk ke pantai Dangas dikenakan biaya Rp.10.000/orang, fasilitas umumnya cukup lengkap seperti, mushola, toilet / tempat bilas, karaoke, kantin, pondok - pondok, banana boat dan pelantar.  

Pada saat saya liburan ke pantai Dangas Patam suasana lagi sepi. Karena saya perginya pada saat hari Rabu dan jam sebelas siang. Sengaja saya pergi waktu hari dan jam kerja untuk menghindari dari keramaian. Disana saya tidak terlalu banyak melakukan aktivitas yang saya lakukan, hanya duduk seorang diri disalah satu pondoknya sambil mendengarkan suara ombak dan meminum air kelapa muda.

Harga air kelapa muda Rp.20.000/buah, cukup mahal bagi saya. Dan saya tidak berenang, padahal sudah niat dari rumah untuk mandi air laut karena melihat air lautnya surut, mood saya langsung drop. Yah, menikmati suara ombak ternyata bisa menenangkan jiwa saya.

Pantai Dangas memiliki 3 bagian, dari kedua sisi ujungnya berpasir sedangkan di tengahnya batu karang. Jadi, kalau kamu mau berenang disisi-sisi ujung pantai yang berpasir. Tekstur pasirnya cukup kasar dan berwarna kecoklatan. 

Yuk, disimak vlog saya berlibur ke pantai Dangas Patam...




Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Btw, saya baru tahu ternyata didalam daun teh memiliki kandungan kafein. Dan selama ini saya meminum teh tidak pernah ada masalah dengan gangguan tidur. Tapi, entah kenapa salah satu minuman Green Tea Boba yang saya beli didekat rumah bisa mempengaruhi pola tidur dimalam hari. Saya menjadi tidak bisa tidur malam, otak saya merasa tidak bisa istirahat malahan terjaga hingga pagi. Yah, aneh sih... Saya pikir itu efek dari boba-nya karena saya jarang makan boba. 

Salah satu artikel yang saya baca di website Hallo Sehat mengatakan :

"Tahukah Anda kalau tiap kandungan daun teh mengandung kafein? Ya, kafein merupakan zat stimulan yang bisa ditemukan dalam banyak produk makanan atau minuman. Kafein berfungsi untuk menstimulasi (merangsang) tubuh agar tetap awas dan terjaga, tidak ngantuk.

Kafein umumnya juga ditemukan pada lebih dari 60 jenis tanaman. Termasuk biji kopi, daun teh, kacang kola, dan biji kakao (cokelat). Di seluruh dunia, orang mengkonsumsi kafein setiap hari dalam bentuk kopi, teh, cokelat, minuman energi, minuman bersoda, dan beberapa obat-obatan lain.

Teh hijau, teh hitam, atau teh berwarna putih mengandung kira-kira di bawah 100 gram kafein per cangkirnya. Sayangnya, kafein yang Anda konsumsi sebelum tidur dapat membuat tubuh terjaga karena menghalangi bahan kimia otak yang merangsang rasa ngantuk. Produksi hormon adrenalin dalam tubuh pun juga akan semakin terpicu setelah Anda minum teh.

Bila Anda adalah orang yang sensitif terhadap kafein atau jarang minum minuman yang mengandung kafein, maka efek insomnia ini akan semakin terasa ketika Anda mencoba tidur di malam hari."

Dan artikel diatas benaran terjadi sama saya. Awalnya saya tidak curiga karena beberapa hari sebelumnya saya pernah membeli Green Tea Boba ditempat lain tapi tidak ada masalah dengan tidur malam. Dan Green Tea Boba yang saya beli mengakibatkan saya  tidak bisa tidur malam adalah Green Tea Boba yang paling enak yang pernah saya minum. Saya sampai ketagihan untuk membelinya lagi diesok harinya. Dan membuat dua hari berturut-turut saya tidak bisa tidur malam. -___-"

Sempat nggak percaya juga sih, masak iya dengan meminum Green Tea Boba dimalam hari membuat saya tidak bisa tidur malam. Terus, beberapa hari kemudian saya mencoba lagi meminum Green Tea Boba ditempat yang sama saya beli sebelumnya. Dan benaran membuat saya tidak bisa tidur malam sama sekali. :'( #hiks

Jadi, sekarang saya sudah tahu apa yang memicu saya tidak bisa tidur malam...


   
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hari sabtu (26/10/2019) yang lalu, saya dan teman – teman blogger kepri diundang oleh Sinar Mas Land dalam rangka acara blogger gathering di Nuvasa Bay, Nongsa – Batam. Mas Harris Maulana dari pihak Sinar Mas Land yang mengkoordinir teman-teman blogger kepri untuk acara ini. 

Cuaca waktu itu mendung, tidak panas dan tidak hujan. Cuaca seperti ini menurut saya cocok untuk aktivitas outdoor. Akan tetapi untuk hunting photo tidak bagus karena langit tidak berwarna biru tapi kelabu. Sudah beberapa hari kota Batam selalu diguyur hujan.

Sebelum hari H, mas Harris sudah berkomunikasi dengan kami melalui group WA. Bahwa, teman – teman blogger kepri yang ikut ke acara blogger gathering akan mendapatkan fasilitas transportasi Bus Pulang Pergi dari Batam Centre ke Nongsa. Dan titik kumpulnya di Halte Masjid Agung Batam, Batam Centre. 

Berada didalam Bus
Rencananya, jam 12.30 bus akan berangkat tapi kenyataannya molor hingga setengah jam. Karena ada beberapa teman blogger kepri yang datang terlambat. Sehingga, jam satu siang kami baru berangkat menuju ke Nongsa. Lama perjalanan kurang lebih 40 Menit. Sebenarnya, kami dikasih dua pilihan. Mau naik bus atau pergi sendiri langsung ke tempat acaranya. 

Saya memilih naik bus karena jarak dari rumah saya di Tiban ke Nongsa itu lumayan jauh. Ibaratnya, dari ujung ke ujung kota Batam. Arti jauh disini kalau dibandingkan dengan jalan lintas sumatra atau jawa tidak ada apa-apanya yah, tapi untuk ukuran kota Batam itu sudah termasuk jauh lho. Heheheheheheehee.... 

Setelah sampai di Nuvasa, kami disambut hangat oleh pihak penyelenggara. Acaranya di lantai dua, tapi sebelumnya kami harus mengisi buku tamu terlebih dahulu. 

Mengisi buku tamu
Kami disajikan hidangan makan siang dengan menu nusantara sebelum acaranya dimulai. Makanannya enak-enak banget, apalagi sop ikannya. Mantul (Mantap Betul), sehingga saya nambah dua kali. :-D 

Acaranya cukup seru, dari pihak Sinar Mas Land yang diwakili oleh Bapak Raichan Bohari selaku Project Sales & Marketing Department Head mempersentasikan kepada kami. Bahwa, mereka akan membangun hunian yang bernuansa resort di Batam dengan pemandangan pantai dan lapangan Golf. Jadi, kalau kita membeli hunian disana dari segala sudut mata memandang bakalan kece pemandangannya. Dan Nuvasa akan menjadi kota mandiri terpadu yang berada didalam kota Batam. Ada kota didalam kota, keren banget kan konsepnya, guys?!. 

Nuvasa memiliki luas lahan sekitar 228 hektar dengan garis pantai sepanjang 1,2 KM di Nongsa. Dan kami juga diajak melihat replika huniannya. Nah, bagian ini yang paling saya suka. Entah kenapa, saya itu paling suka melihat desain rumah beserta interior yang unik dan bagus. Dengan begitu, saya bisa memvisualisasikan angan didalam benak saya kalau suatu saat nanti. Apabila punya rumah akan mendesain rumah seperti itu interiornya. :-) *Khayalan tingkat kota* 

Replika rumah hunian

Hunian dalam tahap pembangunan
Kami juga diajak ke lokasi huniannya menggunakan buggy (Golf Cart), perumahannya sudah mulai dibangun dan pemandangannya benaran kece banget. Dengan hamparan lapangan golf beserta danau buatannya, karena tempatnya memiliki ketinggian 20 meter diatas permukaan laut. Jadi kelihatan juga pemandangan pantai dan negara Singapura. Emang benar yang dibilang Pak Raihan tadi tentang pemandangannya dengan apa yang saya lihat sendiri. Memang Mantul...

Nah, yang serunya lagi. Mereka mengadakan lomba Instagram dan Twitter selama acaranya berlangsung. Saya tidak ikut karena tidak memiliki kuota internet. Saya itu... Kalau internetan yah cuma mengandalkan wifi doang. Karena di rumah saya sudah pasang wifi berlangganan jadi nggak mau keluar uang lagi buat beli kuota untuk dihandphone. :-D 

Pemenang photo di Instagram yaitu Agus Saputra, Cucum Suminar dan Taplin. Sedangkan yang menang Twitter adalah Lina Sasmita, Danan Wahyu dan Angga Adi Widodo. Selamat untuk para pemenang... 

Pemenang Instagram

Pemenang Twitter
Sanking acaranya asyik, saya tidak terasa langit sudah mulai gelap saja. Dan itu bertanda acara sudah  selesai. Kami kembali ke dalam bus untuk perjalanan pulang ke rumah masing-masing. 

***
Selain lomba Instagram dan Twitter, ada lomba blog-nya juga lho, nah postingan ini saya ikut sertakan untuk lomba blognya. :-P 

Hadiahnya lumayan menggiurkan buat saya. Ada laptop, handphone dan action cam. Kalau saya mah cuma nothing to lose aja ikutan lomba blognya. Menang alhamdulilah, kalah pun juga nggak apa-apa. Yang penting sudah mencoba dan memberikan yang terbaik. :-)

Oiya, Mas Harris Maulana itu tenyata seorang blogger juga. Sudah banyak prestasi beliau dalam memenangkan lomba blog di dunia maya. Saya dan beberapa teman blogger kepri bersyukur bisa bertemu dan mengobrol langsung sama mas Harris sampai larut malam setelah acara gathering blogger di Nuvasa. Dan beliau menginspirasi saya untuk rajin menulis dan mengikuti kompetisi lomba blog... #mangats

Berikut video pendek yang saya rangkum dalam durasi satu menit acara blogger gathering di Nuvasa.



   
Share
Tweet
Pin
Share
33 comments
Saya mau berbagi cerita pengalaman saya ketika liburan ke Vietnam pada saat menaiki transportasi bus antarkotanya. Perjalanan saya waktu itu dari Ho Chi Minh City ke Mui Ne dan sebaliknya, lama perjalanan kurang lebih empat sampai lima jam. Saya menggunakan travel bus yang berbeda pada saat pulang dan perginya, jadi bisa membuat perbandingan antara kedua travel bus tersebut.

Travel bus pertama yang saya gunakan adalah Phuong Trang, perjalanan dari Ho Chi Minh City ke Mui Ne. Dan tipe tempat duduk busnya yang saya ambil sleeping bus, mereka menyediakan dua tipe tempat duduk yaitu tempat duduk bisa dan sleeping bus. Jadi, satu bus cuma punya satu tipe tempat duduk.

Yang menaiki travel bus Phuong Trang ini kebanyakan warga lokal Vietnam. Kalo turis luar negeri jarang sekali, dan setiap satu jam mereka selalu ada jadwal keberangkatannya. Jadi gampang untuk kita bisa menyesuaikan jadwal keberangkatannya. Waktu itu, saya beli tiket bus yang berangkat jam tiga sore. Tiket busnya tidak perlu dikonfirmasi lagi ketika kita berada di kounter tiketnya untuk berangkat. Dan menunggu busnya berada diseberang kounter tiketnya.

Sebelum jam tiga sore bus sudah stand by dan berangkatnya pun on time. Pertamanya saya heran, kan saya pesan tipe tempat duduknya yang sleeping bus?!. Tapi kok yang saya naiki bus tipe tempat duduknya yang biasa aja. Yah, seperti bus pada umumnya. Ternyata dari kounter tiketnya kita diantar ke tepi halte jalan besar untuk berganti bus yang sebenarnya.   

Harga tiket bus dari Ho Chi Minh City ke Mui Ne adalah 140.000 Dong. Keadaan didalam busnya sangat bersih, rapi dan nyaman. Oiya, busnya memiliki nomor tempat duduk jadi kita tidak perlu rebutan untuk mendapatkan tempat duduk. Tipe tempat duduk sleeping bus ini dua tingkat dan selonjoran. Jadi, kaki kita bisa selonjoran dan posisi badan kita berbaring. Untuk ukuran orang Asia seperti saya, sleeping bus-nya pas banget dengan tubuh saya. Jadi, kaki saya bisa benaran selonjoran ditempat duduknya. 

Untuk menaiki ke dalam bus, kita harus melepaskan alas kaki. Kita juga dapat air mineral, selimut dan kantong kresek untuk tempat alas kaki. Selain supir, ada satu karyawan yang mengecek tiket dan menanyakan kita akan turun dimana pada saat sampai di Mui Ne. Nah, kalo kita menaiki bus ini. Kita bakalan diantar sampai didepan penginapan atau hotel yang sudah kita pesan. Saran saya, kamu harus pesan penginapan atau hotel terlebih dahulu. Supaya kamu tidak repot untuk mencari penginapan atau hotel yang sudah kamu pesan. Dan bisa menghemat budget transportasi juga.

Akan tetapi, bus ini ternyata suka ngaret. -___-"

Oke lah, dari kounter tiketnya on time pas berangkat. Tapi kan kita cuma diantar ke tepi halte jalan besar untuk menunggu lagi bus yang berangkat ke Mui Ne. Hampir satu jam saya menunggunya. belum lagi busnya suka berhenti untuk mengambil penumpang lokal. Jadi, saya tiba ke Mui Ne kemalaman. Yah, cuma kurangnya itu aja sih...

Dari Mui Ne ke Ho Chi Minh City saya menggunakan travel bus The Sinh Tourist. Kalo kita mencari informasi di Internet, pasti turis-turis merekomendasikan untuk menaiki bus ini. Karena harganya lebih murah dan lebih cepat perjalanannya karena bus ini tidak ada mengambil penumpang lagi selain di kounter tiketnya. Saya dapat harga 129.000 Dong, dapat air mineral dan kantong kresek untuk alas kaki kita.

Busnya juga bersih, rapi dan nyaman. Oiya, kita harus konfirmasi lagi ke kounter tiketnya pas mau berangkat. Dan penumpangnya kebanyakan turis luar negeri, selain itu jadwal keberangkatannya tidak setiap jam ada. Adanya dijam-jam tertentu aja, dan beli tiketnya tidak bisa online tapi secara langsung (on the spot). Sedangkan travel bus yang lain bisa beli secara online.

Mau lihat busnya seperti apa ?! Ayo, ditonton vlog saya dibawah ini...

   

Share
Tweet
Pin
Share
3 comments
Pengguna Produk Asus

Ternyata, saya sudah lama menjadi pengguna produk Asus dari tahun 2011 sampai 2019. Sudah hampir 8 tahun saya menggunakannya. Produk Asus yang saya gunakan adalah Eee PC X101H. Membeli Eee PC X101H dengan pertimbangan yang sangat sederhana, karena harga yang murah, ukuran yang kecil dan performa yang cepat. 

Dari pengalaman saya selama 8 tahun menggunakan produk Asus Eee PC X101H, kerusakannya  cuma pada baterai dan kabel charger-nya saja. Sedangkan untuk performa operating system-nya masih bagus sampai pemakaian terakhir. Saya adalah manusia yang menganut paham kalau barang masih bisa digunakan dengan baik pantang untuk menggantikannya dengan yang baru. Nggak tahu  juga sih itu paham apa namanya dan dari mana asalnya, heheheheheheee.

Akhirnya Eee PC X101H yang saya punya rusak dan tidak bisa digunakan sama sekali. Ketika saya menghidupkan tombol power, dia tidak bisa masuk ke operating system akan stuck atau hang di tampilan awal aja seperti gambar dibawah ini.


Notebook saya sudah bulukan yah?!. Heheheheeeeeee.... Eh tapi, ini alat elektronik milik saya yang tahan paling lama. :-) 

Melirik ASUS VivoBook Ultra A412DA

Ada beberapa produk ASUS yang saya lirik tapi tidak sesuai dengan budget saya. Maklum, saya harus mencari laptop yang sesuai dengan kebutuhan bukan kemauan saya. Kebutuhan saya terhadap laptop masih sederhana, yaitu laptop yang bisa saya gunakan untuk mengetik, edit video / photo, ukurannya kecil dan performanya yang cepat. 

Aktivitas saya sebagai pembuat konten cukup aktif. Alhamdulilah, hampir setiap akhir pekan ada kegiatan atau undangan yang bisa saya jadikan konten. Setelah lirik-lirikan dengan beberapa produk Asus, saya sudah menentukan tambatan hati ke Asus VivoBook Ultra A412DA. Pokoknya, saya sudah jatuh cinta dengan produk ini. (titik)

Melihat dari spesifikasinya, produk Asus VivoBook Ultra A412DA sesuai dengan kebutuhan saya. Mana desainnya kece dengan warna-warni yang indah lagi. Dan tipe VivoBook ini paling ringkas dikelasnya.




Dan saya tertarik dengan warna yang orange. Kelihatan seger aja dimata, warna-warni laptop seperti ini jarang ada dimerek yang lain. “The World’s Smallest 14 inch Colorful Notebook.”  
Spesifikasi ASUS VivoBook Ultra A412DA

Ukuran layarnya 14 Inch membuat laptop ini ringkas dan tidak repot untuk masuk kedalam tas pada saat saya traveling. Processor yang digunakan adalah AMD® Ryzen™ 7 3700U Processor, AMD® Ryzen™ 5 3500U Processor, AMD® Ryzen™ 3 3200U Processor, AMD® Athlon™ II Dual-Core 300U Processor.

Memori yang digunakan sebesar 4 GB DDR4 2400MHz SDRAM Onboard memory, 1 x SO-DIMM soket untuk ekspansi, hingga 12 GB SDRAM. Penyimpanannya sebesar 500GB/1TB 5400 rpm SATA HDD, ada Wifi dan Bluetooth.

Operating System-nya sudah tertanam didalam laptopnya yaitu Windows 10 original. Dan ukuran laptopnya 322 x 212 x 19.9 mm (WxDxH). VivoBook Ultra A412 sudah menyediakan sensor fingerprint dan juga mendukung fitur Windows Hello untuk login cepat ke sistem operasi.


Informasi lebih lanjut bisa klik ke ASUS.

Windows Hello

Saya mau menjelaskan sedikit Windows Hello itu apa?!. Untuk masalah keamanan pada Windows 10 maka Microsoft menghadirkan fitur baru yaitu Windows Hello. Windows Hello adalah fitur yang memungkinkan penggunanya untuk login ke dalam Windows dengan menggunakan deteksi wajah dan jari. Agar lebih mengoptimalkan keamanan pada device yang ter-install Windows 10. Windows Hello bekerja dengan cara memindai wajah, iris dan sidik jari untuk membuka device. Fitur ini menggantikan fungsi dari PIN atau password untuk mengakses device (PC/tablet/laptop) dengan sistem operasi windows.


Meskipun saat ini kamu menggunakan Windows 10. Akan tetapi, laptop yang saat ini kamu gunakan belum support fitur Windows Hello. Karena, saat akan menggunakan fitur ini kamu harus menggunakan perangkat hardware tambahan. Dengan keamanan yang ketat, Windows Hello tetap memberikan kenyaman saat kamu ingin mengakses device. Saat Windows Hello aktif , kamu bisa login hanya dengan hitungan detik.

Begitulah cerita saya tentang produk ASUS yang memang bandel. Apakah kamu tertarik juga ?!.
Share
Tweet
Pin
Share
2 comments
Mencari makanan halal di Negara mayoritas muslim itu susah - susah gampang. Seperti perjalanan saya lebaran idul fitri tahun ini (2019) ke Vietnam. Ada, tapi tidak banyak. Apalagi benar-benar yang ada label halalnya. Saya cuma ketemu Rumah Makan India yang menunya kebanyakan campuran kari. Sedangkan untuk mencari makanan melayu tidak ketemu.

Untuk mensiasatinya, saya mencari makanan vegan atau vegetarian yang lumayan banyak keberadaannya di Vietnam. Tapi kita harus hati-hati juga yah, saya ketemu Rumah Makan Vegan atau vegetarian tapi menjual daging babi dimenunya. -___-"

Bukan hanya itu saja, saya ketemu juga rumah makan yang ada label halalnya pun menjual minuman yang mengandung alkohol atau  bir. Duh, mereka mencari duit kok segitunya yah... :-(

Makanan vegan atau vegetarian di Kota Mui Ne (Vietnam) cocok sekali dengan lidah saya. Jadi, saya sudah nyaman aja untuk makanan di Vietnam. Dan kalau kita makan di rumah makan disana dapat welcome drink bisa berupa air putih atau teh tawar. Awalnya saya bingung, ketika lagi menunggu pesanan makanan saya datang. Tiba - Tiba pelayannya kasih minuman yang berwarna kuning. Mana mukanya lempeng aja gitu dan tidak mengerti bahasa inggris. Saya tunjuk ke gelas minuman yang dia kasih, terus dijawabnya "Tea", kirain saya dikasih bir. :-D

Sepertinya, warga Vietnam itu suka sekali dengan sayur-sayur mentah atau lalapan. Bayangkan saja, saya pesan menunya aja sudah nasi goreng campur dengan sayur-sayuran ditambah lagi dikasih lalapan sama mereka. Bukan saya aja, teman saya yang pesan makanan berkuah aja dikasih juga satu piring lalapan sebagai tambahannya. :-)

Jadi buat kamu traveler muslim, kalau kamu mau makan terus tidak ketemu rumah makan yang ada label halalnya. Alternatifnya yah ke rumah makan vegan atau vegetarian, dan dicek juga dimenunya kalau mereka tidak menjual daging dalam bentuk apapun. Sempat sih saya pesan salah satu menu makanannya terus kayak dikasih sosis gitu, saya makan seperti tepung tapi tidak berasa daging. Nggak tahu itu apa, mungkin itu daging buatan mereka.

Berikut vlog saya tentang makanan halal di Mui Ne, Vietnam.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About me


Selamat datang,

Saya hanyalah manusia biasa dan blog ini adalah sepenggalan kisah tentang perjalanan hidup saya yang terekam dalam tulisan.

Salam hangat,

Chai Loekman

Follow Me

  • twitter
  • youtube
  • instagram

Labels

Apartement buku celoteh Film Hostel Hotel Interview jalan - jalan kuliner lomba musik Puisi review tips tukang poto

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2023 (3)
    • ▼  October 2023 (3)
      • Liburan ke Bali
      • Menonton Konser Tulus
      • Nuvasa Bay : Tempat Terbaik Untuk Membeli Aparteme...
  • ►  2022 (9)
    • ►  December 2022 (1)
    • ►  November 2022 (2)
    • ►  October 2022 (1)
    • ►  September 2022 (2)
    • ►  February 2022 (3)
  • ►  2021 (10)
    • ►  September 2021 (2)
    • ►  June 2021 (3)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  March 2021 (1)
  • ►  2020 (18)
    • ►  December 2020 (3)
    • ►  November 2020 (2)
    • ►  October 2020 (4)
    • ►  September 2020 (7)
    • ►  August 2020 (1)
    • ►  June 2020 (1)
  • ►  2019 (9)
    • ►  November 2019 (1)
    • ►  September 2019 (1)
    • ►  August 2019 (2)
    • ►  June 2019 (3)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  January 2019 (1)
  • ►  2018 (20)
    • ►  December 2018 (2)
    • ►  November 2018 (1)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (1)
    • ►  July 2018 (4)
    • ►  June 2018 (2)
    • ►  May 2018 (2)
    • ►  April 2018 (3)
    • ►  March 2018 (2)
    • ►  January 2018 (2)
  • ►  2017 (22)
    • ►  December 2017 (2)
    • ►  October 2017 (2)
    • ►  August 2017 (2)
    • ►  July 2017 (1)
    • ►  June 2017 (4)
    • ►  May 2017 (3)
    • ►  April 2017 (1)
    • ►  March 2017 (3)
    • ►  February 2017 (1)
    • ►  January 2017 (3)
  • ►  2016 (53)
    • ►  December 2016 (1)
    • ►  November 2016 (7)
    • ►  October 2016 (2)
    • ►  September 2016 (2)
    • ►  July 2016 (4)
    • ►  June 2016 (5)
    • ►  May 2016 (6)
    • ►  April 2016 (7)
    • ►  March 2016 (7)
    • ►  February 2016 (7)
    • ►  January 2016 (5)
  • ►  2015 (28)
    • ►  December 2015 (4)
    • ►  November 2015 (5)
    • ►  October 2015 (2)
    • ►  September 2015 (3)
    • ►  August 2015 (2)
    • ►  July 2015 (2)
    • ►  June 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  April 2015 (3)
    • ►  March 2015 (2)
    • ►  February 2015 (1)
  • ►  2014 (26)
    • ►  November 2014 (1)
    • ►  September 2014 (1)
    • ►  August 2014 (1)
    • ►  July 2014 (3)
    • ►  June 2014 (2)
    • ►  May 2014 (3)
    • ►  April 2014 (5)
    • ►  March 2014 (4)
    • ►  February 2014 (3)
    • ►  January 2014 (3)
  • ►  2013 (66)
    • ►  December 2013 (6)
    • ►  November 2013 (4)
    • ►  October 2013 (3)
    • ►  September 2013 (4)
    • ►  August 2013 (4)
    • ►  July 2013 (5)
    • ►  June 2013 (5)
    • ►  May 2013 (5)
    • ►  April 2013 (7)
    • ►  March 2013 (7)
    • ►  February 2013 (7)
    • ►  January 2013 (9)
  • ►  2012 (58)
    • ►  December 2012 (5)
    • ►  November 2012 (5)
    • ►  October 2012 (5)
    • ►  September 2012 (5)
    • ►  August 2012 (2)
    • ►  July 2012 (7)
    • ►  June 2012 (8)
    • ►  May 2012 (6)
    • ►  April 2012 (1)
    • ►  February 2012 (5)
    • ►  January 2012 (9)
  • ►  2011 (52)
    • ►  December 2011 (3)
    • ►  November 2011 (5)
    • ►  October 2011 (3)
    • ►  September 2011 (7)
    • ►  August 2011 (4)
    • ►  July 2011 (4)
    • ►  June 2011 (7)
    • ►  May 2011 (3)
    • ►  April 2011 (5)
    • ►  March 2011 (11)

Followers

Total Pageviews

Most Popular

  • Liburan ke Lagoi ala Rakyat Jelata
    Jamaah Oooooiiiii Jamaah… *dilempar jumrah berjamaah* Siapa sih yang nggak suka dengan liburan murah dengan budget minim tapi bisa mel...
  • Liburan Koper ala Ransel ke Pulau Bintan
    Liburan yang paling menyenangkan menurut gue adalah… liburan ala ransel tapi dapat fasilitas ala koper. :-P  Pada ngerti nggak maksu...
  • Hari Untuk Amanda (2010)
    Kegalauan hati Amanda (Fanny Fabriana) dalam menentukan pilihan hatinya pada saat mau menikah 10 hari lagi sangat manis sekali untu...
  • Nyanyian Terakhir Sang Idola
    Wahai... Pemilik nyawaku Betapa lemah diriku ini Berat ujian dariMu Kupasrahkan semua padaMu "Muhasabah Cinta" ~ Iqbal Rois K...
  • Belajar Moto
    Gue sekarang lagi tertarik dengan dunia fotography. Maklum, yang dulunya suka poto-poto narsis bin najis ala lebay bin jijay. Sekarang lebih...

Community

Community
Member of Blogger Kepri

Created with by BeautyTemplates